Connect with us

Politik

Prabowo Hadiri Rakornas, Bahas Penanganan Sampah hingga Pengentasan Kemiskinan

Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Bogor.

Logompn

Published

on

Prabowo Hadiri Rakornas, Bahas Penanganan Sampah hingga Pengentasan Kemiskinan
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rakornas 2026. Gambar: Dok. Pers Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 3 Februari 2026 - Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (2/2).

Kegiatan kenegaraan ini menjadi forum koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan nasional.

Dalam forum rapat koordinasi nasional tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program prioritas pemerintah.

Kehadiran Presiden dalam Rakornas ini menandai keberlanjutan koordinasi pembangunan nasional di seluruh tingkatan pemerintahan.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan arahan terkait persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, serta tantangan kemiskinan yang masih dihadapi Indonesia.

Prabowo menegaskan bahwa kedua isu tersebut memerlukan keterlibatan seluruh elemen pemerintahan dan tidak dapat ditangani secara terpisah.

Jalannya Rakornas 2026

Pembukaan Rakornas diawali dengan nyanyian lagu Maju Tak Gentar oleh seluruh peserta saat Presiden memasuki ruang pertemuan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dalam rangkaian acara, ditayangkan pula video bertajuk Indonesia Berdikari yang menampilkan kebijakan, capaian, dan arah strategis nasional dalam mendukung program prioritas pemerintah.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakornas ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden.

Ia menjelaskan bahwa Tahun 2026 menjadi tahun kedua implementasi RPJMN 2025–2029, setelah pada tahun pertama sejumlah capaian tercatat.

“Keberhasilan akan dapat dioptimalkan di tahun 2026 dengan kesamaan gerak langkah pusat dan daerah. Untuk menciptakan kesamaan tersebut, maka diselenggarakan Rakornas Nasional ini dengan tema Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas Tahun 2045,” ucap Tito, dikutip MPN Indonesia melalui YouTube SekretariatPresiden pada Selasa (3/2).

Baca Juga:  Bill Gates Apresiasi Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia

Tito menyampaikan kesiapan jajaran pemerintahan untuk mendukung program Presiden.

“Kita Semua, seluruh jajaran pemerintahan provinsi, kabupaten, kota, dan forkopimda siap untuk mendukung program Bapak Presiden,” katanya

Penanganan Sampah Nasional dan Program Lingkungan

Dalam taklimatnya, Prabowo menegaskan penanganan persoalan sampah nasional secara terintegrasi.

Prabowo menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah) yang melibatkan instansi pemerintahan dan masyarakat.

“Resik saya tanya artinya apa? Artinya bersih, tertib, dan sebagainya. Ini hanya suatu nama, tapi wujudnya semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Anak sekolah enggak apa-apa. Pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam,” ucap Prabowo.

Prabowo memaparkan bahwa persoalan sampah telah menjadi isu di berbagai daerah.

Hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada tahun 2028.

“Sampah ini menjadi masalah, diproyeksi hampir semua TPA sampah akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah akan memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota.

Prabowo menekankan pentingnya koordinasi pusat dan daerah dalam pelaksanaannya.

“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat dan kita akan dukung. Ini 34, kita segera mulai,” ucap Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga menyampaikan gagasan proyek “gentengisasi” untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

Menurutnya, penggunaan atap seng berdampak pada kenyamanan dan estetika kawasan.

“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ucap Prabowo.

Prawbowo Ajak Berjuang Bersama

Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Prabowo Tanggapi Kasus Keracunan MBG: yang Rawat Inap hanya 5 Orang

“Kita masih menghadapi kesulitan dan tantangan. Kita tahu bahwa rakyat kita masih banyak yang mengalami kesulitan hidup,” ujar Presiden.

Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk bekerja bersama tanpa memandang latar belakang politik dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Kita harus berjuang bersama-sama. Semua unsur, semua tingkatan, semua latar belakang,” tegasnya.

Presiden juga mengingatkan tanggung jawab para pemimpin dalam menjaga dan mengelola kekayaan alam untuk kepentingan rakyat.

“Sebagai pemimpin, mari kita membulatkan tekad untuk menjaga dan mengelola kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat,” ujarnya.

Menutup arahannya, Presiden menegaskan komitmennya memimpin secara menyeluruh dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam rangkaian kegiatan kenegaraan strategis pada forum rakornas tersebut.

(AKM/NID/RAD)

Trending