Connect with us

Otomotif

Ini 7 Cara Mengecek Tekanan Ban Kendaraan Tanpa Alat

Berikut metode yang dapat digunakan untuk mengecek tekanan ban kendaraan tanpa menggunakan alat ukur.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 24t100807.336
Ini 7 Cara Mengecek Tekanan Ban Tanpa Alat | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 24 Juni 2025 - Mengetahui tekanan ban kendaraan sangat penting untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan berkendara. Namun, tidak semua pengendara selalu membawa alat pengukur tekanan ban.

Dalam situasi tersebut, terdapat tujuh cara yang dapat dilakukan untuk mengecek tekanan ban tanpa alat ukur.

Metode-metode ini membantu memastikan tekanan ban tetap sesuai standar meski tanpa peralatan khusus.

Dikutip MPN Indonesia dari laman Team Ryan Automotive Service + Repair, berikut adalah metode yang dapat digunakan untuk mengecek tekanan ban kendaraan tanpa menggunakan alat ukur.

1. Cek PSI

PSI (pound-force per square inch) adalah satuan tekanan ban yang biasanya tercantum dalam buku manual kendaraan atau pada sisi dalam pintu pengemudi.

PSI ideal mobil kecil seperti sedan atau minivan berkisar 27–32, namun bisa mencapai 40 jika diperlukan. Sementara itu, SUV dan truk biasanya memiliki PSI 45 ke atas.

Beberapa mobil seperti pickup memiliki PSI berbeda untuk ban depan dan belakang. Pastikan membaca manual kendaraan Anda sebelum memeriksa atau menyesuaikan tekanan ban.

2. Tes Tekanan dengan Ibu Jari

Metode sederhana ini cukup dengan menekan permukaan ban menggunakan ibu jari. Jika terasa terlalu lunak, kemungkinan ban kurang angin. Jika terlalu keras, ban kemungkinan terlalu penuh.

Tekanan ban dikatakan pas bila permukaannya terasa tidak terlalu lembek maupun terlalu keras.

3. Mass Over Wheel

Letakkan beban pada mobil dan amati seberapa besar ban tertekan atau berubah bentuk. Ban dengan tekanan rendah akan tampak lebih “penyok” sekitar 10–15%.

Baca Juga:  Jangan Kebiasaan! Ini Risiko Kalau Sering Taruh Jari di Tuas Rem Motor

Jika terlihat seperti ini, tambahkan tekanan angin secara bertahap dan amati kembali bentuk ban agar tidak terlalu kaku.

4. Trail Comparison

Gunakan tinta atau bahan penanda pada permukaan ban, lalu jalankan mobil sebentar di jalan datar.

Jejak ban yang tertinggal dapat dibandingkan: ban bertekanan rendah biasanya meninggalkan bekas yang lebih tebal atau berbeda dari ban lainnya.

Tambahkan angin secara bertahap dan ulangi hingga tekanan ban merata.

5. Cargo Check

Letakkan muatan di dalam mobil dan perhatikan apakah sisi tertentu tampak lebih rendah atau menanggung beban lebih besar.

Jika ya, kemungkinan ban di sisi tersebut bertekanan rendah. Tambahkan tekanan angin untuk menyamakan distribusi beban, dan pastikan kembali tekanan PSI setelah muatan dikeluarkan.

6. Cek dengan Telapak Tangan

Tekan permukaan ban dengan telapak tangan. Ban yang kurang tekanan akan terasa empuk dan kenyal, sedangkan ban yang kelebihan tekanan akan sangat keras.

Jika terlalu lembek, tambahkan angin. Jika terlalu keras, kurangi sedikit dengan menekan pentil ban.

7. Observasi Visual (Eye Observation)

Parkirkan kendaraan di permukaan datar dan amati semua ban dari samping. Jika terlihat adanya tonjolan atau “menggembung” lebih dari 10 mm di kedua sisi ban, itu pertanda ban kekurangan tekanan.

Tekanan ban yang tepat penting untuk mencegah kecelakaan. Ban dengan tekanan ban rendah cepat kehilangan ketebalan tapak karena beban yang diterima lebih besar.

Selain itu, ban dengan tekanan ban kurang dapat mengurangi kemampuan pengendalian kendaraan.

Sebaliknya, ban yang terlalu keras berisiko pecah saat berkendara. Pemeriksaan rutin membantu mencegah kecelakaan akibat ban pecah atau kendali yang buruk.

Tekanan ban yang sesuai juga meningkatkan efisiensi bahan bakar. Ban dengan tekanan ban rendah memerlukan tenaga lebih besar untuk bergerak, sehingga konsumsi bahan bakar meningkat.

Baca Juga:  Apa Perbedaan Pertamax dan Pertalite? Ini Rincian Lengkapnya

(AKM/NID/RAD)

Trending