Connect with us

Internasional

Kapal Perang Iran Tenggelam Diserang di Sri Lanka: 87 Orang Tewas dan 61 Hilang

Serangan torpedo kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran IRIS Dena di Samudra Hindia, 87 tentara tewas dan puluhan lainnya hilang.

Logompn

Published

on

Kapal Perang Iran Tenggelam Diserang di Sri Lanka 87 Orang Tewas dan 61 Hilang
Kapal Perang Iran Tenggelam Diserang di Sri Lanka 87 Orang Tewas dan 61 Hilang. Gambar: Reuters

MPN Indonesia 6 Maret 2026 - Sebuah kapal perang Iran bernama IRIS Dena tenggelam di lepas pantai selatan Sri Lanka pada Rabu (4/3) setelah dihantam torpedo yang diluncurkan dari kapal selam milik Amerika Serikat (AS).

Insiden tersebut menewaskan 87 tentara Iran, sementara 61 lainnya dilaporkan masih hilang.

Kapal itu diserang saat berlayar di perairan internasional, usai mengikuti latihan militer di India.

Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer AS di tengah meningkatnya konflik internasional di kawasan Timur Tengah, yang dipicu oleh serangan udara gabungan AS dan Israel ke Iran sejak akhir pekan sebelumnya.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengonfirmasi bahwa kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran dengan torpedo.

“Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira mereka aman di perairan internasional. Namun, kapal itu justru ditenggelamkan oleh torpedo. Kematian yang tenang,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia melalui Reuters pada Jumat, (6/3).

Menurut otoritas Sri Lanka, sebanyak 32 tentara Iran berhasil diselamatkan dan tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Karapitiya, kota Galle.

Angkatan Laut Sri Lanka telah mengevakuasi 87 jenazah dan terus melanjutkan pencarian terhadap korban hilang.

“Kami menemukan orang-orang terapung di air dan menyelamatkan mereka. Kemudian, setelah menyelidiki, kami mengetahui bahwa mereka adalah awak kapal Iran,” ujar Komandan Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath

Kronologi Serangan dan Proses Evakuasi

Kapal perang IRIS Dena sedang dalam perjalanan kembali ke Iran usai mengikuti latihan angkatan laut multilateral “Milan” yang diselenggarakan oleh India di Teluk Benggala pada Rabu (18/2) hingga Rabu (25/2).

Baca Juga:  Kim Jong Un Diisukan Takut Diculik Donald Trump

Kapal ini dilaporkan berada di sekitar 81 kilometer dari lepas pantai Galle, wilayah selatan Sri Lanka, saat terkena serangan.

Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, mengatakan pihaknya menerima panggilan darurat dari kapal tersebut pada pukul 05.08 waktu setempat.

“Pada pukul 06.00 kami telah memberangkatkan satu kapal angkatan laut dan pada pukul 07.00 kapal angkatan laut kedua menyusul,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, tim penyelamat hanya menemukan tumpahan minyak di permukaan laut karena kapal telah tenggelam sepenuhnya.

“Kami telah mengevakuasi 87 jenazah, dan pencarian masih dilakukan untuk yang lainnya yang masih hilang,” ujar seorang pejabat Angkatan Laut Sri Lanka kepada AFP.

Komandan kapal dan beberapa perwira senior yang selamat menyatakan kepada otoritas Sri Lanka bahwa kapal mereka diserang oleh kapal selam.

Pentagon merilis rekaman yang menunjukkan torpedo kelas berat Mark 48 menghantam bagian belakang kapal, menyebabkan ledakan besar dan tenggelamnya kapal dari buritan.

Video tersebut memperlihatkan struktur kapal yang konsisten dengan bentuk IRIS Dena.

Pertama Sejak Perang Dunia II Kapal Perang Ditenggelamkan Torpedo

Insiden ini terjadi pada hari kelima dari kampanye militer gabungan AS-Israel terhadap Iran.

Pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump meluncurkan serangan ini sebagai upaya menargetkan kekuatan militer dan politik Iran.

Ini menjadi kali pertama sejak Perang Dunia II kapal perang musuh ditenggelamkan oleh torpedo dalam situasi non-pertempuran langsung.

Sri Lanka menegaskan bahwa operasi penyelamatan dilakukan berdasarkan kewajiban internasional.

“Ini berada di dalam area pencarian dan penyelamatan kami di Samudra Hindia,” kata Sampath.

Negara tersebut juga menegaskan sikap netral dan mendesak penyelesaian damai terhadap konflik Timur Tengah.

Sampai berita ini diterbitkan, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tenggelamnya kapal perang mereka.

Baca Juga:  Israel Serang Ibu Kota Yaman, 35 Orang Tewas dan Ratusan Lainnya Luka-Luka

Duta Besar Iran di Kolombo, Alireza Delkhosh, juga belum dapat dihubungi.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending