Connect with us

Teknologi

Eks Karyawan Meta Sebut Mark Zuckerberg Bocorkan Rahasia AS ke China

Mark Zuckerberg diduga terlibat dalam pembocoran informasi keamanan nasional Amerika Serikat (AS) ke China.

Arthur

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 15t095725.843
CEO Meta Mark Zuckerberg diduga bocorkan data AS ke China | Gambar: Ig/@zuck

MPN Indonesia 15 April 2025 - CEO Meta, Mark Zuckerberg diduga terlibat dalam pembocoran informasi penting terkait keamanan nasional Amerika Serikat (AS) kepada China.

Tuduhan ini disampaikan oleh mantan Direktur Kebijakan Publik Global Meta Sarah Wynn-Williams yang bekerja di perusahaan tersebut antara 2011 hingga 2017.

Kesaksian tersebut disampaikan dalam sidang Subkomite Kehakiman Senat AS untuk Kejahatan dan Antiterorisme yang dipimpin oleh Senator Josh Hawley.

Wynn-Williams menyatakan bahwa selama masa kerjanya di Meta, ia menyaksikan langsung tindakan eksekutif perusahaan yang menjalin kerja sama secara diam-diam dengan Partai Komunis China.

Ia mengklaim bahwa Meta, termasuk Mark Zuckerberg, berupaya membangun hubungan bisnis yang menguntungkan dengan China, dengan risiko membahayakan keamanan nasional Amerika Serikat.

Dugaan Kerja Sama Meta vs China

Dalam kesaksiannya, Wynn-Williams mengungkapkan bahwa informasi yang dibocorkan Meta mencakup proyek pengembangan kecerdasan buatan (AI) milik AS.

“Kita terlibat dalam perlombaan senjata AI berisiko tinggi melawan China,” kata Wynn-Williams, dikutip MPN Indonesia dari CBS, Selasa (15/4).

“Dan selama saya bekerja di Meta, para eksekutif perusahaan berbohong kepada karyawan, pemegang saham, Kongres, dan publik Amerika tentang apa yang mereka lakukan dengan Partai Komunis China,” imbuhnya.

Selain itu, Wynn-Williams mengklaim bahwa Meta bekerja sama dengan pemerintahan di Beijing untuk mengembangkan alat penyensoran yang digunakan untuk mengontrol konten digital dan meredam perbedaan pendapat.

Ia mengatakan bahwa para eksekutif Meta secara berulang kali merusak keamanan nasional dan mengkhianati nilai-nilai Amerika Serikat.

Meta Abai soal Keselematan Data AS

Salah satu pernyataan penting lainnya yang disampaikan oleh Wynn-Williams adalah mengenai penghapusan akun Facebook milik Guo Wengui, seorang tokoh kontroversial China yang tinggal di Amerika Serikat.

Baca Juga:  Saingi AS, China Kirim Tiga Astronot ke Bulan untuk Misi Shenzhou-23

Ia menuduh tindakan itu dilakukan atas tekanan pemerintah China. Namun Meta menjelaskan bahwa akun tersebut dihapus karena pelanggaran kebijakan privasi, khususnya terkait penyebaran informasi pribadi.

Wynn-Williams juga mengangkat isu terkait proyek kabel data bawah laut Pacific Light Cable Network.

Ia menyatakan bahwa Meta mengabaikan peringatan mengenai potensi proyek tersebut menjadi celah bagi pemerintah China dalam mengakses data pengguna Amerika Serikat.

Meskipun proyek itu akhirnya dibatalkan, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut terjadi bukan karena kesadaran internal, melainkan akibat tekanan dari legislator Amerika Serikat.

Meta Bantah Seluruh Tuduhan

Menanggapi berbagai klaim yang dilontarkan oleh Wynn-Williams, juru bicara Meta Ryan Daniels menyebutkan bahwa kesaksian tersebut tidak sesuai dengan realitas dan penuh dengan klaim yang tidak berdasar.

Ia juga menegaskan bahwa Meta tidak mengoperasikan layanannya di China hingga saat ini.

Daniels mengakui adanya minat dari Mark Zuckerberg terhadap pasar China di masa lalu, tetapi menambahkan bahwa perusahaan tidak memiliki aktivitas operasional di wilayah tersebut.

(AKM/NID/RAD)

Trending