Connect with us

Selebriti

Luna Maya dan Cinta Laura Kunjungi Korban Bencana Aceh, Kompak Tampil dengan Scarf

Luna Maya dan Cinta Laura kunjungi korban banjir Peusangan, Aceh. Mulai dari edukasi satwa hingga perbaikan sekolah.

Logompn

Published

on

Luna Maya dan Cinta Laura Kunjungi Korban Bencana Aceh, Kompak Tampil Maskulin
Luna Maya dan Cinta Laura Kunjungi Korban Bencana Aceh, Kompak Tampil Maskulin. Gambar: Kolase Instagram/@lunamaya / Instagram/@claurakeihl

Aceh, MPN Indonesia 24 Februari 2026 - Luna Maya dan Cinta Laura mengunjungi wilayah terdampak banjir di Peusangan, Aceh pada pertengahan Februari 2026 untuk mendukung pemulihan pascabencana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi mereka dengan WWF-Indonesia melalui gerakan #PeusanganBangkit yang bertujuan memulihkan kondisi lingkungan, akses dasar masyarakat, serta konservasi satwa liar.

Keduanya hadir secara langsung di beberapa desa terdampak dan menjalankan aksi sosial bersama organisasi masing-masing—Yayasan Luna Maya Nawasena dan Act of Love.

Kunjungan Cinta dilakukan pada 13–16 Februari 2026 dengan menyasar wilayah yang mengalami kerusakan signifikan, seperti SMP Negeri 22 Takengon di Desa Toweren serta sekolah dasar di Desa Salah Sirong Jaya dan Desa Uning Mas.

Sementara Luna melanjutkan rangkaian aksi pada 16–19 Februari 2026 di Desa Karang Ampar, Bergang, dan Simpang Mulia, Kabupaten Bireuen, lokasi yang sebelumnya sempat terisolasi karena longsor dan banjir.

Mereka juga menanam pohon, berinteraksi dengan warga, dan menyampaikan edukasi lingkungan.

“Kalau gajah hilang, hutan akan rusak. Kalau hutan rusak, banjir makin parah dan manusia ikut terkena dampaknya. Melindungi gajah berarti melindungi manusia juga,” kata Cinta Laura dalam unggahannya saat memberikan edukasi pelestarian satwa di lokasi, dikutip MPN Indonesia melalui Instagram @claurakiehl pada Selasa, (24/2).

“Perjalanan ini bukan cuma soal melihat sisa-sisa bencana. Tapi juga tentang menyaksikan betapa kuatnya hati manusia,” tulis Luna melalui Instagram @lunamaya.

Kolaborasi Sosial dan Lingkungan

Luna dan Cinta menjalankan kegiatan kemanusiaan ini dengan menggandeng WWF-Indonesia.

Organisasi tersebut sebelumnya telah melakukan penilaian awal di 12 desa di kawasan DAS Peusangan yang terdampak banjir dan longsor pada November 2025.

Baca Juga:  Raffi Ahmad Minta Doa, Nisya Ahmad Idap Tumor di Kepala

Empat kebutuhan utama masyarakat yang teridentifikasi meliputi: perbaikan infrastruktur, penyediaan air bersih, pemulihan mata pencaharian, dan rehabilitasi vegetatif untuk mencegah bencana susulan.

Kehadiran dua publik figur ini bertujuan untuk menyuarakan secara langsung kebutuhan warga serta memastikan proses pemulihan berjalan sesuai harapan.

“Kunjungan ini menyadarkan aku betapa besar dampak krisis ekosistem di Peusangan. Kerusakan infrastruktur, terutama sekolah, ditambah degradasi lingkungan di sini sangat memprihatinkan dan butuh rehabilitasi segera, khususnya di area rawan. Proses untuk benar-benar pulih masih panjang dan perjuangan kita belum selesai,” kata Cinta Laura.

Sementara itu, Luna yang sempat mengunjungi desa-desa terisolasi, mendengar langsung cerita warga tentang banjir yang datang tiba-tiba dan kerugian yang ditimbulkan.

Ia juga mengikuti patroli di koridor gajah Peusangan bersama Tim Pengaman Flora dan Fauna (TPFF) Karang Ampar–Bergang, sebagai bagian dari upaya mitigasi konflik manusia-satwa.

Kegiatan di Conservation Response Unit Peusangan

Dalam kunjungan ke Conservation Response Unit (CRU) Peusangan, Luna Maya dan Cinta Laura terlibat dalam rehabilitasi ekosistem, termasuk menanam pohon dan berinteraksi langsung dengan gajah-gajah jinak yang dilatih untuk membantu menjaga jalur jelajah satwa liar.

Aksi ini menekankan bahwa pemulihan tidak hanya menyasar manusia, tetapi juga satwa yang turut terdampak bencana.

“Dalam setiap bencana alam, selain respons cepat untuk menyelamatkan nyawa, proses pemulihan adalah tahap yang sama pentingnya. Tahap ini membutuhkan waktu, sumber daya, dan biaya yang besar. Karena itu, dukungan publik sangat dibutuhkan agar warga terdampak dapat kembali hidup dengan layak,” jelas Rusyda Deli, Direktur People, Operations & Growth WWF-Indonesia.

Tampil Kompak pakai Scarf

Selama kegiatan kemanusiaan di Aceh, Luna dan Cinta tampil kompak menggunakan scarf.

Luna mengenakan scarf kuning dan hitam dipadukan dengan rompi, inner long sleeve, dan celana panjang.

Baca Juga:  Sebelum Menikah, Ci Oliv Pernah Gagal Kencan dengan Denny Sumargo

Sementara Cinta tampil dengan scarf hitam putih serta outfit berlapis manset dan rompi, dipadukan celana denim dan boots hijau.

 (ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending