Politik
Menlu Adukan Israel ke Dewan Keamanan PBB soal Kekerasan terhadap Aktivis GSF
Menlu Sugiono mengadukan kekerasan yang dilakukan Israel terhadap WNI relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 ke PBB.
MPN Indonesia 26 Mei 2026 - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengadukan dugaan kekerasan yang dilakukan militer Israel terhadap WNI relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
Pernyataan itu disampaikan Sugiono saat menyambut kedatangan sembilan WNI yang telah dibebaskan dari penahanan Israel di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5).
“Kementerian Luar Negeri juga telah menyampaikan kecaman ini di DK PBB pada 21 Mei lalu. Ini merupakan suatu tindakan yang tidak bisa diterima dan tidak boleh dibiarkan,” tegas Sugiono.
Sugiono: Israel Langgar Hukum Internasional
Sugiono menyatakan tindakan militer Israel terhadap relawan kemanusiaan adalah bentuk pelanggaran hukum internasional.
“Tindakan militer Israel terhadap relawan kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” ujar Sugiono.
“Segala bentuk tindakan yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla oleh militer Israel merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” sambungnya.
Sugiono pun mengecam tindakan Israel. Menurutnya, apa yang dilakukan Israel kepada para relawan kemanusiaan merupakan tindakan yang merendahkan martabat warga sipil.
“Tindakan sewenang-wenang yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional,” tegasnya.
Misi Global Sumud Flotilla
Global Sumud Flotilla (GSF) merupakan misi kemanusiaan internasional yang bertujuan mengirimkan bantuan ke Gaza melalui jalur laut.
Misi tersebut melibatkan aktivis kemanusiaan, tenaga medis, jurnalis, serta relawan dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pada Senin (18/5), sejumlah kapal yang tergabung dalam GSF dilaporkan diintersep militer Israel saat bergerak menuju wilayah perairan di sekitar Gaza.
Insiden tersebut menyebabkan puluhan relawan ditahan, termasuk sembilan WNI yang berada di beberapa kapal berbeda.
Penahanan ini memicu perhatian internasional karena para relawan merupakan warga sipil nonmiliter yang menjalankan misi kemanusiaan.
Setelah sebagian relawan dibebaskan, muncul kesaksian mengenai dugaan kekerasan selama masa penahanan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
