Connect with us

Politik

Presiden Prabowo Akan Evaluasi Kinerja Menteri dan Wakil Menteri Tiap 6 Bulan

Presiden Prabowo Subianto akan melakukan evaluasi kinerja setiap enam bulan terhadap menteri dan wakil menteri di Kabinet Merah Putih.

Actress 1299250

Published

on

Presiden Prabowo Akan Evaluasi Kinerja Menteri dan Wakil Menteri Tiap 6 Bulan (1)
Presiden Prabowo Akan Evaluasi Kinerja Menteri dan Wakil Menteri Tiap 6 Bulan. Gambar : Dok. Reuters/Ajeng Dinar Ulfiana/Pool

MPN Indonesia 24 Oktober 2024 - Presiden Prabowo Subianto berencana melakukan evaluasi kinerja terhadap Kabinet Merah Putih setiap enam bulan sekali.

Hal ini diungkapkan oleh Hashim Djojohadikusumo, Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sekaligus adik dari Presiden Prabowo, di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, pada Rabu (23/10).

Evaluasi Kinerja Menteri dan Wakil Menteri

Hashim menjelaskan bahwa evaluasi ini akan dilakukan terhadap para menteri dan wakil menteri yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih, terutama bagi mereka yang dianggap tidak efisien, terlibat dalam kasus korupsi, atau tidak mampu menunjukkan kinerja yang diharapkan.

Evaluasi pertama dijadwalkan pada Maret atau April 2025.

“Saya sudah dengar bahwa setelah enam bulan (sekitar bulan Maret atau April tahun depan), setiap menteri dan wakil menteri akan dievaluasi,” ungkap Hashim.

Menurutnya, Prabowo Subianto sebagai Presiden sangat tegas dalam hal ini.

Jika ada menteri atau wakil menteri yang tidak memenuhi standar kinerja, mereka akan dievaluasi dan tindak lanjut yang diperlukan akan dilakukan.

Fokus Evaluasi dan Pengelolaan Kabinet

Hashim menegaskan bahwa evaluasi ini tidak hanya berfokus pada kinerja individu menteri dan wakil menteri, tetapi juga terkait bagaimana kementerian dijalankan.

Evaluasi akan mempertimbangkan efisiensi kerja serta kontribusi terhadap tujuan pemerintahan.

“Kalau dalam enam bulan pertama ada yang kurang efisien, korup, atau kurang berdaya, mungkin akan dievaluasi,” lanjut Hashim.

Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan setiap anggota kabinet berperan aktif dalam mencapai tujuan pembangunan nasional.

Selain itu, Hashim juga menyoroti bahwa Kabinet Merah Putih yang terdiri dari 48 kementerian merupakan formasi yang cukup besar.

Baca Juga:  Usai Lawatan ke Rusia, Prabowo Undang Putin ke Indonesia

Menurutnya, struktur kabinet yang gemuk ini mendapat masukan dari masyarakat, terutama terkait kekhawatiran bahwa jumlah besar ini bisa berpotensi meningkatkan biaya operasional tanpa memberikan hasil yang optimal.

Masukan Masyarakat Mengenai Kabinet Merah Putih

Hashim mengungkapkan bahwa ia telah menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait ukuran kabinet saat ini.

Salah satu kekhawatiran yang muncul adalah mengenai jumlah menteri yang dianggap terlalu besar dan tidak proporsional.

Ada juga masukan yang menyoroti kurangnya keterwakilan perempuan di jajaran menteri kabinet.

“Ada dua komentar ke saya dari masyarakat. Satu, kok jumlah menteri perempuan sedikit. Ini saya sampaikan. Tapi kedua, adalah kok bisa gemuk. Nanti takutnya high cost little output,” kata Hashim.

Kritik ini menjadi salah satu pertimbangan mengapa evaluasi berkala terhadap menteri dan wakil menteri menjadi penting dalam masa pemerintahan Presiden Prabowo.

Pelantikan dan Sidang Kabinet Perdana

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 48 menteri dan 56 wakil menteri yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih pada Senin (21/10).

Setelah pelantikan, Presiden langsung menggelar sidang kabinet paripurna pertama di Kantor Presiden pada Rabu (23/10), yang dihadiri oleh seluruh anggota kabinet.

Dalam pertemuan ini, Prabowo menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi antar menteri serta wakil menteri.

Presiden Prabowo juga mengajak para menteri untuk memanfaatkan potensi sumber daya dalam negeri demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan peningkatan kemakmuran nasional.

Beliau menegaskan bahwa tim kabinet harus bekerja secara optimal untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan dalam masa kepemimpinannya.

Trending