Connect with us

Teknologi

Fantastis! Segini Harga iPhone jika Diproduksi di AS

Apple terancam lonjakan biaya jika produksi iPhone dipindah ke AS, dengan potensi kenaikan harga iPhone hingga 91% akibat tarif dan hambatan produksi.

Logompn

Published

on

Fantastis! segini harga iphone jika diproduksi di as
Harga iPhone jika Diproduksi di AS. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 14 April 2025 - Apple diperkirakan akan menghadapi lonjakan biaya produksi yang signifikan jika harus memindahkan produksi iPhone ke Amerika Serikat.

Dikutip MPN Indonesia dari CNBC, Analis Bank of America Securities, Wamsi Mohan, memperkirakan bahwa iPhone 16 Pro, yang saat ini dijual seharga $1.199, dapat mengalami kenaikan harga sebesar 25% hanya dari kenaikan biaya tenaga kerja, menjadi sekitar $1.500.

Sementara itu, analis Wedbush, Dan Ives, menyebutkan bahwa harga iPhone buatan AS bisa mencapai $3.500, mengingat biaya investasi sekitar $30 miliar untuk memindahkan 10% rantai pasok ke AS dalam kurun tiga tahun.

Hambatan Produksi dan Ketergantungan pada Komponen Global

Produksi iPhone di AS menghadapi banyak tantangan, termasuk kekurangan tenaga kerja dengan keahlian teknis yang diperlukan.

CEO Apple, Tim Cook, dalam wawancara tahun 2017, menyatakan bahwa Amerika Serikat kekurangan insinyur tooling, yang berperan penting dalam konfigurasi mesin produksi.

Ia menyebutkan bahwa jika di China para insinyur tersebut bisa mengisi beberapa lapangan sepak bola, di AS bahkan satu pun belum tentu bisa dipenuhi.

Selain keterbatasan tenaga kerja, sebagian besar komponen iPhone tetap diproduksi di luar negeri.

Prosesor dibuat oleh TSMC di Taiwan, layar oleh perusahaan Korea Selatan seperti LG dan Samsung, dan komponen lainnya banyak berasal dari China.

Tanpa pengecualian tarif, Apple akan dikenai pajak impor yang tinggi untuk sebagian besar komponen tersebut.

Efek Tarif dan Strategi Apple

Dengan diberlakukannya tarif baru oleh AS sebesar 145% terhadap produk dari China, biaya impor iPhone buatan China meningkat tajam.

Baca Juga:  iPhone 17 Pro Dikabarkan Hadir dengan 8x Optical Zoom dan Tombol Kamera Baru

Apple pun mulai memindahkan sebagian stok dari India ke AS untuk mengantisipasi kenaikan harga, termasuk pengiriman sekitar 1,5 juta unit iPhone menggunakan enam pesawat kargo sejak Maret.

Namun, strategi ini dinilai tidak cukup untuk meredam dampak tarif. Jika penundaan tarif yang diberlakukan selama 90 hari oleh pemerintah AS berakhir, Mohan memperkirakan bahwa iPhone 16 Pro Max buatan AS bisa mengalami kenaikan harga hingga 91%.

Reaksi Pemerintah dan Upaya Terdahulu

Meski Apple belum menyatakan dukungan terbuka terhadap inisiatif produksi di AS, pemerintahan Trump tetap optimis.

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan bahwa “tentara yang terdiri dari jutaan manusia yang memasang sekrup-sekrup kecil untuk membuat iPhone, hal semacam itu akan datang ke Amerika.” 

Upaya sebelumnya untuk membangun pabrik di Wisconsin oleh Foxconn, mitra utama Apple, tidak membuahkan hasil.

Investasi senilai $10 miliar yang diumumkan pada 2017 hanya menciptakan 1.454 pekerjaan dari target awal 13.000.

Saat pandemi, fasilitas tersebut akhirnya digunakan untuk memproduksi masker, bukan elektronik.

Produksi Alternatif dan Kebijakan Kompromi

Apple pernah memindahkan sebagian produksi iPhone ke Brasil pada 2011 untuk menghindari tarif impor tinggi, namun harga jual tetap dua kali lipat dari versi buatan China.

Hingga kini, sebagian besar komponen iPhone yang diproduksi di Brasil masih diimpor dari Asia.

Dalam menghadapi kebijakan Trump, Apple juga sempat mengalihkan sebagian produksi perangkat Mac Pro ke Austin, Texas, pada 2019 sebagai langkah kompromi.

Strategi ini dinilai berhasil, karena Apple berhasil mendapatkan pengecualian tarif sementara pada masa tersebut.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending