Connect with us

Politik

Perdana Rapat di DPR usai Dilantik jadi Menkeu, Purbaya Kena Sentil Anggota Komisi XI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditegur di rapat perdana DPR soal gaya bicara. Ia berjanji lebih hati-hati dan meminta maaf atas pernyataan kontroversial.

Logompn

Published

on

Perdana rapat di dpr usai dilantik jadi menkeu, purbaya kena sentil anggota komisi xi
Perdana Rapat di DPR usai Dilantik jadi Menkeu, Purbaya Kena Sentil Anggota Komisi XI. Gambar : Tangkapan Layar YouTube/TVR Parlemen

MPN Indonesia 11 September 2025 - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri rapat kerja perdananya bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/9).

Dalam pertemuan tersebut, ia mendapat teguran dari salah satu anggota dewan terkait gaya komunikasinya yang dinilai terlalu bebas.

Teguran itu muncul tidak lama setelah Purbaya menyampaikan pengantar dan mengakui dirinya kini tidak bisa lagi berbicara secara lepas seperti saat masih menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Kalau waktu ketua LPS, saya katanya ngomongnya kayak agak koboi, sekarang enggak boleh saya, Pak. Saya baru merasakan dampaknya, rupanya beda,” ujar Purbaya di hadapan anggota Komisi XI, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube TVR Parlemen, Kamis (11/9).

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi XI dari Fraksi Golkar, Melchias Marcus Mekeng  , menyampaikan kritik.

“Pak Menteri, boleh koboi, tapi ada isinya,” kata Mekeng.

Purbaya pun menanggapi singkat, “Siap, siap. Terima kasih, Pak,” sebelum melanjutkan pemaparan agenda kerja dan anggaran Kementerian Keuangan untuk tahun anggaran 2026.

Gaya Bicara dan Dampaknya di Jabatan Baru

Dalam rapat, Purbaya menjelaskan bahwa perubahan gaya komunikasinya dilakukan karena posisinya sebagai menteri keuangan membuat setiap ucapan lebih disorot publik.

Ia menyebut kini akan lebih berhati-hati dan berpegang pada naskah yang disiapkan staf.

“Sekarang saya akan stick pada pidato yang sudah disiapkan oleh staf saya di sini, Pak. Jadi, enggak ada session bebas lagi,” jelasnya.

Purbaya mengakui bahwa saat masih di LPS, gaya bicara blak-blakan tidak menimbulkan masalah. Namun, kini situasinya berbeda.

Baca Juga:  Tidur Hanya 2-4 Jam Setiap Malam, PM Jepang Sanae Takaichi: Saya Merasa Itu Buruk untuk Kulit Saya

“Saya masih pejabat baru di sini. Menterinya juga menteri kagetan. Jadi, kalau ngomong katanya, kalau kata Ibu Sri Mulyani kayak koboi. Waktu di LPS sih nggak ada yang monitor, jadi saya tenang. Ternyata di (Kementerian) Keuangan beda, Ibu. Salah ngomong langsung dipelintir sana-sini,” ungkap Purbaya saat konferensi pers usai serah terima jabatan di Kantor Kemenkeu, Selasa (9/9).

Pernyataan Kontroversial dan Permintaan Maaf

Sebelum rapat, Purbaya sempat menuai kritik setelah pernyataannya mengenai tuntutan 17+8 dalam aksi demonstrasi. Ia menyebut hal itu sebagai suara dari sebagian kecil masyarakat.

“Basically begini, itu kan suara sebagian kecil rakyat kita, kenapa mungkin sebagian ngerasa keganggu, hidupnya masih kurang ya,” tutur Purbaya pada konferensi pers di Kementerian Keuangan, Senin (8/9), belum genap satu hari setelah dilantik.

Ia menambahkan bahwa dengan pertumbuhan ekonomi 6–7 persen, protes tersebut akan mereda.

“Once, saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6 persen, 7 persen itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo,” tambahnya.

Pernyataan ini viral dan menuai respons negatif. Purbaya kemudian menyampaikan permintaan maaf.

“Kemarin kalau ada kesalahan, saya mohon maaf,” pungkasnya.

Ia menegaskan akan lebih berhati-hati dalam memberi pernyataan publik ke depannya.

Transisi dari LPS ke Kementerian Keuangan

Sebelum menjadi menteri keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS. Saat itu, ia mengaku tidak mendapatkan banyak sorotan publik.

Kini, setelah menggantikan Sri Mulyani Indrawati, Purbaya menyadari bahwa setiap ucapannya memiliki dampak besar.

Dalam rapat perdana bersama Komisi XI DPR, ia berkomitmen untuk lebih fokus pada substansi kerja serta menyampaikan rencana anggaran Kementerian Keuangan untuk tahun 2026.

Baca Juga:  Bahlil Diangkat jadi Ketua Dewan Pembina Pemuda Masjid Dunia

Purbaya menegaskan dirinya akan beradaptasi dengan jabatan barunya dan bekerja lebih maksimal.

(AKM/NID/RAD)

Trending