Teknologi
Trump Kumpul bareng Para Bos Perusahaan Teknologi AS: Elon Musk Absen, Pesaingnya Hadir
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjamu sejumlah eksekutif perusahaan teknologi ternama di Gedung Putih, Kamis (4/9).
MPN Indonesia 8 September 2025 - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjamu sejumlah eksekutif perusahaan teknologi ternama di Gedung Putih, Kamis (4/9).
Pertemuan tersebut difokuskan pada riset kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sekaligus menyoroti besarnya investasi yang digelontorkan perusahaan-perusahaan teknologi di AS.
“Ini membawa negara kita ke level baru,” ujar Trump saat duduk di meja panjang bersama para eksekutif yang ia sebut sebagai “orang-orang dengan IQ tinggi”, dikutip MPN Indonesia dari AP News.
Daftar Bos Perusahaan Teknologi AS yang Hadir
Dalam jamuan makan malam itu hadir CEO Apple Tim Cook, CEO Google Sundar Pichai, CEO Microsoft Satya Nadella, serta CEO Meta Mark Zuckerberg.
Saat pertemuan, Trump berkeliling meja dan menanyakan berapa nilai investasi masing-masing perusahaan di AS.
Zuckerberg dan Cook masing-masing menyebut investasi sebesar 600 miliar dolar AS, Pichai menyebut 250 miliar dolar AS, sementara Nadella menyebut hingga 80 miliar dolar AS per tahun.
Selain mereka, daftar bos perusahaan teknologi AS yang hadir di Gedung Putih juga meliputi:
- Bill Gates, pendiri Microsoft
- Sergey Brin, pendiri Google
- Sam Altman, CEO OpenAI
- Greg Brockman, pendiri OpenAI
- Safra Catz, CEO Oracle
- David Limp, CEO Blue Origin
- Sanjay Mehrotra, CEO Micron
- Vivek Ranadive, Chairman TIBCO Software
- Shyam Sankar, eksekutif Palantir
- Alexandr Wang, pendiri Scale AI
- Jared Isaacman, CEO Shift4 Payments
Sosok yang mencolok tidak hadir adalah Elon Musk. Mantan sekutu dekat Trump itu pernah diberi tugas memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah, namun hubungannya dengan presiden memburuk awal tahun ini.
Sebagai gantinya, hadir rival Musk dalam bidang AI, Sam Altman.
Ada Rapat Satgas Pendidikan AI
Acara awalnya dijadwalkan berlangsung di Rose Garden, tetapi dipindahkan ke State Dining Room karena cuaca buruk.
Pertemuan ini mengikuti rapat siang hari yang digelar oleh Satgas Pendidikan AI Gedung Putih yang diketuai Ibu Negara Melania Trump.
“Masa depan kita bukan lagi fiksi ilmiah. Kita harus mengelola pertumbuhan AI secara bertanggung jawab,” kata Melania.
Ia juga menyinggung perlunya regulasi untuk mencegah eksploitasi seksual daring dengan teknologi deepfake, sejalan dengan undang-undang “Take It Down Act” yang ditandatangani Trump pada Mei lalu.
Kritik terhadap Industri AI
Pertemuan Trump dengan para bos teknologi memicu perdebatan di internal Partai Republik.
Senator Josh Hawley dari Missouri melontarkan kritik tajam terhadap industri teknologi, khususnya terkait minimnya regulasi AI.
Ia menilai pemerintah harus memeriksa sistem AI frontier yang dikembangkan perusahaan teknologi besar, termasuk Meta dan ChatGPT.
Trump sendiri kerap mengkritisi pemanfaatan konten buatan AI. Namun sehari sebelum pertemuan, ia membagikan meme dan video AI di media sosial, termasuk yang menampilkan wajahnya pada atlet lompat galah dan gambar senator Demokrat Adam Schiff dengan leher memanjang.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
