Connect with us

Otomotif

Waspadai Oli Palsu! Kenali Ciri-Ciri dan Dampaknya bagi Mesin Kendaraan Anda

Penggunaan oli palsu bisa merusak mesin mobil dan motor. Kenali ciri-ciri oli palsu dan tips menghindarinya!

Logompn

Published

on

Waspadai oli palsu! kenali ciri ciri dan dampaknya bagi mesin kendaraan anda
Waspadai Oli Palsu! Kenali Ciri-Ciri dan Dampaknya bagi Mesin Kendaraan Anda. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 9 November 2025 - Penggunaan oli palsu pada kendaraan, baik motor maupun mobil, dapat menimbulkan kerusakan serius pada mesin.

Salah satu cara membedakan oli asli dan palsu adalah dengan mencermati kondisi fisik oli saat penggantian.

Apin, pemilik toko Pelita Oil di kawasan sentra mobil Blok M, Jakarta Selatan, menyatakan bahwa tanda-tanda oli palsu bisa langsung terlihat saat dituangkan.

“Kalau kita pas ganti oli, biasanya langsung tahu, ‘Oh, ini oli palsu.’ Pas dituang kelihatan bedanya. Tapi kalau misalnya kita cek dari kondisi mesin tinggal buka tutup klepnya,” kata Apin, dikutip MPN Indonesia dari Kompas.com, Sabtu (8/11).

Ciri khas oli palsu adalah menyebabkan timbulnya kerak dan lumpur pada ruang mesin.

Hal ini disebabkan oleh rendahnya kemampuan oli palsu dalam melumasi dan menahan panas mesin, sehingga residu pembakaran menumpuk.

“Kalau kelihatan berkerak dan berlumpur, itu tandanya olinya bermasalah,” ujar Apin.

Kerusakan semacam ini telah ditemukan pada berbagai model mobil, termasuk Mitsubishi Pajero, Xpander, Outlander, Toyota Camry, hingga Honda CR-V.

Oli palsu lebih sering ditemukan pada mobil dibandingkan motor, karena mayoritas konsumen di toko tersebut adalah pemilik mobil.

Oleh karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk memahami tips dan trik otomotif guna menghindari penggunaan oli palsu yang bisa merusak mesin.

Dampak Oli Palsu pada Mesin

Menurut Apin, oli palsu tidak mampu menjalankan fungsi utamanya dalam melumasi dan menjaga suhu mesin.

Akibatnya, kotoran dan sisa pembakaran menumpuk, membentuk kerak dan lumpur di ruang mesin.

Penumpukan ini bisa menyumbat saluran oli, memperburuk kondisi mesin, dan mengurangi performa kendaraan.

Baca Juga:  10 Mobil Terlaris di Indonesia Agustus 2026

Kerusakan tersebut muncul saat mesin dibuka, menunjukkan oli yang sudah berlumpur.

Tips dan Trik Hindari Oli Palsu

Untuk menghindari risiko penggunaan oli palsu, Apin menyarankan agar pemilik kendaraan membeli oli hanya dari toko resmi atau bengkel terpercaya.

Selain menjamin keaslian produk, langkah ini juga penting untuk menjaga umur panjang mesin kendaraan.

Pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan jadwal penggantian oli.

“Umur oli itu tergantung dari kualitas oli yang dipakai. Kalau oli standar, oli bawaan pabrikan atau OEM, seharusnya ganti setiap 5.000 kilometer, jangan sampai 10.000. Itu yang benar. Kecuali kalau pakai oli yang kualitasnya lebih bagus, yang harganya dua kali lipat, baru bisa sampai 10.000 kilometer,” jelas Apin.

Pentingnya Memahami Fungsi Oli

Oli memiliki peran vital dalam menjaga kinerja mesin, baik pada motor maupun mobil.

Fungsi utama oli meliputi pelumasan, pendinginan, dan pembersihan mesin dari kotoran hasil pembakaran.

Oli asli diproduksi dengan standar tertentu untuk memastikan daya tahan dan efisiensi mesin tetap optimal.

Sementara itu, oli palsu umumnya tidak memiliki sertifikasi kualitas dan sering dikemas ulang agar menyerupai produk asli.

Hal ini menyulitkan konsumen dalam membedakan antara produk asli dan tiruan, sehingga edukasi mengenai tips dan trik otomotif menjadi sangat penting.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending