Connect with us

Politik

Momen Hangat Prabowo Tuntun Quraish Shihab usai Isi Ceramah di Acara Nuzulul Quran

Momen hangat terjadi saat Prabowo Subianto menuntun Muhammad Quraish Shihab setelah ceramah Nuzulul Quran di Istana Negara.

Logompn

Published

on

Momen Hangat Prabowo Tuntun Quraish Shibah usai Isi Ceramah di Acara Nuzulul Quran
Momen Hangat Prabowo Tuntun Quraish Shibah usai Isi Ceramah di Acara Nuzulul Quran. Gambar: Instagram/@presidenrepublikindonesia

MPN Indonesia 11 Maret 2026 - Presiden Prabowo Subianto menuntun ulama dan cendekiawan Muslim Prof. Muhammad Quraish Shihab setelah menyampaikan ceramah dalam acara Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3).

Momen ini terjadi setelah Quraish Shihab selesai memberikan ceramah yang menekankan pentingnya kedamaian dan keadilan sebagai pesan utama Al-Qur’an.

Quraish Shihab terlihat kesulitan berjalan saat meninggalkan podium, dan Prabowo langsung berinisiatif menggenggam tangan sang ulama dan membantunya menuruni tangga panggung.

Dalam suasana hangat tersebut, keduanya sempat berbincang sejenak sebelum Prabowo menuntun Quraish kembali ke tempat duduknya.

Momen ini terjadi di hadapan para tokoh agama, pejabat negara, dan undangan yang hadir.

Quraish Shihab sebelumnya menutup ceramah dengan doa untuk Presiden Prabowo.

“Kalau Yang Mulia adalah takdir kami rakyat dalam arti Tuhan mentakdirkan Yang Mulia untuk melakukan kegiatan yang mensejahterakan rakyat. Maka kami berdoa, semoga kami dapat membantu Bapak,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Presiden RI pada Rabu, (11/3)

“Tapi, kalau Yang Mulia katanya, adalah menjabat jabatan ini karena takdir Yang Mulia untuk membantu mendekatkan keadilan dan perdamaian, maka kami akan berdoa, semoga Yang Mulia dibantu Tuhan dan kami akan ikut membantu. Itu doa kami kepada Bapak,” tambahnya.

Quraish Shihab Ajarkan Nilai Kedamaian

Dalam ceramahnya, Quraish Shihab menyampaikan bahwa Al-Qur’an mengajarkan nilai kedamaian sebagai prinsip utama dalam kehidupan.

“Allah Swt mewajibkan kita mewujudkan kedamaian. Kedamaian bermula dari jiwa kita. Kedamaian yang dari jiwa ini keluar ke tengah masyarakat kita, ke tengah masyarakat dunia,” ucapnya.

Quraish Shihab menjelaskan bahwa kedamaian merupakan kebutuhan dan dambaan semua manusia, serta bagian dari ajaran semua agama.

Baca Juga:  Khutbah Jumat 20 Februari 2026: Keistimewaan Puasa di Bulan Ramadan

“Kedamaian adalah dambaan semua manusia, dambaan semua agama. Sedemikian penting kedamaian ini sampai-sampai Al-Quran menyatakan apabila musuh mengajak kamu untuk berdamai maka terimalah perdamaian itu,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menyeimbangkan kedamaian dengan keadilan.

“Kita ingin damai, tapi kita tidak ingin mengorbankan keadilan. Kita ingin damai, tetapi keadilan pun hendaknya kita tegakkan,” ujarnya.

Quraish Shihab menyampaikan bahwa pesan Al-Qur’an selaras dengan falsafah Bhinneka Tunggal Ika.

“Perbedaan sama sekali tidak menimbulkan pertentangan. Perbedaan yang dikehendaki Al-Qur’an itu adalah sama dengan falsafah bangsa kita, Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Presiden Prabowo menanggapi ceramah tersebut dengan menyampaikan apresiasi terhadap nilai-nilai yang disampaikan, khususnya terkait kedamaian, keadilan, dan tanggung jawab dalam kepemimpinan.

“Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan itu adalah takdir, dan kekuasaan itu bersumber dari pada Yang Maha Kuasa, dan kekuasaan itu diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Dan bahwa kekuasaan itu adalah tugas untuk melindungi dan membawa kesejahteraan dan keadilan kepada seluruh rakyat yang dipimpin,” ujar Prabowo.

(AKM/NID/RAD)

Trending