Politik
Bupati Pati Sudewo Diperiksa KPK 7 Jam soal Korupsi Jalur KA
Bupati Pati, Sudewo, memenuhi panggilan penyidik KPK pada Rabu (27/8) di Gedung Merah Putih, Jakarta.
MPN Indonesia 28 Agustus 2025 - Bupati Pati, Sudewo, memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (27/8) di Gedung Merah Putih, Jakarta.
Pemeriksaan ini dilakukan dalam rangka pendalaman perkara dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada periode 2019–2022.
Irit Bicara
Sudewo tiba di Gedung KPK sekitar pukul 09.40 WIB dengan mengenakan masker dan kemeja batik. Ia tampak didampingi oleh beberapa orang.
Saat dimintai keterangan oleh awak media mengenai kehadirannya, Sudewo singkat menjawab.
“Ya memenuhi panggilan,” kata Sudewo.
Ia mengatakan bahwa dirinya tidak membawa dokumen atau berkas apa pun untuk keperluan pemeriksaan hari itu.
Diperiksa sebagai Saksi
Setelah menjalani pemeriksaan selama hampir tujuh jam, Sudewo keluar dari ruang penyidik sekitar pukul 16.33 WIB.
Usai selesai diperiksa, ia menyampaikan bahwa dirinya dipanggil sebagai saksi dalam penyelidikan tersebut.
“Ya, saya dipanggil dimintai keterangan sebagai saksi. Semua pertanyaan saya jawab sejujur-jujurnya dan apa adanya,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan, penyidik turut menanyakan dugaan aliran dana kepada Sudewo.
Namun, Sudewo menegaskan bahwa dana yang dipermasalahkan telah dijelaskan dalam pemeriksaan sebelumnya.
“Itu sudah dijelaskan dalam pemeriksaan kira-kira dua tahun yang lalu. Bahwa itu uang pendapatan dari DPR RI. Semua rinci, ada pemasukan, pendapatan, ada pengeluaran,” jelasnya.
Kasus Suap Proyek DJKA
Pemanggilan terhadap Sudewo dilakukan dalam rangka pengembangan perkara yang awalnya dibuka oleh KPK pada 2023.
Kasus ini melibatkan dugaan suap dalam proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di berbagai wilayah Indonesia.
Pada tahap awal penyidikan, KPK telah menetapkan 10 orang tersangka pada 13 April 2023, terdiri atas:
- Harno Trimadi (Direktur Prasarana Perkeretaapian)
- Bernard Hasibuan (PPK Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah)
- Putu Sumarjaya (Kepala BTP Jawa Bagian Tengah)
- Syntho Pirjani Hutabarat (PPK BTP Jawa Bagian Barat)
- Achmad Affandi (PPK Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan)
- Fadilansyah (PPK Perawatan Prasarana Perkeretaapian)
Mereka disebut sebagai penerima suap. Sementara itu, pihak yang memberi suap adalah:
- Dion Renato Sugiarto (Direktur PT Istana Putra Agung)
- Muchamad Hikmat (Direktur PT Dwifarita Fajarkharisma)
- Yoseph Ibrahim (Direktur PT KA Manajemen Properti, hingga Februari 2023)
Dalam perkembangan kasus, jumlah tersangka bertambah menjadi 19 orang ditambah satu korporasi.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
