Harga minyak dunia menguat pada Selasa (4/8), dengan minyak mentah mendekati US$81 dan Brent berada di atas US$84 per barel.
Harga minyak dunia pada Jumat (31/7) pagi WIB mengalami penurunan seiring rencana pembentukan koalisi pertahanan maritim yang dipimpin Arab Saudi.
Berdasarkan pantauan MPN Indonesia dari laman Trading Economics, minyak mentah jenis Brent bertahan di atas USD90 per barel dan WTI turun di bawah USD84 per barel.
Harga minyak dunia pada Rabu (29/7) melonjak lebih dari 4% seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Harga minyak dunia pada Selasa (28/7) mengalami penurunan setelah muncul indikasi Iran bersedia menghentikan serangan selama Amerika Serikat (AS) juga menahan aksi militernya.
Harga minyak dunia turun sekitar 5% setelah AS dan Iran menghentikan sementara serangan militer. Brent turun ke US$91,89 dan WTI US$84,64 per barel.
Harga minyak dunia tembus US$100 per barel untuk Brent dan WTI di atas US$92 akibat ketegangan Timur Tengah dan gangguan pasokan global.
Berdasarkan pantauan MPN Indonesia dari Trading Economics, minyak mentah Brent menembus level di atas US$95 per barel, posisi tertinggi dalam enam pekan terakhir.
Harga minyak dunia pada Rabu (22/7) menunjukkan kenaikan harga di tengah meningkatnya risiko pasokan pada sejumlah jalur ekspor utama.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam lima pekan di tengah konflik AS-Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.