Politik
Sri Mulyani Kini Diangkat jadi Anggota Dewan Direksi Yayasan Milik Bill Gates!
Sri Mulyani Indrawati resmi diangkat sebagai anggota Dewan Direksi Gates Foundation, memperkuat peran globalnya di bidang pembangunan ekonomi dan kemiskinan.
MPN Indonesia 13 Januari 2026 - Dr. Sri Mulyani Indrawati resmi diangkat menjadi anggota Dewan Direksi Gates Foundation.
Penunjukan ini diumumkan oleh yayasan yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat, pada Senin (12/1), dan menandai langkah baru Sri Mulyani setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan Indonesia.
Sri Mulyani akan bergabung dalam struktur dewan yang dibentuk sejak 2022.
Pengangkatannya didasarkan pada rekam jejak panjangnya sebagai ekonom dengan pengalaman luas dalam reformasi lembaga keuangan serta kebijakan pembangunan ekonomi yang inklusif.
“Sri Mulyani membawa pengalaman mendalam dalam membentuk hasil ekonomi yang adil, keahlian yang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan,” ujar CEO sekaligus anggota Dewan Pengurus Gates Foundation, Mark Suzman, dalam siaran pers yang dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi Gates Foundation pada Selasa (13/1).
Komitmen Global Gates Foundation
Sri Mulyani menyatakan merasa terhormat dapat bergabung pada masa penting yayasan tersebut.
Ia menyoroti komitmen Bill Gates untuk mengalokasikan seluruh dana abadi Gates Foundation dalam 20 tahun ke depan guna mencapai tiga target utama, yakni mengakhiri kematian ibu dan bayi yang dapat dicegah, memberantas penyakit menular mematikan, serta mengentaskan jutaan orang dari kemiskinan.
“Dengan waktu 20 tahun untuk memberikan dampak sebesar mungkin dalam kehidupan mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat untuk bergabung dengan dewan direksi Gates Foundation guna berkontribusi pada momen penting yang penuh tantangan dan peluang ini,” ungkap Sri Mulyani.
Peran Sri Mulyani di Dewan Direksi
Dalam struktur Dewan Direksi Gates Foundation, Sri Mulyani akan bekerja bersama Ashish Dhawan, Dr. Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, Mark Suzman, dan Bill Gates.
Sementara itu, Baroness Nemat (Minouche) Shafik tengah mengambil cuti karena menjalankan tugas sebagai kepala penasihat ekonomi Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer.
Keterlibatan Sri Mulyani dengan yayasan ini sejatinya telah dimulai hampir satu dekade lalu.
Ia sebelumnya terlibat dalam berbagai inisiatif yang mengeksplorasi pemanfaatan teknologi baru untuk memperluas peluang dan mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Saya sangat termotivasi untuk membawa pengalaman saya di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi, dan tata kelola pemerintahan yang baik ke dalam upaya-upaya penting ini untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan taraf hidup,” kata Sri Mulyani.
Perluasan Struktur Organisasi Yayasan
Selain pengangkatan Sri Mulyani, Gates Foundation juga mengumumkan pembentukan Divisi Kantor Afrika dan India atau Africa and India Office (AIO).
Divisi ini akan dipimpin oleh Ankur Vora, yang juga menjabat sebagai kepala strategi yayasan.
Divisi AIO menyatukan seluruh kantor negara di Afrika dan India untuk memperkuat peran perspektif lokal dalam penentuan prioritas strategis dan pelaksanaan program.
Saat ini, yayasan memiliki kantor di lima negara Afrika, yakni Ethiopia, Kenya, Nigeria, Senegal, dan Afrika Selatan, serta satu kantor di Delhi, India, yang dibuka sejak 2003.
Vora, yang bergabung dengan yayasan pada 2013, akan menangani seluruh kantor perwakilan tersebut bersama Paulin Basinga sebagai Direktur Afrika dan Archna Vyas sebagai Direktur Kantor Perwakilan India.
“Seiring yayasan terus meningkatkan dampaknya hingga tahun 2045, Divisi Kantor Afrika dan India yang baru mencerminkan peran sentral yang dimainkan kawasan ini dalam memajukan misi kami dan pentingnya memastikan bahwa perspektif negara terus membentuk strategi, prioritas, dan bagaimana sumber daya dikerahkan,” jelas Vora.
Penunjukan di Divisi Pertumbuhan dan Peluang Global
Gates Foundation juga menunjuk Hari Menon sebagai Presiden Divisi Pertumbuhan dan Peluang Global atau Global Growth and Opportunity (GGO).
Menon menggantikan Rodger Voorhies yang mengundurkan diri pada akhir 2025 setelah 14 tahun mengabdi.
Sebelumnya, Menon menjabat sebagai Direktur Kantor Perwakilan India serta Asia Selatan dan Tenggara.
Dalam peran barunya, ia akan memimpin bidang pengembangan pertanian, sistem keuangan inklusif, infrastruktur digital publik, sanitasi, pengayaan pangan, serta pendidikan global.
“Divisi GGO mencakup sektor-sektor yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif dan pengembangan sumber daya manusia selama 20 tahun ke depan, terutama di Asia Selatan dan Afrika sub-Sahara,” pungkas Menon.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
