Connect with us

Otomotif

Sederet Mitos dan Fakta tentang Kendaraan Listrik, Kamu Wajib Tahu!

Kendaraan listrik kerap diselimuti mitos soal emisi, baterai, dan jaringan listrik. Data terbaru menunjukkan EV lebih efisien energi dan ramah lingkungan dibanding mobil bensin.

Logompn

Published

on

Sederet mitos dan fakta tentang kendaraan listrik, kamu wajib tahu!
Ilustrasi mobil listrik. Gambar: Ilustrasi Canva.

MPN Indonesia 24 Januari 2026 - Kendaraan listrik (electric vehicle) kerap menjadi subjek berbagai mitos terkait dampaknya terhadap iklim, jaringan listrik, serta keandalan baterainya.

Dikutip MPN Indonesia melalui laman Environmental Protection Agency (EPA) pada Sabtu (24/1), di Amerika Serikat, perdebatan mengenai apakah mobil listrik dan motor listrik benar-benar ramah lingkungan atau tidak masih berlangsung.

Akan tetapi, data terbaru dari Departemen Energi AS dan berbagai lembaga riset menyatakan bahwa kendaraan listrik tetap memiliki jejak karbon lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin, bahkan jika mempertimbangkan emisi dari pembangkit listrik yang digunakan untuk pengisian daya.

Fakta menunjukkan bahwa meskipun pembangkitan listrik dapat menimbulkan polusi karbon, efisiensi kendaraan listrik dalam mengubah energi menjadi tenaga gerak jauh lebih tinggi dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.

Kendaraan listrik menggunakan sekitar 87%–91% energi dari baterai untuk menggerakkan kendaraan, sementara kendaraan bensin hanya mengonversi 16–25% energi dari bahan bakar menjadi tenaga.

Ini menjadikan electric vehicle lebih hemat energi secara keseluruhan, sekaligus lebih bersih dalam pengoperasiannya.

Meskipun proses produksi baterai mobil listrik menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih tinggi dibandingkan mobil bensin, emisi total sepanjang masa pakai kendaraan tetap lebih rendah pada kendaraan listrik.

Penelitian Argonne National Laboratory mencatat bahwa meskipun emisi dari pembuatan baterai tinggi, total emisi kendaraan listrik tetap lebih kecil dari kendaraan bensin berkat nol emisi saat pengoperasian.

Emisi, Produksi, dan Efisiensi Energi

Penambahan energi dalam proses produksi baterai menjadi penyumbang utama emisi dalam tahap awal.

Baca Juga:  Kenapa STNK Harus Diperpanjang? Begini Penjelasannya!

Akan tetapi, daur ulang baterai secara signifikan dapat mengurangi kebutuhan material baru dan mengurangi emisi.

Seiring dengan peningkatan energi terbarukan dalam jaringan listrik, pengisian daya kendaraan listrik pun semakin ramah lingkungan.

Misalnya, pada 2020, energi terbarukan menjadi sumber listrik kedua terbesar di AS.

Departemen Energi AS juga menyediakan kalkulator untuk memperkirakan emisi gas rumah kaca dari penggunaan mobil listrik berdasarkan lokasi pengguna, termasuk perbandingannya dengan mobil bensin.

Ketahanan Baterai dan Penggantian

Isu tentang baterai kendaraan listrik yang cepat rusak juga tidak terbukti.

Studi terhadap sekitar 15.000 kendaraan listrik model tahun 2011–2023 menunjukkan bahwa penggantian baterai akibat kerusakan hanya terjadi pada 2,5% kendaraan, dengan angka penggantian kurang dari 0,5% untuk kendaraan yang diproduksi sejak 2016.

Baterai kendaraan listrik modern dirancang untuk bertahan selama masa pakai kendaraan dan sebagian besar ditanggung oleh garansi pabrikan.

Data penggantian baterai menunjukkan tren penurunan signifikan:

  • 2011: 7,5%
  • 2012: 3,6%
  • 2013: 4,4%
  • 2014: 3,9%
  • 2015: 1,6%
  • 2016–2023: ≤ 0,5% per tahun

Dampak pada Jaringan Listrik

Peningkatan jumlah kendaraan listrik tidak secara langsung menyebabkan keruntuhan jaringan listrik.

Pengisian daya dapat dijadwalkan di luar jam sibuk, dan kendaraan listrik bahkan dapat membantu stabilisasi jaringan melalui sistem pengisian daya dua arah (vehicle-to-grid charging).

California, dengan lebih dari satu juta kendaraan listrik, mencatat bahwa konsumsi listrik dari pengisian EV hanya menyumbang kurang dari 1% dari total beban jaringan, termasuk saat jam sibuk.

Pada 2020, data Badan Informasi Energi AS menunjukkan bahwa konsumsi listrik untuk mengisi EV lebih rendah daripada konsumsi untuk pemanas air atau AC rumah tangga.

Infrastruktur Pengisian dan Jangkauan Kendaraan

Masih banyak anggapan bahwa kendaraan listrik tidak memiliki cukup stasiun pengisian. Faktanya, di AS tersedia lebih dari 77.000 stasiun dan 219.000 port pengisian daya publik.

Baca Juga:  Apa yang Menyebabkan Body Motor Kusam dan Lapuk?

Sebagian besar EV dapat diisi menggunakan stopkontak rumah tangga 120 volt (Level 1), sementara opsi 240 volt (Level 2) tersedia untuk pengisian lebih cepat.

Pemasangan stasiun pengisian daya juga semakin umum di apartemen dan kondominium.

Pemerintah AS telah mengalokasikan hingga $7,5 miliar melalui Undang-Undang Investasi Infrastruktur dan Pekerjaan untuk membangun jaringan nasional pengisi daya kendaraan listrik di berbagai komunitas dan sepanjang jalan raya.

Jarak Tempuh dan Standar keselamatan

Berkebalikan dengan anggapan bahwa jangkauan EV tidak cukup jauh, data Survei Perjalanan Rumah Tangga Nasional 2022 mencatat bahwa lebih dari 73% perjalanan menempuh jarak di bawah 10 mil, dan lebih dari 98% di bawah 75 mil.

Sebagian besar EV modern memiliki jangkauan lebih dari 200 mil per pengisian, dan semua model baru memiliki jangkauan minimal 100 mil.

Faktor seperti suhu dingin dapat memengaruhi jarak tempuh dengan potensi penurunan sekitar 40% akibat cuaca dan penggunaan pemanas.

Dari sisi keselamatan, kendaraan listrik harus memenuhi Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal yang sama dengan kendaraan bensin.

Selain itu, baterai EV memiliki standar pengujian khusus dan sistem keselamatan otomatis yang memutus aliran listrik jika terjadi kecelakaan atau korsleting.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending