Berita
Ormas Razia RM Padang karena Tak Setuju dengan Harga Jual yang Lebih Murah dari Pedagang Lain
Ormas razia rumah makan Padang di Cirebon karena harga murah. Aksi ini viral di media sosial dan menimbulkan pro-kontra.
MPN Indonesia 29 Oktober 2024 - Sebuah insiden yang melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Cirebon telah menarik perhatian luas di media sosial.
Hal ini bermula ketika sekelompok ormas Minang melakukan razia terhadap beberapa rumah makan Padang di wilayah tersebut.
Peristiwa ini terjadi setelah muncul keluhan terkait harga jual makanan di rumah makan tersebut, yang dinilai terlalu murah dibandingkan dengan rumah makan Padang lainnya di daerah itu.
Video terkait insiden ini pertama kali diunggah oleh akun X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter) milik Robert Davis Chaniago, yang langsung viral.
Kronologi Kejadian di Cirebon
Kejadian ini bermula ketika sejumlah rumah makan Padang di Cirebon, yang dimiliki oleh pedagang dari Yogyakarta dan Tegal, menawarkan harga makanan yang jauh lebih murah.
Beberapa rumah makan tersebut menawarkan harga mulai dari Rp8.000 hingga Rp9.000 per porsi, yang jauh lebih rendah dibandingkan harga rata-rata rumah makan Padang di daerah tersebut.
Kondisi ini memicu kekhawatiran dari pedagang asli Minang yang merasa terancam oleh adanya kompetisi harga yang dianggap tidak sehat.
Menurut keterangan Ketua Persatuan Rumah Makan Padang Cirebon (PRMPC), Eriyanto, razia dilakukan sebagai respons terhadap situasi ini.
Dalam unggahan di media sosial, Eriyanto menyatakan bahwa ia tidak menentang siapa pun yang ingin membuka rumah makan Padang, namun menyoroti dampak dari kehadiran rumah makan dengan tarif murah terhadap usaha lokal yang sudah lama berdiri dan dikelola oleh orang Minang asli.
Eriyanto juga menambahkan bahwa sudah ada sekitar 20 rumah makan dengan harga murah berdiri di Cirebon.
Pernyataan Ketua PRMPC
Dalam keterangannya, Eriyanto mengatakan bahwa meskipun ia senang dengan adanya orang luar yang ingin memperkenalkan kuliner Padang, ia khawatir kehadiran mereka dapat mematikan usaha rumah makan Padang milik pedagang asli Minang.
“Kami tidak melarang siapa pun membuat nasi Padang, bahkan kami senang jika ciri khas masakan Padang diperkenalkan lebih luas. Namun, harga yang terlalu murah ini berpotensi merusak usaha kami yang sudah lama ada,” ungkapnya dalam bahasa Minang.
Eriyanto menambahkan bahwa tindakan ini bertujuan untuk melindungi kesejahteraan pedagang Minang di Cirebon.
“Jika kita tidak bersatu dalam menjaga kuliner masakan Padang, apa yang bisa kita dapatkan untuk saudara-saudara kita di sini? Tujuan kami di kota Cirebon adalah untuk kebaikan bersama,” tegasnya.
Langkah Razia oleh Ormas
Ormas Minang yang terlibat dalam razia tersebut tidak hanya melakukan inspeksi, tetapi juga menghapus label “Masakan Padang” dari tempat usaha yang dimiliki oleh pedagang nonMinang.
Mereka beralasan bahwa pemilik nonMinang tidak berhak menggunakan nama “Masakan Padang” jika tidak menjual dengan standar harga yang sesuai dengan rumah makan Padang lainnya.
Langkah ini mengundang berbagai tanggapan di media sosial, baik yang mendukung maupun yang mengkritik tindakan tersebut.
Beberapa netizen menyatakan dukungan mereka terhadap harga masakan yang lebih murah karena dinilai lebih menguntungkan konsumen.
“Kalau ada RM Padang serba Rp 10 ribu dan enak, ini tentunya akan menguntungkan konsumen. Cuma konsumen sudah mengukur pula bahwa kalau harganya Rp 10 ribu, tentu ada value yang dikurangi. Entah bumbunya, berasnya, atau servicenya,” tulis akun @StMarouf.
Reaksi Netizen Terhadap Razia
Beberapa pengguna media sosial mengkritik peristiwa di daerah ini, menyebutnya sebagai bentuk diskriminasi.
“Lucu sekali, hari ini kita memperingati hari Sumpah Pemuda. 96 tahun lalu, para pemuda berikrar berbangsa satu, bangsa Indonesia. Lha ini ada sekumpulan orang ga jelas yang ngeklaim masakan sukunya hanya boleh dibuat oleh sukunya sendiri. What a downgrade,” tulis akun @DipoNiarto.
“Nasi kucing yang jual bukan kucing,” komentar candaan dari akun @darmawanski.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
