Teknologi
Hotel Luar Angkasa Pertama di Dunia Siap Diluncurkan pada 2027
Voyager Station, hotel luar angkasa pertama di dunia, dijadwalkan akan diluncurkan pada tahun 2027.
MPN Indonesia 27 Mei 2025 - Voyager Station, hotel luar angkasa pertama di dunia, dijadwalkan akan diluncurkan pada tahun 2027.
Proyek ini dikembangkan oleh Above: Space Development Corporation yang sebelumnya bernama Orbital Assembly Corporation.
Hotel luar angkasa ini dirancang tidak hanya untuk tujuan wisata, tetapi juga untuk kepentingan komersial, penelitian ilmiah, dan penggunaan pemerintah.
Mengorbit Bumi
Dikutip MPN Indonesia dari The Luxgate, Voyager Station akan mengorbit Bumi sambil menyediakan kenyamanan sekelas hotel di darat.
Para tamu akan menikmati pengalaman gravitasi buatan yang dihasilkan melalui gaya sentrifugal dari struktur roda berputar milik stasiun ini.
Dengan gravitasi setara seperenam dari Bumi, mirip dengan gravitasi di Bulan, pengunjung tetap bisa menjalani aktivitas harian seperti makan, berolahraga, dan tidur tanpa harus menghadapi tantangan beratnya kondisi tanpa bobot.
Tawarkan Fasilitas Mewah
Voyager Station menawarkan berbagai akomodasi dan fasilitas yang dirancang untuk memastikan kenyamanan di lingkungan luar angkasa.
Tersedia suite dan vila luas hingga 5.300 kaki persegi dan mampu menampung hingga 16 tamu.
Untuk hiburan, stasiun ini menyediakan bioskop, aula konser, dan lounge dengan pemandangan panoramik luar angkasa.
Selain itu, ada fasilitas kebugaran dan spa yang dirancang untuk lingkungan gravitasi rendah, serta zona gravitasi nol dan kegiatan spacewalk bagi tamu yang menginginkan pengalaman luar angkasa yang lebih ekstrem.
Fasilitas-fasilitas ini bertujuan mengubah persepsi bahwa luar angkasa adalah tempat yang keras dan tidak nyaman.
Tantangan Finansial dan Teknis
Proyek Voyager Station menghadapi tantangan signifikan, terutama dalam hal pendanaan dan konstruksi.
Untuk membangun hotel luar angkasa ini, diperlukan dana lebih dari satu miliar dolar AS.
Upaya sebelumnya dalam mengembangkan proyek serupa telah gagal akibat keterbatasan dana, menjadikan aspek pembiayaan sebagai risiko utama.
Dari sisi teknis, membangun struktur ruang angkasa yang berputar juga membawa tantangan rekayasa yang belum pernah dilakukan sebelumnya, termasuk menjaga integritas struktur dan mengelola dinamika orbit secara presisi.
Proyek ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait dampak lingkungan akibat frekuensi peluncuran roket yang diperlukan.
Selain itu, biaya tinggi yang diperlukan untuk menginap di Voyager Station menimbulkan isu etika terkait kesenjangan akses terhadap luar angkasa, yang berpotensi menjadi wilayah eksklusif bagi kalangan sangat kaya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
