Connect with us

Politik

Presiden Prabowo Subianto Perintahkan Menteri UMKM Maman Abdurrahman untuk Meningkatkan Kualitas Usaha

Presiden Prabowo Subianto mengarahkan Menteri UMKM Maman Abdurrahman untuk meningkatkan kualitas dan skala usaha ‘wong cilik’

Arthur

Published

on

Presiden Prabowo Subianto Perintahkan Menteri UMKM Maman Abdurrahman untuk Meningkatkan Kualitas Usaha
Presiden Prabowo Subianto Perintahkan Menteri UMKM Maman Abdurrahman untuk Meningkatkan Kualitas Usaha. Gambar: Instagram/@maman.abdurrahman.st

MPN Indonesia 21 Oktober 2024 - Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan langsung kepada Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, untuk meningkatkan kualitas dan skala usaha ‘wong cilik’.

Langkah ini merupakan bagian dari prioritas utama pemerintah selama masa jabatan Prabowo, yang memandang UMKM sebagai sektor krusial dalam memperkuat perekonomian Indonesia.

Pada Senin (21/10), setelah dilantik sebagai bagian dari Kabinet Merah Putih, Maman Abdurrahman menyatakan siap menjalankan mandat yang diberikan oleh Presiden.

UMKM Sebagai Tulang Punggung Ekonomi

Prabowo Subianto melihat UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Sektor ini, menurut Prabowo, memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di tingkat bawah dan menengah.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membantu UMKM agar dapat berkembang dan berintegrasi dengan rantai pasok yang lebih besar, mencakup industri kecil, menengah, hingga besar.

Maman Abdurrahman, yang dilantik sebagai Menteri UMKM dalam Kabinet Merah Putih, menegaskan bahwa pemerintah akan mendorong usaha kecil untuk naik kelas.

“Kami akan dorong UMKM naik kelas dan menciptakan supply chain antara industri kecil, menengah, dan besar,” ujarnya, menggarisbawahi pesan Presiden.

Menurutnya, pengembangan UMKM adalah strategi untuk memastikan ketahanan ekonomi di berbagai sektor.

Program Pengembangan UMKM

Dalam menjalankan tugasnya, Maman Abdurrahman telah mulai mengidentifikasi berbagai masalah yang menjadi penghambat pertumbuhan UMKM.

Salah satu isu utama yang disorot adalah keterbatasan akses terhadap modal.

Maman menilai bahwa hal ini merupakan kendala terbesar yang dihadapi pelaku UMKM.

Untuk mengatasi masalah tersebut, ia berencana mengombinasikan sektor formal dan informal guna meningkatkan daya saing UMKM.

Baca Juga:  Ayatollah Ali Khamenei Siapa? Ini Profil dan Kronologi Wafatnya karena Serangan AS

Selain pendanaan, Maman juga akan melakukan konsolidasi di internal kementerian yang baru dibentuk. Kementerian UMKM ini merupakan hasil pemisahan dari Kementerian Koperasi, yang sebelumnya menangani kedua sektor secara bersamaan.

Ia menegaskan bahwa langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan transisi pemisahan berjalan dengan baik.

“Saya harus konsolidasi struktur dulu, karena ini pemisahan nomenklatur baru. Kami ingin memastikan proses transisi berjalan lancar,” katanya.

Pemisahan Kementerian dalam Kabinet Merah Putih

Keputusan Prabowo Subianto untuk memisahkan Kementerian UMKM dari Kementerian Koperasi merupakan bagian dari restrukturisasi pemerintahan dalam Kabinet Merah Putih.

Kabinet ini dibentuk dengan tujuan memperkuat fokus pada sektor-sektor strategis.

Kementerian UMKM dipimpin oleh Maman Abdurrahman, sementara Kementerian Koperasi kini di bawah komando Budi Arie Setiadi, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika.

Langkah pemisahan ini diharapkan memungkinkan kedua kementerian lebih fokus menangani sektor masing-masing.

Trending