Connect with us

Otomotif

Jumlah Kendaraan di Indonesia Tembus 168 Juta, Jawa Timur Mendominasi

Jumlah kendaraan di Indonesia capai 168 juta unit per April 2025. Jawa Timur jadi provinsi terbanyak dengan 26,1 juta kendaraan.

Logompn

Published

on

Jumlah kendaraan di indonesia tembus 168 juta, jawa timur mendominasi
Jumlah kendaraan di Indonesia 2025 capai 168 juta unit. Jawa Timur jadi penyumbang terbesar, sepeda motor dominasi 83%. Gambar : Kompas.com/Robertus Belarminus

Jawa Timur, MPN Indonesia 9 April 2025 - Jumlah kendaraan bermotor di Indonesia per April 2025 mencapai lebih dari 168 juta unit, menurut data terbaru dari Korps Lalu Lintas Kepolisian Indonesia (Korlantas Polri). 

Dari total ini, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kendaraan terbanyak di seluruh wilayah Indonesia.

Distribusi Jumlah Kendaraan Berdasarkan Provinsi

Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia dari data Electronic Registration Identification (ERI) Korps Lalu Lintas Kepolisian Indonesia (Korlantas Polri) yang diperbarui pada (6/4), jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 168.275.423 unit.

Sebelumnya, data per (25/3) mencatat jumlah sebesar 168.212.993 unit. Data ini mencakup seluruh jenis kendaraan, termasuk sepeda motor, mobil penumpang, mobil barang, bus, serta kendaraan khusus.

Provinsi dengan jumlah kendaraan terbanyak adalah Jawa Timur, dengan total mencapai 26.157.079 unit. Ini setara dengan kontribusi sebesar 15–15,5 persen dari total kendaraan nasional. 

Di provinsi Jawa Timur, sepeda motor mendominasi dengan jumlah 19,7 juta unit, diikuti oleh mobil penumpang sebanyak 5,5 juta unit. Kendaraan lainnya terdiri dari mobil barang sebanyak 802 ribu unit dan bus sebanyak 45 ribu unit.

Wilayah hukum Polda Metro Jaya, yang mencakup DKI Jakarta, Kota Depok, Tangerang Raya, dan Bekasi, menempati posisi kedua dengan total kendaraan sebanyak 24.524.780 unit atau 14,5 persen. 

Sepeda motor juga dominan dengan 19,5 juta unit, disusul mobil penumpang (3,9 juta unit), mobil barang (837 ribu unit), dan bus (53 ribu unit). Wilayah ini juga mencatat jumlah tertinggi untuk kendaraan khusus dengan 70.710 unit.

Baca Juga:  Kemacetan Parah di Jakarta Utara, Ambulans Terjebak hingga 2 Jam

Konsentrasi Kendaraan di Pulau Jawa dan Wilayah Lain

Sebagian besar kendaraan di Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa, yakni sebanyak 97.264.194 unit atau 59,26 persen dari total. 

Setelah Jawa Timur dan Metro Jaya, provinsi lainnya di Pulau Jawa yang mencatat jumlah kendaraan besar adalah Jawa Tengah (21,7 juta unit atau 12,9 persen), dan Jawa Barat (20,1 juta unit).

Di luar Pulau Jawa, Sulawesi Selatan mencatatkan jumlah kendaraan sebesar 8.213.295 unit, diikuti Sumatera Utara yang berada di posisi kelima secara nasional dengan sekitar 8,2 juta unit.

Sementara itu, wilayah lain menunjukkan distribusi lebih kecil. Pulau Sumatera menyumbang 20,61 persen dari total kendaraan nasional, Sulawesi 6,22 persen, Kalimantan 7,36 persen, Bali 3,15 persen, dan Nusa Tenggara 2,08 persen. 

Papua, meskipun merupakan pulau terluas, hanya menyumbang 0,84 persen kendaraan, dan Maluku serta Maluku Utara berada di angka 0,48 persen.

Dominasi Sepeda Motor dan Proporsi Jenis Kendaraan

Jenis kendaraan yang paling banyak beroperasi di Indonesia adalah sepeda motor, mencapai 83,7 persen atau sekitar 140,9 juta unit. 

Mobil penumpang menyusul dengan proporsi 12,2 persen atau sekitar 20,5 juta unit. Sisanya terdiri dari mobil barang sebanyak 6,3 juta unit, bus sekitar 297 ribu unit, dan kendaraan khusus sebanyak 167 ribu unit.

Implikasi Terhadap Wilayah dan Infrastruktur

Tingginya jumlah kendaraan di wilayah seperti Jawa Timur menunjukkan potensi tantangan dalam pengelolaan transportasi dan infrastruktur. 

Konsentrasi kendaraan di daerah ini memperkuat relevansi berita lokal dalam mengangkat isu-isu transportasi, kemacetan, dan kebutuhan pengembangan jalan raya serta transportasi publik.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending