Connect with us

Politik

Prabowo Heran Ada Aturan BUMN Boleh Diaudit Negara tapi Anak-Cucu Perusahaan Tak Boleh

Prabowo Subianto mempertanyakan regulasi yang membuat anak dan cucu Badan Usaha Milik Negara tidak diaudit negara.

Logompn

Published

on

Prabowo Heran Ada Aturan BUMN Boleh Diaudit Negara tapi Anak Cucu Perusahaan Tak Boleh
Prabowo Heran Ada Aturan BUMN Boleh Diaudit Negara tapi Anak-Cucu Perusahaan Tak Boleh. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 12 Maret 2026 - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan aturan yang memperbolehkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diaudit negara, tetapi tidak berlaku bagi anak dan cucu perusahaannya.

Hal ini disampaikan Prabowo saat memberikan pengarahan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Badan Pengelola Investasi (Danantara) di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/3).

Dalam sambutannya, Prabowo mengaku heran terhadap aturan tersebut dan menyebutnya sebagai hal yang aneh.

“Dan aneh lagi ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi. Kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan nggak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?” ujarnya, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (12/3).

Prabowo juga menyoroti struktur perusahaan yang dinilainya terlalu kompleks, terutama di tubuh BUMN seperti Pertamina.

Ia menyatakan terkejut setelah menerima laporan bahwa PT Pertamina (Persero) memiliki ratusan anak dan cucu perusahaan.

“Saya kaget, Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan,” kata Prabowo.

Struktur BUMN Dinilai Terlalu Kompleks

Prabowo menjelaskan bahwa pada masa awal kemerdekaan, pemerintah mendirikan sejumlah perusahaan negara untuk memenuhi kebutuhan strategis nasional.

Contohnya termasuk Patal Senayan di sektor tekstil, pabrik kertas untuk pendidikan, dan perusahaan farmasi untuk penyediaan obat.

“Waktu merdeka, negara mendirikan perusahaan-perusahaan farma,” ujar Prabowo.

Namun, seiring berjalannya waktu, struktur perusahaan negara berkembang menjadi rumit, dengan keberadaan anak, cucu, hingga cicit perusahaan.

Menurut Prabowo, hal ini menjadi celah bagi terjadinya penyimpangan karena tidak seluruhnya berada dalam cakupan audit negara.

“Ternyata iktikad baik pendiri-pendiri bangsa itu akhirnya melahirkan anak perusahaan, cucu perusahaan, dan cicit perusahaan,” kata Prabowo.

Baca Juga:  Profil Tristan Molina, Aktor yang Dikabarkan Pacaran dengan Olla Ramlan

Peran Danantara dan Target Kinerja

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyatakan apresiasinya terhadap keberadaan Danantara yang kini menjadi lembaga pengelola investasi negara.

Ia menyebut Danantara telah menunjukkan peningkatan kinerja signifikan dalam setahun terakhir.

“Return on asset saya terima (naik) di atas 300 persen,” ungkapnya.

Meski demikian, Prabowo menyebutkan bahwa RoA Danantara saat ini baru mencapai 5 persen dan masih jauh dari target ideal.

Menurutnya, sebuah perusahaan yang baik idealnya memiliki RoA sebesar 10 persen, bahkan hingga 12–15 persen.

“Kalau yang bagus 12 persen, yang hebat 15 persen. Kita harus memiliki target yang bagus yaitu 10 persen. Tapi kita mengerti bahwa itu mungkin dalam tahun-tahun pertama belum bisa kita capai,” ujarnya.

Dalam arahannya, Prabowo juga menekankan pentingnya konsolidasi dan manajemen yang rasional dalam mengelola aset negara.

Ia berharap pengelolaan BUMN dan turunannya dapat mengikuti standar terbaik dunia, termasuk dalam hal transparansi dan audit.

(AKM/NID/RAD)

Trending