Teknologi
Siap Saingi X, Twitter Hadir Lagi dengan Nama Twitter.now
Twitter.now diluncurkan Operation Bluebird di AS di tengah sengketa merek dagang dengan X. Simak fitur, biaya keanggotaan, dan status hukumnya.
MPN Indonesia 31 Agustus 2026 - Persaingan platform media sosial kembali menjadi sorotan setelah Operation Bluebird meluncurkan Twitter.now di Amerika Serikat pada 27 Agustus 2026.
Startup yang berbasis di Virginia itu menghadirkan layanan dengan identitas Twitter di tengah sengketa merek dagang dengan X yang masih berlangsung.
Platform tersebut sementara tersedia melalui situs twitter.now dengan program akses awal berbayar.
“Kami adalah perusahaan kecil, tetapi kami memiliki investor dan kami memiliki produk. Kami telah menunggu berbulan-bulan untuk meluncurkan layanan ini, dan kami tidak akan menunggu lebih lama lagi,” kata Stephen Coates dalam wawancara Ars Technica, dikutip MPN Indonesia dari BigGo Finance pada Senin (31/8).
Operation Bluebird didirikan oleh Stephen Coates, mantan penasihat hukum dan pengacara kekayaan intelektual di Twitter sebelum perusahaan itu diakuisisi Elon Musk.
Platform twitter.now saat ini hanya dapat diakses melalui alamat situs twitter.now.
Pengguna yang ingin bergabung lebih awal dapat memilih skema keanggotaan sebelum aplikasi dirilis secara luas.
Keanggotaan Twitter.now
Operation Bluebird menawarkan dua tingkat keanggotaan bagi pengguna awal, yakni Founder dan Fighter.
Keanggotaan Founder dibanderol 20 dolar AS dengan manfaat berupa akses lebih awal sebelum aplikasi dirilis, lencana bernomor, serta kesempatan memilih nama pengguna.
Sementara itu, keanggotaan Fighter dikenakan biaya mulai 40 dolar AS dan mencakup seluruh manfaat Founder, ditambah status pendonor serta lencana burung yang membawa ketapel.
Perusahaan menjelaskan biaya tersebut juga digunakan untuk mendukung proses hukum yang masih berlangsung terkait penggunaan identitas Twitter.
Sementara itu, tampilan platform mempertahankan sejumlah elemen yang dikenal pengguna lama.
Fitur balasan dan repost tetap tersedia sehingga antarmuka terlihat serupa dengan layanan Twitter sebelum berganti nama menjadi X.
Fitur Baru yang Diperkenalkan
Selain mempertahankan sejumlah fitur lama, platform ini menghadirkan beberapa kemampuan baru.
Beberapa fitur yang diperkenalkan meliputi:
- Vera, sistem pemeriksaan fakta otomatis berbasis Google Gemini.
- Trust Dial untuk mengatur tingkat kepercayaan konten yang muncul di beranda.
- Model akses awal berbayar yang disebut bertujuan mengurangi bot dan ketergantungan terhadap iklan.
- Kebijakan yang menyatakan data pengguna tidak dijual kepada pihak yang tidak dikenal.
- Aturan komunitas yang berlaku bagi seluruh pengguna tanpa membedakan popularitas, jabatan, maupun jumlah pengikut.
Coates mengatakan Vera dirancang untuk menganalisis unggahan secara waktu nyata.
Ia mengaku pernah menguji sistem tersebut menggunakan informasi yang sengaja dibuat keliru untuk memastikan fitur itu bekerja sesuai fungsinya.
“Tujuan pertama kami adalah untuk melihat apakah kami benar-benar dapat menciptakan kembali alun-alun kota yang lebih aman dan tidak berbahaya,” katanya.
Operation Bluebird juga menjelaskan di situs resminya bahwa platform tersebut dibangun berdasarkan kepercayaan serta tidak memiliki hubungan dengan X.
“Operation Bluebird mengambil alih nama X Corp. yang telah ditinggalkan dan membangunnya kembali di atas fondasi kepercayaan. Kami bukan X, dan kami tidak berafiliasi dengan X Corp. dengan cara apa pun,” katanya.
Sengketa Merek Dagang
Peluncuran platform berlangsung ketika sengketa hukum mengenai merek dagang masih diproses di Amerika Serikat.
Perselisihan bermula setelah Elon Musk mengakuisisi Twitter pada Oktober 2022.
Perusahaan kemudian berganti nama menjadi X pada Juli 2023, termasuk mengubah identitas platform.
Operation Bluebird berpendapat nama “Twitter”, istilah “Tweet”, dan logo burung sudah tidak lagi digunakan sehingga berupaya memperoleh hak atas merek tersebut.
Sebaliknya, X Corporation menggugat perusahaan itu pada akhir 2025 dan meminta Pengadilan Federal Delaware menghentikan peluncuran platform baru.
Dalam sidang pada April 2026, Hakim Pengadilan Distrik AS Colm Connolly menyampaikan penilaian sementara bahwa X tampaknya telah melepaskan klaim hak kekayaan intelektual atas istilah “Tweet”, logo burung Twitter, dan kemungkinan juga nama “Twitter”.
Hingga kini belum terdapat putusan tertulis dalam perkara tersebut.
“Posisi kami adalah bahwa X telah melepaskan haknya atas merek dagang Twitter dan Tweet,” tegas Coates.
Di sisi lain, pengacara merek dagang Josh Gerben menilai Operation Bluebird mungkin memiliki dasar hukum yang dapat diperdebatkan.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa perkara tersebut belum selesai.
“Dibutuhkan keberanian yang besar untuk melakukan ini. Mereka akan menghadapi kekuatan penuh dari respons X,” kata Gerben.
Status Layanan dan Perkara Hukum
Saat peluncuran dilakukan, basis pengguna platform masih berjumlah ratusan.
Operation Bluebird menyatakan layanan tersebut dibangun sebagai forum terbuka yang mengedepankan kepercayaan, transparansi, dan pilihan pengguna.
Perusahaan juga menyatakan berkomitmen melindungi kebebasan berekspresi dengan tetap melarang konten ilegal, eksploitasi anak, kekerasan, pelecehan, penipuan, serta bentuk perilaku berbahaya lainnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
