Connect with us

Otomotif

Toyota Siapkan EREV 2027 di China, Apa Bedanya dengan Hybrid?

Toyota menyiapkan mobil EREV pertamanya untuk diproduksi pada 2027 di China. Simak cara kerja, beda EREV dan hybrid, target produksi hingga modelnya.

Logompn

Published

on

Toyota Siapkan EREV 2027 di China, Apa Bedanya dengan Hybrid
Toyota Siapkan EREV 2027 di China, Apa Bedanya dengan Hybrid. Gambar: Dok. Carscoops

MPN Indonesia 27 September 2026 - Toyota dikabarkan tengah menyiapkan extended-range electric vehicle (EREV) pertamanya yang akan diproduksi di China mulai April 2027.

Mobil tersebut akan tetap mengandalkan motor listrik untuk penggerak utama, tetapi dilengkapi mesin bensin yang berfungsi sebagai range extender atau sumber energi tambahan ketika daya baterai berkurang.

Berdasarkan laporan Nikkei Asia yang dikutip CnEVPost, Toyota diperkirakan memulai produksi EREV dalam jumlah terbatas sebelum meningkatkan volumenya menjadi sekitar 200.000 unit sepanjang 2027.

Target produksi kemudian disebut meningkat menjadi sekitar 400.000 unit pada 2028.

Kehadiran EREV akan menambah pilihan teknologi elektrifikasi Toyota setelah perusahaan selama ini mengembangkan hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), battery electric vehicle (BEV), hingga kendaraan berbahan bakar hidrogen.

Namun, EREV Toyota tersebut untuk sementara diarahkan ke pasar China.

Nama model, spesifikasi baterai, mesin, harga, maupun kemungkinan pemasarannya di luar China belum diumumkan.

Apa Itu EREV?

EREV merupakan singkatan dari extended-range electric vehicle, yaitu kendaraan listrik yang menggunakan motor listrik untuk memberikan tenaga penggerak, tetapi memiliki sumber tenaga tambahan berupa mesin pembakaran internal dan generator.

Secara sederhana, mobil EREV dapat berjalan menggunakan energi yang tersimpan di baterai seperti mobil listrik pada umumnya.

Ketika energi baterai berkurang, mesin bensin dapat bekerja untuk menghasilkan listrik melalui generator sehingga kendaraan dapat melanjutkan perjalanan.

Konsep range extender sudah lama dikembangkan dalam industri otomotif.

SAE menjelaskan kendaraan jenis ini sebagai kendaraan listrik yang memiliki unit tambahan berupa mesin dan generator untuk mempertahankan pengoperasian kendaraan setelah energi baterai berkurang.

Oleh karena itu, mesin bensin pada sistem EREV tidak memiliki peran yang sama dengan mesin pada mobil konvensional.

Pada konfigurasi series hybrid yang lazim digunakan pada EREV, motor listrik menjadi sumber utama untuk menggerakkan roda, sedangkan mesin pembakaran internal menghasilkan energi listrik.

Departemen Energi Amerika Serikat juga menjelaskan bahwa kendaraan plug-in dengan konfigurasi seri menggunakan motor listrik sebagai penggerak roda, sementara mesin pembakaran digunakan untuk menghasilkan listrik bagi sistem tersebut.

Bagaimana Cara Kerja Mobil EREV?

Cara kerja EREV dapat dipahami melalui aliran energi kendaraan.

Baca Juga:  Toyota Bikin Alphard Versi Murah, Harganya Beda Rp349 Jutaan!

Saat baterai masih memiliki energi yang cukup, kendaraan dapat berjalan menggunakan tenaga listrik yang tersimpan di baterai.

Motor listrik kemudian mengubah energi tersebut menjadi tenaga untuk menggerakkan kendaraan.

Ketika kapasitas baterai menurun sampai batas tertentu, mesin bensin dapat mulai bekerja.

