Connect with us

Politik

Prabowo Tanggapi Kasus Keracunan MBG: yang Rawat Inap hanya 5 Orang

Prabowo menanggapi laporan keracunan siswa setelah mengonsumsi MBG.

Logompn

Published

on

Marak siswa keracunan mbg, begini respons prabowo
Marak Siswa Keracunan MBG, Begini Respons Prabowo | Gambar: YouTube Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 7 Mei 2025 - Presiden Prabowo Subianto menanggapi laporan keracunan siswa yang muncul di sejumlah wilayah setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prabowo menyebut jumlah kasus keracunan masih sangat kecil dibandingkan jumlah total penerima manfaat program tersebut yang mencapai lebih dari tiga juta orang.

Hal itu disampaikan Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (5/5).

Sebut Keberhasilan MBG 99,99%

Prabowo menyampaikan bahwa hingga saat ini, jumlah siswa yang dilaporkan mengalami gejala keracunan tercatat di bawah 200 orang. Dari jumlah tersebut, hanya lima siswa yang dirawat di rumah sakit.

Persentase kasus tersebut disebut Prabowo hanya sekitar 0,005 persen dari total penerima program MBG.

“Hari ini memang ada yang keracunan, yang keracunan sampai saat ini dari 3 koma sekian juta, kalau tidak salah di bawah 200 orang (yang keracunan),” ujar Prabowo.

“Yang rawat inap hanya lima orang. Jadi bisa dikatakan yang keracunan atau yang perutnya nggak enak sejumlah 200 orang, itu dari 3 koma sekian juta. Kalau tidak salah adalah 0,005 persen,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa angka ini menunjukkan tingkat keberhasilan program sebesar 99,99 persen.

Dugaan Penyebab Keracunan

Prabowo juga mengemukakan beberapa dugaan penyebab keracunan. Salah satunya adalah kebiasaan siswa yang tidak menggunakan sendok saat makan dan tidak mencuci tangan sebelum menyantap makanan.

Hal ini ia temui saat kunjungan ke salah satu sekolah, di mana 10 dari 30 siswa diketahui makan langsung tanpa sendok.

“Tidak salah karena terbiasa makan tidak pakai sendok. Namun, kami mendidik dia untuk cuci tangan. Jadi bisa saja yang keracunan adalah hal-hal seperti itu,” ujar Prabowo.

Baca Juga:  Kades di Ciamis Pilih Resign dan Pindah Kerja ke Jepang, Tinggalkan Jabatan Sebelum Masa Berakhir

Ia juga menyebut kemungkinan lain yaitu belum terbiasanya siswa dengan jenis makanan tertentu, seperti susu.

“Masalah itu dia enggak pernah minum susu. Kami kasih susu dia butuh waktu penyesuaian,” jelasnya.

Apresiasi Kepala BGN

Kendati demikian, Prabowo mengapresiasi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan tim dapur yang bertugas memproduksi makanan untuk jutaan siswa.

“Tapi saya hargai karena Kepala BGN dan jajaran mengatakan, ‘Pak, sasaran kita adalah zero penyimpangan, zero kesalahan’,” kata Prabowo.

“Dan kita mengerti tidak gampang di dapur itu yang kerja 50 orang, satu dapur yang kerja 50 orang,” imbuhnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending