Connect with us

Politik

BUMN Bagi-bagi Bonus saat Merugi, Prabowo: Brengsek Bener Itu!

Dalam sambutan di Munas PKS, Prabowo menyoroti praktik sejumlah direksi dan komisaris BUMN yang tetap menerima bonus meskipun perusahaan dalam keadaan merugi.

Logompn

Published

on

Sindir bumn yang bagi bagi bonus saat merugi, prabowo brengsek bener itu!
Sindir BUMN yang Bagi-bagi Bonus saat Merugi, Prabowo: Brengsek Bener Itu! | Gambar: Dok. Sekretariat Kabinet

MPN Indonesia 1 Oktober 2025 - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk segera melakukan reformasi internal.

Saat membuka Musyawarah Nasional ke-6 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta pada Senin (29/9), ia menyoroti praktik sejumlah direksi dan komisaris BUMN yang tetap menerima bonus meskipun perusahaan dalam keadaan merugi.

Ia menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan oleh negara. Presiden menyebut bahwa tindakan semacam ini tidak dapat ditoleransi.

“Kadang-kadang (direksi-komisaris BUMN) nekat-nekat mereka itu, diberi kepercayaan negara dia kira itu perusahaan nenek moyang. Perusahaan rugi dia tambah bonus untuk dirinya sendiri, brengsek bener itu,” tegasnya dalam pidato, dikutip MPN Indonesia dari siaran langsung di kanal YouTube PKSTV pada Rabu (1/10) .

Prabowo Minta BUMN ‘Bersih-bersih’

Sebelumnya, Prabowo menginstruksikan para pengelola BUMN untuk melakukan proses bersih-bersih di lingkungan tersebut.

“Manajemen saya perintahkan bersihkan itu BUMN,” ucapnya.

Ia bahkan sempat melempar kelakar mengenai niatnya untuk meminta lembaga penegak hukum mengejar para pejabat yang terlibat dalam penyimpangan tersebut.

“Saya mau kirim Kejaksaan dan KPK untuk kejar-kejar itu, bagaimana saudara perlu dikejar atau tidak?” ujarnya disambut tawa peserta Munas PKS.

BUMN Harusnya Kasih Untung 10% per Tahun

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengungkapkan bahwa idealnya BUMN dapat memberikan keuntungan sebesar 10 persen dari total nilai aset yang dikelola.

“Kalau dagang yang biasa harusnya hasilnya itu, yang wajarnya itu 10% dari aset. Kalau aset kita 100, harusnya tiap tahun kita dapat 10 persen,” kata Prabowo.

Baca Juga:  Ulang Tahun ke-64, Jokowi Terima Kiriman Bunga dari Prabowo

Dari aset US$1.060 miliar yang dimiliki Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Prabowo menyebut negara seharusnya bisa memperoleh US$100 miliar atau setara dengan Rp1.665 triliun.

Namun, ia menyadari bahwa target tersebut cukup berat untuk dicapai. Prabowo berharap jika setidaknya return on asset (RoA) BUMN bisa mencapai 5 persen, maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan mengalami defisit.

“Oke deh 5%, harusnya US$ 50 miliar kan, berarti Rp 800 triliun, nggak defisit kita,” ujarnya.

Oleh karena itu, Prabowo melonggarkan target keuntungan menjadi 5 persen atau bahkan 3 persen, dengan catatan bahwa perbaikan kinerja harus tetap dilakukan secara signifikan.

Ia memberi jangka waktu dua hingga empat tahun ke depan kepada Danantara untuk menata ulang sistem dan mengejar target yang telah ditetapkan.

“Kita kasih target mereka ini dalam tiga tahun, kita tunggu hasil mereka. Insyaallah akan mencapai yang kita harapkan,” imbuhnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending