Connect with us

Politik

Presiden Prabowo Ungkap Punya Ketakutan, Takut Mengecewakan Rakyat di Acara Hari Lahir NU

Prabowo Subianto menghadiri acara Harlah NU Ke-102, mengungkapkan ketakutannya untuk mengecewakan rakyat Indonesia serta kedekatannya dengan ulama.

Actress 1299250

Published

on

Presiden Prabowo Ungkap Punya Ketakutan, Takut Mengecewakan Rakyat di Acara Hari Lahir NU
Presiden Prabowo Ungkap Punya Ketakutan, Takut Mengecewakan Rakyat di Acara Hari Lahir NU. Gambar: Instagram/@nahdlatululama

MPN Indonesia 6 Februari 2025 - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa nyaman dan keberanian yang ia rasakan saat menghadiri acara puncak Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Jakarta, pada Rabu (5/2).

Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa berada di tengah warga NU memberikan energi dan kekuatan baru baginya.

“Sepertinya, setelah hadir di sini, saya tambah berani. Dan saya tambah bertekad untuk tidak mengecewakan kepercayaan yang diberikan kepada saya, Saudara Gibran Rakabuming Raka, dan semua anggota koalisi kami,” ujar Prabowo di hadapan peserta acara. Pernyataan ini disambut riuh tepuk tangan dari warga NU yang hadir.

Ketakutan Prabowo: Tidak Ingin Mengecewakan Rakyat

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengungkapkan ketakutan terbesarnya sebagai seorang pemimpin, yaitu mengecewakan rakyat Indonesia.

“Kami memang… Saya pun punya ketakutan. Saya takut mengecewakan rakyat saya,” ungkapnya.

Prabowo menegaskan bahwa kepercayaan yang telah diberikan kepadanya, termasuk kepada Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka dan seluruh anggota koalisinya, harus dijaga dengan baik.

Ia bertekad untuk tidak mengecewakan harapan rakyat yang telah memilihnya sebagai pemimpin.

“Dan saya tambah bertekad untuk tidak mengecewakan kepercayaan yang diberikan kepada saya,” lanjutnya.

Kedekatan Prabowo dengan Ulama

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung kedekatannya dengan ulama yang telah terjalin sejak lama.

Ia menyebut bahwa sejak masih menjadi prajurit aktif, dirinya selalu dekat dengan tokoh agama, terutama para kiai.

Menurut Prabowo, seorang prajurit harus siap menghadapi bahaya dan maut dalam tugasnya.

Hal ini membuat mereka sering meminta doa dan dukungan dari para ulama.

“Saya kira tokoh-tokoh ulama yang ada mengerti dan mengenal saya. Saya memang sudah lama dekat dengan kalangan ulama,” ujar Prabowo.

Baca Juga:  Roy Suryo Tulis Buku Jokowi's White Paper, Ini Isinya

Ia menambahkan bahwa hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat seorang prajurit sering berada dalam situasi yang berisiko tinggi.

“Tentara selalu dekat dengan ulama. Kenapa? Karena seorang prajurit itu dari sejak muda dia harus berangkat tugas menghadapi bahaya, menghadapi maut. Biasanya orang kalau menghadapi maut cari kiai. Jadi saya cari kiai dari muda,” tuturnya.

Prabowo juga mengungkapkan kesan yang ia rasakan saat berada di tengah warga NU.

Menurutnya, suasana dalam acara tersebut dipenuhi dengan aura kesejukan, kekeluargaan, dan perdamaian.

“Begitu saya masuk aula ini, saya merasa suatu aura kesejukan, aura kekeluargaan, aura niat baik, aura suasana batin yang penuh perdamaian. Saya merasa nyaman di tengah-tengah saudara-saudara sekalian. Saya merasa nyaman dan aman,” kata Prabowo.

Ia mengaku bahwa keberadaan NU dan para tokoh-nya memberikan ketenangan serta keyakinan untuk melaksanakan tugas kepemimpinannya dengan baik.

Energi yang ia rasakan dalam acara tersebut semakin memperkuat tekadnya.

Trending