Connect with us

Politik

Peringati Hari Pers Nasional, Presiden Prabowo Ingatkan Bahaya Hoaks

Presiden Prabowo Subianto memperingati Hari Pers Nasional ke-79 dengan menegaskan peran pers sebagai pilar demokrasi serta pentingnya melawan hoaks.

Actress 1299250

Published

on

Peringati Hari Pers Nasional, Presiden Prabowo Ingatkan Bahaya Hoaks
Peringati Hari Pers Nasional, Presiden Prabowo Ingatkan Bahaya Hoaks. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 10 Februari 2025 - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan ucapan selamat dalam rangka Hari Pers Nasional ke-79 yang diperingati pada Minggu (9/2).

Dalam pernyataannya yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menegaskan pentingnya peran pers sebagai pilar demokrasi serta mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap hoaks dan upaya perpecahan yang disebarkan melalui media.

Peran Penting Pers dalam Demokrasi

Prabowo mengapresiasi insan pers yang telah menjadi bagian dari demokrasi selama lebih dari delapan dekade.

Ia menegaskan bahwa pers yang profesional dan berintegritas merupakan aset bagi bangsa.

“Kepada seluruh insan pers di Indonesia, selama delapan dekade ini, pers Indonesia telah menjadi pilar penting dalam kehidupan demokrasi, menyuarakan kebenaran, dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Saya apresiasi kerja keras para jurnalis, wartawan, serta insan pers yang terus menjalankan pengabdiannya dengan dedikasi tinggi meskipun tantangan yang dihadapi semakin kompleks,” ujar Prabowo.

Ia juga menyoroti dinamika yang terus berkembang di dunia pers, baik di dalam maupun luar negeri.

Oleh karena itu, ia meminta insan pers tetap memegang teguh nilai-nilai profesionalisme dan independensi dalam menjalankan tugasnya.

Waspada Hoaks dan Pengaruh Pemodal Besar

Prabowo menyoroti fenomena pengaruh pemodal besar yang berupaya menguasai media serta membentuk opini publik demi kepentingan tertentu.

Ia mengingatkan bahwa hal tersebut dapat memengaruhi masyarakat dan bahkan negara-negara lain.

“Harus waspada terhadap usaha-usaha untuk mengendalikan pemikiran dan memengaruhi jalannya opini rakyat dengan menggunakan modal besar. Ada kecenderungan di dunia ini mereka yang punya modal besar menguasai media dan ingin memengaruhi masyarakat negara-negara tertentu,” katanya.

Baca Juga:  Kekayaan Deddy Corbuzier Disorot usai Ditunjuk sebagai Stafsus Menhan

Selain itu, Prabowo juga memperingatkan bahaya hoaks dan penyebaran kebencian yang dapat memecah belah bangsa.

Menurutnya, kebebasan pers harus dikawal dengan tanggung jawab agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan ketidakpercayaan di tengah masyarakat.

“Walaupun kita menjunjung tinggi kebebasan pers, kita harus waspada terhadap penyebaran berita-berita yang tidak benar, berita-berita hoaks, penyebaran kebencian, serta upaya-upaya pecah belah ini,” tegasnya.

Komitmen Pers untuk Pembangunan Bangsa

Di akhir pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa pers Indonesia harus tetap mempertahankan nilai-nilai kebangsaan dan memahami kepentingan negara serta rakyat.

“Pers Indonesia harus selalu menjadi pers yang dinamis, bertanggung jawab, serta memiliki pemahaman terhadap kepentingan bangsa dan negara. Saya percaya pers Indonesia pada akhirnya akan tetap setia kepada cita-cita pendiri bangsa. Pers Indonesia harus menjadi pers yang berlandaskan Pancasila, terlibat dalam pembangunan bangsa, dan berkomitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Hari Pers Nasional menjadi momentum bagi insan pers untuk terus menjalankan tugasnya dengan penuh integritas dan profesionalisme.

Dengan menjaga independensi dan akurasi dalam pemberitaan, pers diharapkan tetap menjadi pilar demokrasi yang kuat serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

Trending