Connect with us

Teknologi

Kurikulum Pendidikan Teknologi bakal Berubah Akibat Pengaruh AI

Kecerdasan buatan (AI) yang kian maju diprediksi akan mulai mengubah peta pendidikan di bidang teknologi.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 27t145205.104
Kurikulum Pendidikan Teknologi bakal Berubah Akibat Pengaruh AI | Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 27 Mei 2025 - Kecerdasan buatan (AI) yang kian maju diprediksi akan mengubah peta pendidikan tinggi di bidang teknologi.

Hal itu diungkap oleh Ketua Program Studi Bisnis Digital di Politeknik Piksi Input Serang, Resita Rahma.

Ia mengungkapkan bahwa kehadiran AI mendorong perguruan tinggi untuk segera menyesuaikan kurikulum agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Pasti. Mulai dari kemunculan AI pun perguruan tinggi serta prodi harus menyesuaikan perubahan ini dalam kurikulum, bahkan menjadikan sebuah mata kuliah wajib bagi mahasiswa,” kata Resita saat dihubungi MPN Indonesia melalui aplikasi perpesanan, Sabtu (24/5).

Mahasiswa Perlu Dilatih

Perubahan besar ini tak hanya menyentuh isi kurikulum, tapi juga menuntut pelatihan ulang bagi mahasiswa.

Menurut Resita, pengenalan serta pelatihan tentang AI menjadi penting agar generasi muda siap menghadapi tantangan teknologi di masa depan.

“Perubahan ini pasti akan berdampak bagi perkembangan teknologi dan kehidupan di masa depan, sehingga pengenalan sekaligus pelatihan pun perlu dilakukan,” jelasnya.

AI Rentan Disalahgunakan

Di balik manfaatnya, AI juga membawa risiko terutama dalam hal penyalahgunaan.

Resita menilai bahwa kerentanan teknologi adalah sisi lain dari kemajuan yang tidak boleh diabaikan.

“Bagi pendidikan, sisi lain kerentanan ini merupakan isu yang sangat penting dan cukup kompleks, sehingga perlu dimitigasi,” ujarnya.

Isu etika juga menjadi perhatian serius dalam riset dan pengembangan AI. Tantangan terbesar, kata Resita, adalah menjembatani antara kemajuan teknologi dengan nilai-nilai etis.

“Etika merupakan hal yang dijadikan prinsip bagi seseorang, sehingga sulit untuk diukur. Tetapi hal ini tetap perlu dilakukan agar pemahaman tentang etika ini tetap ditanamkan di individu,” tambahnya.

(AKM/NID/RAD)

Continue Reading

Trending