Teknologi
Hp di Eropa Wajib Pakai Baterai Lepas Pasang Mulai Tahun Depan
mulai 2027 Uni Eropa akan mewajibkan produsen perangkat elektronik menggunakan baterai yang dapat dilepas dan diganti dengan mudah.
MPN Indonesia 25 April 2026 - Dunia teknologi sedang bersiap menghadapi babak baru dalam hal desain perangkat keras.
Setelah sebelumnya sukses menyeragamkan penggunaan USB-C, kini para legislator Uni Eropa kembali mengambil langkah tegas dengan mengalihkan fokus mereka pada aspek kemudahan perbaikan perangkat (repairability).
Target utamanya adalah komponen yang sering menjadi titik lemah sebuah gawai, yaitu baterai.
Dikutip MPN Indonesia dari TechRadar, mulai Februari 2027 Uni Eropa akan memberlakukan aturan baru yang mewajibkan produsen perangkat elektronik menggunakan baterai yang dapat dilepas dan diganti dengan mudah oleh pengguna.
Meski aturan ini secara hukum hanya berlaku di wilayah Uni Eropa, namun mekanisme produksi massal global diprediksi akan memaksa produsen menerapkan standar yang sama untuk pasar internasional lainnya.
Bakal Balik ke Era 2000-an?
Mendengar istilah “baterai lepas-pasang”, ingatan kita mungkin langsung tertuju pada ponsel era awal 2000-an di mana casing belakang bisa dibuka hanya dengan kuku.
Namun, regulasi baru ini tidak serta-merta membawa kita kembali ke desain kuno tersebut.
Berdasarkan laporan SamMobile, aturan ini mendefinisikan baterai sebagai komponen yang “mudah dilepas dan diganti” oleh pengguna akhir.
Hal ini berarti produsen harus memastikan baterai dapat dikeluarkan tanpa memerlukan peralatan khusus, kecuali jika peralatan tersebut sudah disediakan secara gratis di dalam kotak kemasan produk.
Jadi, alih-alih baterai yang langsung “copot”, kita mungkin akan melihat tren baru di mana paket pembelian menyertakan alat pembongkar kecil untuk memudahkan proses penggantian mandiri.
Penyesuaian dari Produsen
Menariknya, cakupan undang-undang ini tidak hanya terbatas pada smartphone dan tablet saja.
Berbagai gawai lain seperti kacamata pintar (smart glasses) juga akan terkena dampaknya.
Bahkan, kabar terbaru menyebutkan bahwa Nintendo telah mengembangkan konsol Switch 2 dengan desain baterai yang dapat diganti.
Di sisi lain, raksasa teknologi seperti Apple tampaknya sudah mulai mengantisipasi langkah ini.
Selain telah menawarkan kit perbaikan mandiri, Apple kemungkinan besar tidak akan terlalu terdampak.
Hal ini dikarenakan adanya pengecualian dalam aturan tersebut, yaitu baterai yang mampu mempertahankan kapasitas 80% setelah 1.000 siklus pengisian daya tidak tercakup dalam kewajiban ini.
Sejauh ini, dokumen dukungan resmi Apple menunjukkan bahwa model iPhone 15 ke atas sudah memenuhi standar daya tahan tersebut.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
