Connect with us

Teknologi

Meta bakal Hapus Fitur Ekripsi End to End, Chat DM Bisa Disadap?

Mulai Mei 2026, pesan Instagram tidak lagi terenkripsi. Apa dampaknya bagi keamanan data?

Logompn

Published

on

Meta bakal Hapus Fitur Ekripsi End to End, Chat DM Bisa Disadap
Meta bakal Hapus Fitur Ekripsi End to End, Chat DM Bisa Disadap. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 31 Maret 2026 - Meta akan menghentikan dukungan fitur enkripsi end-to-end (E2EE) untuk layanan pesan langsung (Direct Message/DM) di platform media sosial Instagram mulai 8 Mei 2026.

Keputusan ini berdampak langsung pada pengguna yang sebelumnya mengaktifkan fitur tersebut, karena setelah tanggal tersebut, seluruh pesan akan kembali menjadi pesan biasa tanpa perlindungan enkripsi.

Pengguna telah mulai menerima pemberitahuan di aplikasi untuk segera mengunduh pesan dan data digital seperti foto, video, dan file lain sebelum fitur dinonaktifkan secara permanen.

Juru bicara Meta, Dina El-Kassaby Luce, menjelaskan bahwa keputusan penghentian ini diambil karena tingkat penggunaan fitur enkripsi di Instagram sangat rendah.

“Pesan terenkripsi end-to-end di Instagram tidak akan lagi didukung setelah 8 Mei 2026. Jika Anda memiliki obrolan yang terpengaruh oleh perubahan ini, Anda akan melihat petunjuk tentang cara mengunduh media atau pesan apa pun yang ingin Anda simpan,” tulis Instagram, dikutip MPN Indonesia melalui laman help.instagram.com pada Selasa (31/3).

Pengguna yang masih menggunakan versi lama aplikasi juga diminta memperbarui terlebih dahulu sebelum dapat mengunduh riwayat obrolan.

Fitur E2EE sebelumnya diperkenalkan sebagai bagian dari rencana Meta untuk menyatukan ekosistem pesan pribadi antar platform seperti Instagram, Messenger, dan WhatsApp.

Namun, tidak seperti WhatsApp yang mengaktifkan E2EE secara default, pengguna Instagram harus mengaktifkannya secara manual.

Hal ini dianggap menjadi alasan rendahnya adopsi fitur tersebut.

Fitur E2EE Dikritik Banyak Pihak

Selain tingkat penggunaan yang rendah, keputusan Meta untuk mencabut enkripsi pesan di Instagram juga dipengaruhi oleh tekanan dari regulator, lembaga penegak hukum, dan kelompok perlindungan anak.

Baca Juga:  Whatsapp Bakal Luncurkan Fitur Username, Bisa Komunikasi Tanpa Bagikan Nomor HP

Lembaga seperti Virtual Global Taskforce, Internet Watch Foundation (IWF), serta National Child Protection Task Force Inggris telah menyuarakan kekhawatiran bahwa sistem enkripsi mempersulit upaya pelacakan dan penindakan terhadap konten eksploitasi seksual anak.

Organisasi tersebut menyebut E2EE sebagai pilihan desain yang disengaja yang menurunkan sistem keamanan dan melemahkan kemampuan untuk menjaga keamanan pengguna anak-anak.

Potensi Isi Percakapan Bocor

Dikutip MPN Indonesia dari Euro News, dengan penghapusan E2EE, Meta kini memiliki akses untuk membaca isi percakapan pengguna Instagram.

Hal ini memicu kekhawatiran bahwa isi pesan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lain seperti iklan bertarget atau pelatihan sistem kecerdasan buatan milik Meta.

Pada Desember 2025, Meta telah menyatakan bahwa interaksi pengguna dengan alat Meta AI di dalam percakapan pribadi dapat digunakan sebagai bahan untuk iklan tertarget.

Tom Sulston, Kepala Kebijakan di Digital Rights Watch, menyebut langkah Meta kemungkinan besar lebih didasari pertimbangan bisnis daripada tekanan regulator.

Meta sendiri masih menawarkan layanan pesan dengan enkripsi end-to-end aktif secara default di platform WhatsApp.

Perubahan Tambahan untuk Perlindungan Remaja

Selain menghentikan fitur enkripsi, Instagram juga mengumumkan akan memperbarui sistem keamanan khusus untuk pengguna remaja.

Platform ini akan menambahkan fitur notifikasi kepada orang tua jika anak mereka berulang kali mencari istilah terkait bunuh diri atau self-harm.

Fitur ini mulai diluncurkan di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada, dengan wilayah lain menyusul secara bertahap.

Menurut Instagram, ambang batas notifikasi ditetapkan berdasarkan frekuensi pencarian dalam waktu singkat dengan prinsip kehati-hatian.

“Kami memilih ambang batas yang memerlukan beberapa pencarian dalam waktu singkat, sambil tetap berhati-hati,” tulis Instagram.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending