Connect with us

Politik

Sidak Perusahaan di Jaksel, Wamenaker Geram dengan Bos yang Hina Karyawannya

Wamenaker Immanuel melakukan sidak ke kantor PT Virtus Facility Services di Jakarta Selatan.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 17t145309.371
Wamenaker Immanuel saat sidak perusahaan di Jakarta Selatan | Gambar: Ig/@immanuelebenezer

MPN Indonesia 17 Juni 2025 - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor PT Virtus Facility Services di Jakarta Selatan.

Sidak dilakukan untuk menindaklanjuti laporan praktik penahanan ijazah oleh perusahaan tersebut sejak 2017.

Dilihat MPN Indonesia dari TikTok resmi Immanuel Ebenezer @immanuelebenezerofficial pada Selasa (17/6), dua eks karyawan perusahaan yang merupakan petugas keamanan melaporkan bahwa ijazah mereka tidak dikembalikan meski telah berulang kali diminta.

Noel Geram dengan Pimpinan Perusahaan

Saat sidak Immanuel Ebenezer, yang dikenal dengan panggilan Noel, bertemu langsung dengan pimpinan PT Virtus, Houtman Simanjuntak.

Dalam pertemuan itu, Houtman menyampaikan alasan perusahaan menahan ijazah karyawan, yakni karena mereka dianggap tidak memiliki keterampilan saat masuk kerja sehingga perlu diberikan pelatihan yang memerlukan biaya.

“Bapak adalah politisi, kurang mengerti kedalaman bisnis. Kalau mau perbaiki iklim tenaga kerja, harus perbaiki ekonomi dulu,” kata Houtman.

Houtman bahkan menyebut karyawannya dengan sebutan “goblok”. Mendengar sebutan itu, Noel langsung marah dan meminta Houtman tak menggunakan kata-kata yang tidak pantas.

Noel menegaskan bahwa tuntutan eks karyawan hanyalah pengembalian hak mereka, yaitu ijazah asli yang ditahan sejak 2017.

“Substansinya mereka ingin dapat haknya. Maka dikembalikan, Pak (ijazah). Dari 2017, problem mereka minta haknya tapi tidak pernah dilayani. Pulangkan,” tegas Noel.

Noel Tebus Ijazah Dua Eks Karyawan

Setelah diskusi yang berlangsung cukup panas, Noel memutuskan untuk langsung menebus ijazah kedua eks karyawan tersebut.

Noel meminta perusahaan menghitung jumlah yang harus dibayarkan untuk pembebasan ijazah. Noel pun akhinya memberikan uang sebesar Rp7 juta ke perusahaan.

Baca Juga:  Pria di Aceh Tenggara Bunuh Istri karena Sering Live TikTok

Uang tersebut didapat dari hasil patungan para pengawas ketenagakerjaan untuk ikut patungan.

(AKM/NID/RAD)

Trending