Namun, tenaga dari mesin tersebut pada konfigurasi EREV seri tidak menjadi sumber utama yang langsung menggerakkan roda.

Mesin digunakan untuk memutar generator dan menghasilkan listrik.

Energi tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk memasok motor listrik maupun mempertahankan tingkat daya baterai.

Dengan cara tersebut, pengendara tetap mendapatkan karakter penggerak listrik sekaligus memiliki sumber energi tambahan ketika perjalanan melebihi jangkauan baterai.

Inilah alasan teknologi tersebut disebut extended-range electric vehicle, karena keberadaan mesin dan generator berfungsi memperpanjang kemampuan perjalanan kendaraan listrik.

Apa Bedanya EREV, Hybrid, PHEV, dan Mobil Listrik?

EREV sering disamakan dengan mobil hybrid karena sama-sama memiliki motor listrik, baterai, dan mesin pembakaran internal.

Namun, cara keduanya memanfaatkan mesin berbeda.

Teknologi Motor Listrik Mesin Bensin Bisa Dicas Penggerak Utama
BEV Ya Tidak Ya Motor listrik
HEV Ya Ya Umumnya tidak melalui sumber eksternal Mesin dan motor listrik
PHEV Ya Ya Ya Motor listrik dan/atau mesin
EREV Ya Ya Ya Utamanya motor listrik

Pada HEV, mesin bensin dan motor listrik dapat bekerja secara bergantian maupun bersamaan untuk menggerakkan kendaraan.

Sementara pada PHEV, kapasitas baterainya biasanya lebih besar dan dapat diisi melalui sumber listrik eksternal.

Beberapa konfigurasi PHEV juga memungkinkan mesin bensin terhubung secara mekanis dengan roda.

Departemen Energi AS menjelaskan konfigurasi hybrid dan plug-in hybrid dapat dibedakan menjadi sistem paralel dan seri.

Pada sistem paralel, mesin serta motor listrik dapat terhubung ke roda. Pada konfigurasi seri, motor listrik menjadi penggerak roda sementara mesin menghasilkan listrik.

Karakter tersebut membuat EREV berada di antara pengalaman menggunakan mobil listrik murni dan fleksibilitas kendaraan dengan bahan bakar cair.

Toyota EREV Mulai Diproduksi Kapan?

Toyota dilaporkan akan memulai produksi kendaraan EREV di China pada April 2027.

Produksinya disebut dimulai dalam skala beberapa ratus unit per bulan. Namun, kapasitas tersebut diperkirakan meningkat dengan cepat.

Toyota disebut menargetkan sekitar 200.000 unit EREV sepanjang 2027, sebelum meningkat menjadi sekitar 400.000 unit pada 2028.

Apabila rencana tersebut terealisasi, EREV akan menjadi bagian baru yang cukup besar dalam portofolio kendaraan elektrifikasi Toyota.

Sebagai perbandingan, laporan yang sama menyebut Toyota menjual sekitar 200.000 unit BEV dan 180.000 unit PHEV secara global sepanjang 2025.

Meski demikian, angka produksi EREV tersebut masih berasal dari laporan media dan belum menjadi pengumuman produk lengkap dari Toyota.

Kenapa Toyota Memilih China untuk Mobil EREV Pertamanya?

China menjadi salah satu pasar paling penting bagi pengembangan kendaraan elektrifikasi.

Baca Juga:  Harga Toyota Veloz Hybrid, Start Rp300 Jutaan!

Toyota sendiri menyebut China sebagai pasar yang sangat maju dalam elektrifikasi dan memiliki proporsi penjualan BEV yang tinggi.

Perusahaan juga telah mengembangkan sejumlah kendaraan yang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen China.

Toyota bahkan telah memperkuat pengembangan teknologi kendaraan secara lokal di China dengan melibatkan Intelligent ElectroMobility R&D Center by Toyota atau IEM by Toyota.

