Sebanyak 15 orang meninggal dalam kecelakaan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Jumlah korban tewas kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 15 orang.
Aktivitas di Stasiun Manggarai pada Selasa (28/4) pagi terpantau relatif normal usai kecelakaan kereta antara KRL commuter line dan KA Argo Bromo.
Prabowo Subianto menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk pembangunan flyover dan perbaikan 1.800 titik perlintasan kereta api.
Kabasarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii menyatakan seluruh korban tewas kecelakaan KA Argo dan KRL di Bekasi Timur berjenis kelamin perempuan.
Sebanyak 10 jenazah korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur saat ini masih berada di RS Polri Kramat Jati dan belum teridentifikasi.
Korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4) bertambah.
Prabowo Subianto mendatangi RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa (28/4) sekitar pukul 08.39 WIB untuk menjenguk korban kecelakaan KRL.
Raffi Ahmad bersama Dasco datang ke lokasi tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam.
Update korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur, 7 orang meninggal dunia, 81 luka-luka, dan 3 korban masih dievakuasi.