Connect with us

Teknologi

Awas! Modus Penipuan Melalui Nomor Palsu di Alamat Bisnis Google Maps

Kasus penipuan menggunakan nomor palsu di Google Maps semakin marak.

Actress 1299250

Published

on

Awas! Modus Penipuan Melalui Nomor Palsu di Alamat Bisnis Google Maps
Modus penipuan melalui nomor telepon palsu. Gambar : ilustrasi canva

MPN Indonesia 16 Agustus 2024 - Kasus modus penipuan dengan menggunakan nomor palsu di Google Maps kian marak. Penipuan ini dilakukan dengan cara memanipulasi informasi pada profil bisnis, terutama dengan menyertakan nomor WhatsApp palsu di kolom alamat.

Nomor ini kemudian digunakan oleh scammer untuk menipu calon pelanggan yang menghubungi kontak tersebut.

Fenomena ini pertama kali menjadi sorotan pada 12 Agustus 2024, ketika sebuah akun media sosial X, @selvi***, mempublikasikan bagaimana para pelaku menambahkan nomor palsu ke kolom alamat bisnis di Google Maps.

Unggahan tersebut memperlihatkan bahwa sejumlah lokasi bisnis seperti bank, hotel, dan klinik dokter menjadi target para penipu, yang menambahkan nomor WhatsApp penipu dengan format seperti “WA 08XX” atau “CS 08XX” di kolom alamat.

Modus Operandi Scammer di Google Maps

Modus penipuan ini sederhana namun efektif. Pelaku menambahkan nomor WhatsApp palsu di kolom alamat bisnis, bukan di kolom telepon resmi yang memiliki ikon call.

Dengan demikian, calon korban yang melihat nomor tersebut kemungkinan besar akan mencoba menghubungi dan pada akhirnya diarahkan untuk melakukan transfer uang ke rekening milik penipu.

“Hari ini baru sadar bahwa beberapa lokasi bisnis di-edit orang lain, alamatnya ditambahkan nomor WA penipu,” tulis akun tersebut.

Seorang pakar teknologi informasi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rosihan Ari Yuana, menegaskan bahwa siapa saja dapat mengusulkan perubahan informasi di Google Maps.

“Iya bisa diubah karena di Google Maps ada fitur untuk memberi saran perubahan terhadap informasi bisnisnya,” jelas Rosihan.

Baca Juga:  5 Anggota Polisi Ditembak di Pennsylvania, 4 Orang Tewas Termasuk Pelaku Penembakan

Namun, pelaku penipuan tidak dapat mengubah nomor telepon resmi di kolom dengan logo telepon; mereka hanya dapat menambahkan nomor palsu di bagian alamat.

Lebih lanjut, Rosihan menyatakan bahwa data di Google Maps bersifat terbuka, sehingga memungkinkan masyarakat dapat mengedit pada beberapa informasi, termasuk alamat.

Meski demikian, nomor telepon yang tertera di kolom telepon resmi hanya dapat diubah oleh pemilik bisnis.

Untuk itu, ia menyarankan agar masyarakat selalu memeriksa kolom telepon dengan ikon call, karena nomor yang valid biasanya ada di sana.

Pentingnya Proteksi Data di Google Maps

Rosihan juga menyoroti kurangnya fitur proteksi yang memungkinkan pemilik bisnis untuk melindungi informasi yang dapat diubah oleh publik.

“Pihak pemilik bisnis juga tidak dibekali dengan fitur untuk memproteksi data yang bisa diubah oleh masyarakat,” tambahnya.

Oleh karena itu, penting bagi pemilik bisnis untuk secara rutin memeriksa informasi bisnis mereka di Google Maps guna mencegah adanya penyalahgunaan data.

Hal serupa juga disampaikan oleh Pratama Persadha, Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), yang menekankan perlunya kewaspadaan terhadap perubahan informasi di Google Maps.

“Umumnya, masyarakat memang bisa menyarankan perubahan pada informasi bisnis di Google Maps. Saran tersebut akan ditinjau oleh tim Google sebelum disetujui,” kata Pratama pada Selasa, (13/8).

Namun, dia tetap mengingatkan agar pengguna berhati-hati dalam mempercayai informasi yang tertera di Google Maps, terutama jika menyangkut nomor kontak atau transaksi keuangan.

Pratama menambahkan bahwa informasi di Google Maps sebaiknya hanya digunakan untuk menentukan lokasi dan mendapatkan panduan arah.

Jika ada kebutuhan untuk melakukan transaksi, dia menyarankan agar hal tersebut dilakukan langsung di lokasi bisnis guna memastikan keaslian.

Baca Juga:  Petugas Damkar di Jakpus Dibegal oleh 9 Orang, 5 Ditangkap 4 Lainnya Masih DPO

Selain itu, saat melakukan transaksi online, sangat penting untuk meminta nomor kontak dan nomor rekening yang sah dari pihak bisnis.

Tanggapan Google dan Langkah Selanjutnya

Menanggapi masalah ini, Google Indonesia melalui akun resmi X @googleindonesia pada 13 Agustus 2024, menyatakan bahwa mereka telah mengetahui modus penipuan yang melibatkan nomor kontak palsu.

Google menegaskan bahwa setiap perubahan informasi harus didasarkan pada data yang benar dan sedang bekerja keras untuk memperbaiki masalah teknis yang memungkinkan terjadinya manipulasi informasi bisnis.

Google juga menyatakan bahwa mereka terus memantau dan memulihkan informasi yang akurat di Google Maps untuk mencegah kejahatan cyber serupa.

Langkah-langkah yang diambil mencakup peningkatan sistem pemantauan dan pengawasan pada saran perubahan informasi yang diajukan oleh publik.

Trending