Berita
Maruarar Sirait Siap Sumbang 2 Hektare untuk Program 3 Juta Rumah Prabowo-Gibran
Maruarar Sirait mengumumkan dukungan nyata untuk program pembangunan 3 juta rumah dengan menyumbangkan tanah seluas 2 hektare.
MPN Indonesia 28 Oktober 2024 - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengumumkan kesiapannya mendukung program pembangunan 3 juta rumah dengan menyumbangkan tanah pribadinya seluas 2 hektare.
Langkah ini menjadi bentuk dukungan nyata bagi program Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka serta mendorong kalangan pengusaha swasta untuk turut berkontribusi dalam penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pengumuman ini disampaikan Maruarar pada (27/10) di Rusun Pasar Rumput, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Ajak Pengusaha Swasta Gotong Royong untuk Pembangunan Perumahan
Maruarar Sirait dalam pernyataannya mengajak pengusaha swasta untuk berpartisipasi aktif dalam penyediaan lahan dan pembangunan unit-unit rumah.
Ia menekankan pentingnya memberikan contoh nyata dari diri sendiri untuk mendukung program perumahan ini.
“Contoh itu harus dimulai dari kita sendiri,” ucap Maruarar, sembari menambahkan bahwa lahan sumbangannya akan diserahkan pada pertengahan November 2024.
Sebagai mantan pengusaha, Maruarar menyatakan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan masyarakat dengan jabatan yang ia emban sekarang.
Oleh karenanya, ia merasa berkewajiban untuk memulai kontribusi ini dari dirinya sendiri sebelum mengajak pihak lain berpartisipasi.
Sumbangan Tanah 2 Hektare sebagai Teladan bagi Pengusaha Swasta
Maruarar mengonfirmasi akan menyumbangkan tanah seluas 2 hektare sebagai bagian dari program perumahan nasional.
Ia berharap langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak di sektor swasta untuk memberikan kontribusi serupa, baik melalui donasi lahan maupun dukungan lain dalam program 3 juta rumah.
“Kita harus kasih contoh, nggak bisa nyuruh-nyuruh aja,” tegasnya.
Kolaborasi Negara dan Swasta dalam Program 3 Juta Rumah
Dalam program pembangunan 3 juta rumah, Maruarar menyebutkan bahwa keterlibatan sektor swasta sangat dibutuhkan mengingat keterbatasan anggaran pemerintah.
Model kolaborasi ini diharapkan menciptakan sistem pembangunan berkelanjutan melalui sumbangan lahan, donasi dari pengusaha, serta kontribusi jasa konstruksi.
“Tanah dari swasta, hibah, sumbangan, membangunnya dan isinya dari swasta juga. Yang kita mau buat adalah kepedulian, kegotongroyongan,” kata Maruarar.
Implementasi Model Sumbangan pada 10 November
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan dari pihak swasta dalam bentuk donasi tanah, sumbangan untuk pembangunan, serta pemenuhan kebutuhan proyek perumahan rakyat ini.
Sebagai langkah awal, Maruarar mengungkapkan bahwa model sumbangan tanah ini akan mulai diterapkan pada (10/11).
Program ini bertujuan mengatasi keterbatasan anggaran negara serta menyalurkan bantuan dari pihak swasta yang berkomitmen mendukung kesejahteraan rakyat.
Ia berharap tanggal peluncuran ini dapat menjadi momentum awal bagi model gotong royong dalam skala nasional.
“Anggaran negara nggak mungkin cukup. Jadi kita akan juga mengajak teman-teman semua swasta untuk kepedulian sosial,” ujar Maruarar.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
