Connect with us

Politik

Sri Mulyani: APBN Bekerja untuk Melindungi Masyarakat

Sri Mulyani menegaskan APBN berperan penting melindungi masyarakat dari dampak perang dagang global.

Logompn

Published

on

Sri mulyani apbn bekerja untuk melindungi masyarakat
Sri Mulyani tegaskan peran vital APBN sebagai pelindung masyarakat dari dampak perang dagang global. Gambar : Dok. Sekretariat Kabinet

MPN Indonesia 9 April 2025 - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hadir sebagai tameng utama untuk melindungi masyarakat dari berbagai gejolak ekonomi global, termasuk yang dipicu oleh meningkatnya tensi perang tarif dagang internasional.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam Sarasehan Ekonomi bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengangkat tema “Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional di Tengah Perang Tarif Dagang.” 

Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani menyampaikan bahwa APBN adalah instrumen makroekonomi vital yang menjadi andalan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan program-program pembangunan.

“Instrumen APBN merupakan salah satu instrumen di dalam pengelolaan ekonomi dan terutama dari sisi makro yang banyak sekali diandalkan pada saat menghadapi shock ataupun guncangan-guncangan,” tegas Sri Mulyani, dikutip MPN Indonesia dari situs resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada Rabu (9/4).

Subsidi: Bukti Konkret Perlindungan Negara

Menkeu menjabarkan sejumlah program subsidi sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah ketidakpastian ekonomi. Subsidi BBM, LPG 3kg, dan listrik disebut mengalami kenaikan volume, yang mencerminkan kerja aktif APBN dalam menjaga daya beli masyarakat.

“Ini artinya APBN bekerja untuk melindungi masyarakat agar mereka yang bebannya terasa dalam situasi saat ini mendapatkan perlindungan dari APBN,” lanjutnya.

Kinerja APBN Membaik, Investor Dijamin

Hingga akhir Maret 2025, postur APBN menunjukkan perbaikan signifikan, dengan penerimaan pajak tumbuh positif sebesar 9,1%. 

Belanja pemerintah pun tetap terjaga sesuai dengan rencana, sementara defisit anggaran terkendali di angka 2,53% sesuai UU No. 62 Tahun 2024 yang telah disetujui bersama DPR.

Baca Juga:  Dudung Abdurachman Temui Prabowo di Istana, Ini yang Dibahas

Dalam pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto, Sri Mulyani menekankan pentingnya pengelolaan APBN yang profesional dan akuntabel agar memberikan keyakinan kepada investor serta memastikan kelancaran program-program strategis pemerintah.

Kolaborasi Tokoh dan Figur Publik Nasional

Acara sarasehan ini menjadi panggung strategis kolaborasi antara figur publik utama seperti Presiden Prabowo dan Menkeu Sri Mulyani dengan asosiasi pelaku ekonomi nasional. Diskusi ini menjadi bagian penting dari perumusan strategi nasional dalam menghadapi tantangan geopolitik dan dinamika ekonomi global.

Pemerintah berkomitmen mengelola APBN secara bijaksana dan berkelanjutan, dengan harapan agar masyarakat tidak khawatir dalam menghadapi berbagai perubahan global. Sri Mulyani, sebagai tokoh kunci dalam kabinet, memastikan bahwa negara hadir melalui kebijakan fiskal yang adaptif dan berpihak pada rakyat.

(AKM/NID/RAD)

Trending