Strategi tersebut mencakup pengembangan kendaraan elektrifikasi, pemanfaatan pemasok lokal, penyesuaian desain komponen hingga percepatan pengembangan teknologi yang sesuai dengan kondisi pasar China.

Pasar China juga memiliki ekosistem kendaraan EREV yang jauh lebih berkembang dibandingkan banyak negara lain.

Data yang dikutip CnEVPost menunjukkan penjualan ritel EREV di China mencapai sekitar 616.000 unit selama Januari hingga Agustus 2026.

Artinya, meski segmen tersebut menghadapi penurunan secara tahunan, volumenya tetap cukup besar.

Kondisi tersebut membuat China menjadi pasar yang relevan bagi Toyota untuk mengembangkan teknologi EREV.

Toyota bZ3X Jadi Kandidat Mobil EREV?

Sampai 26 September 2026, Toyota belum mengumumkan model mana yang akan menjadi kendaraan EREV pertamanya.

Namun, Toyota bZ3X menjadi salah satu model yang mendapat perhatian.

bZ3X merupakan SUV listrik yang dikembangkan Toyota bersama Guangzhou Automobile Group (GAC), GAC Toyota, dan pusat pengembangan Toyota di China.

Toyota pertama kali memperkenalkan bZ3X sebagai kendaraan yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan konsumen China.

Model tersebut mengusung konsep SUV keluarga dengan ruang kabin besar dan berbagai teknologi pintar.

Hubungan Toyota dengan GAC membuat bZ3X kerap dikaitkan dengan kemungkinan pengembangan EREV.

bZ3X juga menggunakan basis yang memiliki hubungan erat dengan produk listrik GAC.

Namun, sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi Toyota yang menyatakan bZ3X pasti menjadi EREV pertama perusahaan.

Karena itu, bZ3X lebih tepat disebut sebagai salah satu kandidat yang diberitakan, bukan model EREV Toyota yang sudah dikonfirmasi.

Apakah Jarak Tempuh Toyota EREV Bisa 1.000 Km?

Kemampuan menjangkau perjalanan jauh menjadi salah satu daya tarik utama EREV.

Sejumlah kendaraan EREV yang dipasarkan di China menawarkan kombinasi jangkauan baterai dan mesin range extender sehingga total jarak tempuhnya dapat mencapai atau bahkan melebihi 1.000 kilometer.

Namun, angka tersebut belum bisa digunakan sebagai spesifikasi Toyota EREV.

Toyota belum mengumumkan kapasitas baterai, ukuran tangki bahan bakar, konsumsi energi, motor listrik maupun total jarak tempuh kendaraan EREV yang sedang disiapkannya.

Dengan demikian, klaim jarak tempuh sekitar 1.000 km saat ini lebih tepat digunakan untuk menggambarkan kemampuan beberapa produk dalam kategori EREV secara umum, bukan sebagai angka resmi milik Toyota.

Apakah EREV Tetap Harus Dicas?

EREV pada dasarnya tetap memiliki baterai yang dapat memperoleh energi dari sumber listrik eksternal.

Baca Juga:  Spesifikasi Lengkap Toyota Land Cruiser FJ 2026, Berapa Harganya?

Artinya, pengguna tetap dapat mengecas baterai seperti kendaraan plug-in lainnya.

Perbedaannya, EREV mempunyai sumber energi tambahan ketika kapasitas baterai berkurang.

Mesin bensin dan generator dapat membantu menghasilkan listrik sehingga pengendara tidak sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian daya selama perjalanan jauh.

Namun, keberadaan mesin bensin bukan berarti pengecasan menjadi tidak diperlukan.

Mengisi baterai secara rutin memungkinkan kendaraan memaksimalkan penggunaan energi listrik dan mengurangi kebutuhan menjalankan mesin range extender.

Apakah Toyota EREV Akan Masuk Indonesia?

Untuk saat ini, belum ada informasi resmi mengenai Toyota EREV untuk pasar Indonesia.

Laporan mengenai kendaraan tersebut masih berfokus pada produksi dan pemasaran di China.

