Connect with us

Politik

SBY Beri Pesan untuk Prajurit TNI di Lebanon, Begini Katanya

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pesan kepada prajurit TNI yang bertugas di Lebanon.

Logompn

Published

on

SBY Beri Pesan untuk Prajurit TNI di Lebanon, Begini Katanya
SBY Beri Pesan untuk Prajurit TNI di Lebanon, Begini Katanya | Gambar: Instagram/@prabowo

MPN Indonesia 6 April 2026 - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pesan kepada prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII/S dan masih bertugas di Lebanon.

Pesan itu disampaikan SBY menyusul gugurnya tiga prajurit dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

“Sebagai seorang sesepuh dan senior TNI, saya sampaikan kepada para prajurit Kontingen Garuda XXIII/S yang masih berada di Lebanon untuk tetap bersemangat dalam mengemban tugas mulia,” kata SBY melalui akun X @SBYudhoyono, Minggu (5/4).

“Do your best dan jaga diri baik-baik. Keluarga yang mencintai kalian menunggu kehadiran kembali di Tanah Air,” sambungnya.

Pesan tersebut disampaikan setelah tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.

Sebagai informasi, ketiga prajurit yang gugur adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon.

Desak PBB Ambil Langkah Tegas

Selain menyampaikan pesan moral, SBY juga mendesak PBB untuk mengambil langkah tegas terkait situasi keamanan yang dihadapi prajurit TNI di Lebanon.

Ia meminta agar PBB mempertimbangkan penghentian penugasan atau pemindahan lokasi UNIFIL dari wilayah pertempuran.

“Seharusnya PBB New York segera mengambil keputusan dan langkah yang tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL dan atau memindahkan lokasi mereka ke luar medan pertempuran yang masih membara saat ini,” katanya.

SBY menjelaskan bahwa satuan pemeliharaan perdamaian PBB, termasuk Kontingen Garuda XXIII/S, bertugas sebagai peacekeeper yang tidak dipersenjatai secara kuat dan tidak memiliki mandat untuk melaksanakan tugas pertempuran.

Menurut SBY, peacekeeper bertugas di blue line atau wilayah blue zone yang bukan merupakan daerah pertempuran.

Baca Juga:  Prabowo Gelar Rapim TNI-Polri di Istana, Tekankan Penegakan Hukum yang Seadil-adilnya

Ia menyebut kontingen Indonesia pada hakikatnya bertugas di blue line yang memisahkan teritori Israel dan Lebanon.

Namun, dalam perkembangannya, kontingen Indonesia disebut telah berada di war zone, lokasi berkecamuknya pertempuran antara Israel dan Hizbullah.

Ia menyatakan bahwa Israel telah maju sejauh 7 kilometer dari blue line, sehingga kondisi tersebut dinilai membahayakan pasukan penjaga perdamaian karena berisiko terdampak pertempuran yang sedang berlangsung.

“Secara pribadi saya mendukung langkah-langkah pemerintahan Presiden Prabowo yang mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi secara serius, jujur, dan adil,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa PBB perlu menjelaskan penyebab sejumlah insiden beruntun yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka itu.

(AKM/NID/RAD)

Trending