Connect with us

Politik

Prabowo Ungkap Indonesia Kehilangan 8 Miliar USD Gara-gara Judi Online

Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia mengalami kerugian sekitar USD 8 miliar setiap tahun akibat aliran dana keluar dari aktivitas judi online.

Logompn

Published

on

Prabowo ungkap indonesia kehilangan 8 miliar usd gara gara judi online
Prabowo Ungkap Indonesia Kehilangan 8 Miliar USD Gara-gara Judi Online | Gambar: Tim Media Presiden

MPN Indonesia 3 November 2025 - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa Indonesia mengalami kerugian sekitar USD 8 miliar setiap tahun akibat aliran dana keluar dari aktivitas judi online.

Hal ini disampaikan dalam pidatonya pada sesi kedua APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, pada Sabtu (1/11).

“Diperkirakan Indonesia kehilangan sekitar 8 miliar dollar Amerika setiap tahun akibat aliran dana keluar yang disebabkan oleh perjudian daring,” ujarnya dikutip MPN Indonesia dari video YouTube Sekretariat Presiden pada Senin (3/11).

Komitmen Pemerintah Perangi Kejahatan Lintas Kawasan

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa tantangan seperti korupsi, penyelundupan, dan penipuan merupakan masalah serius yang hanya bisa diselesaikan melalui solidaritas dan kolaborasi antarnegara, khususnya di kawasan APEC.

Ia menyebut bahwa kejahatan lintas batas tidak menguntungkan bagi perekonomian dan stabilitas kawasan.

“Kita menghadapi tantangan besar, korupsi, penyelundupan, penipuan, dan kita membutuhkan kerja sama di antara komunitas APEC karena penyelundupan antarnegara tidak akan menguntungkan ekonomi kita,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan mengenai bahaya narkotika yang bersifat transnasional dan tidak bisa ditangani oleh satu negara secara mandiri.

“Bahaya narkotika adalah ancaman bagi stabilitas dan masa depan kita. Ini sangat serius karena bersifat transnasional. Kita tidak dapat menghadapinya sendirian,” tegas Prabowo.

Fokus pada Pendidikan Digital dan Pemberdayaan UMKM

Di hadapan para pemimpin APEC, Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk memperkuat pendidikan dan keterampilan digital di tengah kemajuan teknologi.

Baca Juga:  Yai Mim, Eks Dosen yang Berseteru dengan Nurul Sahara Meninggal Dunia di Polresta Malang Kota

Pemerintah ingin berpartisipasi aktif dalam inisiatif APEC yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknologi dan pendidikan.

“Kami ingin berpartisipasi dalam semua inisiatif APEC yang bertujuan meningkatkan kapasitas di bidang teknologi dan pendidikan. Kami juga ingin memberdayakan usaha kecil serta memperkuat sistem kesehatan kami dalam menghadapi perubahan demografi,” ucap Prabowo.

Ia juga menyampaikan bahwa pemberdayaan UMKM dan penguatan sektor pendidikan merupakan langkah strategis untuk menghadapi tantangan global serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Penggunaan Teknologi dan AI untuk Capai Swasembada

Prabowo menyatakan bahwa Indonesia kini mulai merasakan manfaat dari penggunaan kecerdasan buatan (AI), khususnya di sektor pertanian.

Menurutnya, penerapan teknologi tinggi dan pertanian presisi telah mendorong peningkatan produktivitas nasional, hingga berhasil mencapai swasembada beras dan jagung.

“Hal ini telah memungkinkan kami mencapai swasembada dalam produksi beras dan jagung. Target awal kami adalah mencapai swasembada dalam empat tahun, tetapi dengan penggunaan teknologi tinggi, pertanian presisi, dan kecerdasan buatan kami telah berhasil meningkatkan produksi hingga mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah Indonesia semenjak kemerdekaannya,” ungkapnya.

Prioritas Atasi Kemiskinan dan Kelaparan

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti pentingnya mengatasi kemiskinan dan kelaparan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

Ia menyebut kedua isu tersebut sebagai tugas paling mendesak dan terus disuarakan kepada mitra ekonomi Indonesia.

“Inilah sebabnya mengapa tugas paling mendesak bagi Indonesia dan hal yang terus kami sampaikan kepada para mitra ekonomi kami adalah untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan sesegera mungkin. Kami sedang memusatkan seluruh upaya untuk hal ini,” ujar Prabowo.

Dalam berbagai pernyataannya tersebut, Prabowo menekankan bahwa pemerintah Indonesia sedang berjuang menghadapi berbagai tantangan ekonomi global, termasuk apa yang ia sebut sebagai “greed economies“.

Baca Juga:  Bertemu di Solo, Jokowi Berikan Nasihat Ekonomi kepada Luthfi-Yasin

“Kami di Indonesia sedang berjuang melawan korupsi, melawan penipuan, dan melawan greed economies, ekonomi serakah, yang menahan pertumbuhan sejati,” tegasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending