Politik
Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Evaluasi 10 Bulan Pemerintahan
Presiden Prabowo pimpin sidang kabinet paripurna ke-8, evaluasi 10 bulan kinerja pemerintahan, puji tim ekonomi, dan tegaskan arah strategis nasional.
MPN Indonesia 7 Agustus 2025 - Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna ke-8 Kabinet Merah Putih, Rabu (6/8), di Ruang Sidang Kabinet, Istana Kepresidenan Jakarta.
Sidang ini menjadi ajang evaluasi terhadap kinerja pemerintah selama 10 bulan pertama masa jabatan.
Dalam pembukaan sidang, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh menteri atas kerja keras dan kekompakan yang ditunjukkan dalam mengawal kebijakan nasional.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih atas kerja keras saudara-saudara. Dari hati saya paling dalam, saya menyampaikan penghargaan atas kerja keras saudara-saudara,” ujar Prabowo dalam sidang tersebut, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Presiden RI, Kamis (7/8).
Presiden juga menyebut dirinya sebagai “kapten kesebelasan” yang memimpin tim dengan semangat kebersamaan.
Pemerintah Dinilai Berjalan di Jalur yang Benar
Presiden menegaskan bahwa strategi pemerintahan selama ini telah memberikan hasil positif.
Ia meyakini bahwa arah kebijakan yang diterapkan telah sesuai dengan tujuan pembangunan nasional.
“Strategi-strategi yang sudah saya canangkan, ternyata mulai terasa dan terlihat bahwa strategi kita benar, kita berada di arah yang benar, kita berada di azimut kompas yang benar,” kata Prabowo.
Apresiasi untuk Tim Ekonomi dan Diplomasi Nasional
Dalam evaluasi kinerja, Prabowo juga memberikan apresiasi khusus kepada tim ekonomi yang dinilainya berhasil menjaga stabilitas nasional melalui koordinasi dan kerja sama lintas lembaga.
“Kita negosiasi, kita berunding, kita tidak emosional, kita tidak terpancing. Kita mengerti bahwa kita punya kepentingan yang besar. Tugas pemerintah Indonesia adalah melindungi rakyat Indonesia, melindungi pekerja-pekerja kita dan keluarga mereka,” tegas Presiden.
Realisme Jadi Kunci Transformasi Nasional
Presiden menekankan pentingnya pendekatan yang realistis dalam merancang dan menerapkan kebijakan nasional.
Menurutnya, idealisme tetap penting, namun kebijakan harus berbasis pada kondisi riil.
“Idealisme benar, idealisme itu perlu, tapi yang utama yang bisa menyelamatkan kita adalah realisme. Kita harus dengan realistis melihat situasi dan kita ambil langkah-langkah,” ungkapnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
