Otomotif
Mobil Listrik vs Mobil Konvensional: Mana yang Lebih Hemat Biaya Operasional?
Perbandingan biaya mobil listrik dan bensin: pengisian energi, perawatan, hingga efisiensi operasional. Mana yang lebih hemat untuk jangka panjang?
MPN Indonesia 3 September 2025 - Perkembangan kendaraan listrik (EV) kini menjadi sorotan utama di industri otomotif global.
Pergeseran dari bahan bakar fosil ke energi listrik tidak hanya didorong oleh isu ramah lingkungan, tetapi juga oleh efisiensi biaya operasional yang diklaim lebih murah.
Namun, benarkah biaya penggunaan mobil listrik lebih hemat dibandingkan mobil berbahan bakar bensin?
Banyak calon pengguna masih mempertanyakan hal ini, terutama terkait pengisian daya, perawatan, hingga faktor pendukung lain yang memengaruhi pengeluaran jangka panjang.
Dikutip MPN Indonesia dari laman invi-indonesia.co.id dan geelyauto.id, berikut analisis perbandingan biaya antara mobil listrik dan mobil konvensional, mulai dari pengisian energi, efisiensi, hingga biaya perawatan.
Biaya Pengisian Energi
Mobil Listrik
Biaya pengisian dihitung dari tarif listrik per kWh dan kapasitas baterai.
Misalnya, untuk kapasitas baterai 40 kWh dengan tarif Rp2.466 per kWh, total biaya pengisian mencapai Rp98.640.
Rata-rata biaya per kilometer sekitar Rp1.500 hingga Rp2.000.
Mobil Bensin
Dengan konsumsi 10 liter per 100 km dan harga bensin Rp12.000 per liter, biaya perjalanan sejauh 100 km mencapai Rp120.000. Biaya per kilometer berkisar Rp3.000 hingga Rp4.000.
Efisiensi Energi
Mobil listrik memiliki efisiensi konversi energi sekitar 90%, jauh lebih tinggi dibanding mobil bensin yang hanya 20%–30%.
Efisiensi ini membuat konsumsi energi mobil listrik lebih rendah dan mengurangi biaya operasional.
Biaya Servis dan Perawatan
Mobil Listrik
Biaya servis tahunan berkisar Rp1.000.000–Rp2.000.000, dengan komponen utama baterai, motor listrik, dan sistem kelistrikan. Penggantian baterai dilakukan setiap 5–8 tahun.
Mobil Bensin
Biaya servis tahunan mencapai Rp2.500.000–Rp4.500.000, termasuk penggantian oli, filter, dan pengecekan sistem pembakaran.
Perawatan mobil bensin lebih mahal karena banyak komponen bergerak.
Lokasi dan Harga Pengisian
Mobil listrik mengisi daya di SPKLU dengan tarif Rp1.500–Rp2.466 per kWh.
Sementara itu, mobil bensin mengisi di SPBU dengan harga Rp12.000 per liter.
Biaya pengisian mobil listrik jauh lebih murah dibandingkan bensin.
Faktor Tambahan yang Perlu Dipertimbangkan
Harga Awal Kendaraan
Mobil listrik masih lebih mahal karena teknologi baterai. Namun, selisih harga ini dapat tertutup oleh biaya operasional yang lebih rendah dalam jangka panjang.
Jarak Tempuh dan Infrastruktur
Mobil listrik ideal untuk perjalanan jarak pendek di kota. Infrastruktur SPKLU terus berkembang, tetapi untuk perjalanan jauh, ketersediaan pengisian tetap harus diperhitungkan.
Biaya Penggantian Baterai
Baterai mobil listrik umumnya memiliki masa pakai 5–8 tahun dengan garansi hingga 8 tahun dari produsen.
Dukungan Pemerintah
Tersedia subsidi pembelian, tarif listrik SPKLU yang terjangkau, serta keringanan pajak untuk mendukung adopsi kendaraan listrik.
Inovasi Produsen
Produsen seperti Geely dan lainnya mengembangkan baterai berdaya tahan tinggi, manajemen energi cerdas, dan jaringan SPKLU yang terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