Toyota juga belum mengumumkan apakah teknologi range extender yang dikembangkan untuk pasar China nantinya akan dibawa ke Jepang, Asia Tenggara, Eropa, Amerika Serikat maupun pasar lainnya.

Karena itu, belum dapat dipastikan apakah EREV akan menjadi bagian dari lini kendaraan Toyota di Indonesia.

Pengembangan khusus untuk China sebenarnya sejalan dengan strategi Toyota yang semakin menyesuaikan produk elektrifikasinya berdasarkan karakter masing-masing wilayah.

Toyota sebelumnya menyatakan akan tetap menjalankan pendekatan multi-pathway, yakni menyediakan berbagai teknologi elektrifikasi sesuai kebutuhan konsumen, infrastruktur, dan kondisi energi di setiap pasar.

EREV Perkuat Strategi Multi-Pathway Toyota

Kehadiran EREV menunjukkan Toyota berpotensi menambah satu lagi pilihan dalam strategi elektrifikasinya.

Selama bertahun-tahun, produsen asal Jepang tersebut tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik murni.

Toyota masih mengembangkan dan menjual HEV, PHEV, BEV hingga fuel cell electric vehicle (FCEV).

Perusahaan menilai kebutuhan kendaraan elektrifikasi dapat berbeda antara satu negara dengan negara lainnya, sehingga tidak hanya bergantung pada satu jenis teknologi.

Pendekatan serupa juga terlihat di China.

Toyota telah memperluas jajaran kendaraan listriknya melalui bZ4X, bZ3, bZ3X, bZ5 hingga bZ7.

Toyota menyebut model-model yang dikembangkan untuk China sebagai bagian dari strategi mempercepat elektrifikasi sekaligus memenuhi kebutuhan konsumen lokal.

Apabila rencana produksi EREV pada 2027 terealisasi, teknologi tersebut akan menjadi pilihan tambahan Toyota di tengah persaingan kendaraan energi baru yang semakin ketat.

FAQ Toyota EREV

Apa itu Toyota EREV?

Toyota EREV merujuk pada kendaraan extended-range electric vehicle yang dilaporkan sedang disiapkan Toyota.

Kendaraan menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama dan memiliki mesin pembakaran internal serta generator untuk memperpanjang kemampuan perjalanan.

Kapan Toyota EREV Diluncurkan?

Produksi Toyota EREV dilaporkan akan dimulai di China pada April 2027. Namun, Toyota belum mengumumkan secara resmi tanggal peluncuran maupun penjualan model tersebut.

Berapa Target Produksi Toyota EREV?

Toyota dilaporkan menargetkan produksi sekitar 200.000 unit pada 2027 dan meningkat menjadi sekitar 400.000 unit pada 2028.

Apa Model Toyota EREV Pertama?

Belum ada model yang dikonfirmasi. Toyota bZ3X menjadi salah satu model yang dikaitkan dengan rencana tersebut, tetapi Toyota belum mengumumkannya sebagai EREV pertama.

Apakah EREV Sama dengan Hybrid?

Tidak sepenuhnya. Keduanya memiliki mesin pembakaran dan motor listrik, tetapi pada EREV motor listrik menjadi penggerak utama, sedangkan mesin terutama berperan sebagai sumber energi bagi generator dalam konfigurasi range extender.

Apakah Toyota EREV Bisa Menempuh 1.000 km?

Toyota belum mengumumkan jarak tempuh resmi EREV pertamanya. Sejumlah EREV di China mampu menawarkan total jarak tempuh sekitar atau lebih dari 1.000 km, tetapi angka tersebut belum menjadi spesifikasi resmi Toyota EREV.

Apakah Toyota EREV Akan Dijual di Indonesia?

Belum ada pengumuman mengenai pemasaran Toyota EREV di Indonesia. Untuk sementara, pengembangannya dilaporkan difokuskan untuk China.

 (AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending