Connect with us

Politik

Presiden Prabowo Sambut Delegasi Industri Korea Selatan di Istana Merdeka

Prabowo Subianto menyambut delegasi Federation of Korean Industries (FKI) di Istana Merdeka.

Logompn

Published

on

Presiden prabowo sambut delegasi industri korea selatan di istana merdeka
Prabowo Subianto menerima delegasi industri Korea Selatan di Istana Merdeka. Gambar : Dok. Kementerian Agama RI

MPN Indonesia 29 April 2025 - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kehormatan dari perwakilan Federation of Korean Industries (FKI) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (28/4). 

Pertemuan ini bertujuan mempererat diplomasi dan hubungan internasional antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam bidang ekonomi dan investasi bilateral.

Acara ini dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Mempererat Hubungan Ekonomi

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, mengatakan agenda pertemuan ini difokuskan untuk memperkuat kerja sama ekonomi, memperluas peluang investasi, dan meningkatkan kolaborasi di berbagai sektor strategis.

Yusuf Permana menambahkan bahwa pertemuan ini diharapkan membuka peluang baru untuk memperkokoh hubungan ekonomi kedua negara di masa depan.

Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri menyambut langsung delegasi FKI yang terdiri dari pejabat tinggi perusahaan-perusahaan utama Korea Selatan, seperti Samsung Electronics, SK, Hyundai Motor Group, Lotte, POSCO, Hanwha, HD Hyundai, dan KB Financial Group. 

Pertemuan berlangsung di ruang rapat utama Istana Merdeka, Jakarta Pusat, dalam suasana resmi dengan semua pihak mengenakan pakaian batik.

Rencana Misi Bisnis FKI dan Dukungan Pemerintah Indonesia

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah bertemu dengan CEO sekaligus Wakil Ketua FKI, Kim Chang-beom, di Kantor Kemenko Perekonomian, membahas rencana misi bisnis ke Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Kim Chang-beom menyatakan, 

“Misi bisnis ini bertujuan untuk mempererat hubungan bisnis dan ekonomi bilateral, khususnya dalam sektor investasi baru, termasuk rencana ekspansi industri Korea Selatan di Indonesia,” ungkap Kim Chang-beom, dikutip Tempo pada Senin (28/4).

Baca Juga:  Sudahkah Kabinet Prabowo Bekerja Efektif? Begini Kata Pengamat

Misi bisnis ini melibatkan sejumlah perusahaan besar asal Korea Selatan seperti Lotte Group, Hyundai Motor Company, LG Group, SK Group, Posco Holdings, CJ, EcoPro, Doosan Enerbility, dan LX International. 

Baik perusahaan yang sudah berinvestasi maupun yang berencana memperluas usahanya di Indonesia turut serta dalam rombongan misi tersebut.

“Indonesia menyambut baik dan terbuka untuk perusahaan Korea Selatan,” ujar Airlangga Hartarto.

“Membangun kemitraan erat dengan negara yang memiliki pengalaman dan teknologi maju menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri nasional, mempercepat alih teknologi, dan membuka akses pasar yang lebih luas,” tambahnya.

Sektor Strategis dan Komitmen Investasi

Airlangga Hartarto menegaskan bahwa salah satu sektor prioritas kerja sama bilateral adalah mineral kritis. 

“Salah satu sektor utama yang dapat dilakukan kerja sama yaitu terkait mineral kritis (critical minerals) yang mana investasi Posco dan Lotte di Indonesia cukup signifikan dan masih berpeluang untuk semakin dikembangkan,” imbuh Airlangga Hartarto.

Pihak Korea Selatan pun sepakat untuk memberikan dukungan investasi yang sejalan dengan program prioritas Pemerintah Indonesia, termasuk pengembangan rantai pasok kendaraan listrik dan baterai. 

Dukungan ini diharapkan akan memfasilitasi kemajuan industri nasional, mempercepat transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat program ketahanan pangan Indonesia.

(AKM/NID/RAD)

Trending