Teknologi
Airpods Pro 2 Bisa jadi Alat Bantu Dengar dan Cek Kesehatan Pendengaran
AirPods Pro 2 dapat digunakan sebagai alat bantu dengar bagi pengguna dengan gangguan pendengaran ringan hingga sedang.
MPN Indonesia 8 Maret 2025 - Perangkat audio terbaru dari Apple, AirPods Pro 2 kini dapat digunakan sebagai alat bantu dengar bagi pengguna dengan gangguan pendengaran ringan hingga sedang.
Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan tes pendengaran dan membuat profil pendengaran yang dapat diterapkan di berbagai perangkat Apple.
Baru Luncur di Inggris
Fitur alat bantu dengar pada AirPods Pro 2 pertama kali diumumkan pada September 2024, tetapi baru diluncurkan di Inggris minggu ini setelah mendapat persetujuan pemerintah pada Januari 2025.
Keputusan ini diambil setelah Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial Inggris menyatakan bahwa bisnis yang menjual earphone yang dapat diadaptasi sebagai alat bantu dengar tidak melanggar undang-undang yang berlaku.
Keunggulan AirPods Pro 2
Perangkat ini memungkinkan pengguna untuk menjalani tes pendengaran selama lima menit menggunakan AirPods Pro 2 dan perangkat Apple seperti iPhone atau iPad.
Setelah tes selesai, sistem akan membuat profil pendengaran yang dapat diterapkan pada berbagai aktivitas, seperti mendengarkan musik, menonton film, bermain game, hingga melakukan panggilan telepon.
Selain itu, audiogram hasil tes pendengaran ini dapat dibagikan dengan ahli audiologi untuk mendapatkan saran lebih lanjut mengenai kondisi pendengaran pengguna.
Apple percaya bahwa inovasi ini akan memberikan manfaat bagi banyak orang yang membutuhkan bantuan pendengaran.
Wakil Presiden Kesehatan Apple, Sumal Desai menyatakan bahwa teknologi ini merupakan bagian dari upaya Apple untuk meningkatkan kesehatan pendengaran penggunanya.
“Di Apple, kami percaya bahwa teknologi dapat membantu orang menjalani hidup yang lebih sehat, dan kami sangat senang menghadirkan fitur alat bantu dengar ke Inggris, menawarkan pengalaman kesehatan pendengaran menyeluruh dengan AirPods Pro 2,” ujar Sumal Desai dikutip MPN Indonesia dari SindoNews, Sabtu (8/3).
Disambut Baik oleh RNID
Royal National Institute for Deaf People (RNID) juga menyambut baik inovasi ini.
Direktur kesehatannya, Crystal Rolfe, mengatakan bahwa teknologi ini berpotensi membawa perubahan besar dalam cara masyarakat mengakses perawatan pendengaran.
“Saat ini, ada sekitar delapan juta orang yang bisa mendapat manfaat dari alat bantu dengar di Inggris, tetapi hanya sekitar dua juta yang menggunakannya, meskipun alat bantu dengar berkualitas tinggi tersedia gratis di NHS,” ungkap Crystal Rolfe.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
