Connect with us

Lifestyle

Khutbah Jumat 20 Februari 2026: Keistimewaan Puasa di Bulan Ramadan

Khutbah Jumat 20 Februari 2026 mengangkat tema keistimewaan puasa Ramadan.

Logompn

Published

on

Khutbah Jumat 20 Febaruari 2026 Keistimewaan Puasa di Bulan Ramadan
Khutbah Jumat 20 Febaruari 2026 Keistimewaan Puasa di Bulan Ramadan. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 20 Februari 2026 - Khutbah Jumat (20/2), yang bertepatan dengan 2 Ramadan 1447 H, menyoroti tema keistimewaan puasa Ramadan.

Tema khutbah berfokus pada urgensi memahami keutamaan puasa, sebagai ibadah wajib bagi umat Islam yang dijanjikan pahala langsung oleh Allah tanpa perantara.

Dalam khutbah disebutkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh keistimewaan karena di dalamnya Allah membuka pintu ampunan, melipatgandakan pahala, serta membelenggu setan.

Ibadah puasa sebagai salah satu rukun Islam disebut sebagai amal yang tidak diketahui besaran pahalanya oleh manusia, karena balasannya langsung dari Allah.

Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan tercela seperti bohong, ghibah, fitnah, serta menjaga hati dari hasad dan permusuhan.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ ِللّٰهِ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا، وَفَرَضَ عَلَيْنَا الصِّيَامَ لِأَجْلِ التَّقْوٰى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مَحَمَّدٍ الْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى. فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. يَاۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءٰمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Segala puji dipanjatkan kepada Allah Swt. atas limpahan berbagai nikmat-Nya, mulai dari nikmat Islam, iman, hingga kesehatan, sehingga pada hari ini kita dapat memenuhi panggilan-Nya dan senantiasa dihindarkan dari segala larangan-Nya.

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu dengan melaksanakan semua perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Sebab, ketakwaan merupakan bekal terbaik dalam kehidupan menuju akhirat.

Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw., beserta keluarga, para sahabat, dan kita semua sebagai umatnya. Aamiin ya Rabbal’alamin.

Baca Juga:  Wamendikti Sebut Tak Ada Wacana Libur Ramadan untuk Perguruan Tinggi

Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah…

Pada kesempatan ini, khatib mengajak untuk bersama-sama merenungkan sebuah tema penting, yaitu persiapan menghadapi pekan pertama Ramadan dan awal menjalankan puasa.

Saat ini, kita berada di awal waktu yang penuh rahmat. Kita termasuk hamba-hamba Allah yang diberi kesempatan untuk kembali merasakan suasana ampunan-Nya.

Saat ini kita telah berada di hari kedua bulan Ramadan. Bulan yang selalu dinantikan oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Dalam ajaran Islam, Ramadan adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah.

Di bulan ini, Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka. Selain itu, setan-setan dibelenggu.

Pada bulan suci ini pula, Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi hamba-Nya yang melakukan kebaikan.

Salah satu ibadah yang diwajibkan selama Ramadan bagi umat Islam adalah puasa.

Puasa tidak hanya berarti menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala perbuatan tercela dan hal-hal yang diharamkan.

Ketakwaan menjadi tujuan utama dari pelaksanaan puasa, sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣
Yā ayyuhallażīna āmanū kutiba ‘alaykumush-shiyāmu kamā kutiba ‘alaallazīna min qablikum la‘allakum tattaqūn
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Keistimewaan Puasa

Khutbah menyampaikan sabda Nabi Muhammad ﷺ:

رَمَضَانُ شَهْرُ اللهِ وَفَضْلُهُ عَلَى سَائِرِ الشُهُوْرِ كَفَضْلِ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ
Ramadhānu syahru Allāhi wa faḍluhu ‘alā sā’iril syuhūri kafadli Allāhi ‘alā khalqih
Artinya: “Ramadan adalah bulan Allah. Keutamaannya dibanding bulan-bulan lain adalah bagaikan keutamaan Allah dibanding dengan makhluk-Nya.” (Syekh Nashr ibn Muhammad as-Samarqandi, Tanbihu-l Ghafilin fi Ahaditsi Sayyidi-l Anbiyai wal Mursalin, Daru-l Kutubi-l Ilmiyyah, h. 186)

Dalam kesempatan lain, Rasulullah ﷺ juga bersabda:

وَقَدْ دَنَا شَهْرُ رَمَضَانَ لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا فِيْ رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ اُمَّتِي اَنْ يَكُوْنَ سَنَةً
Wa qad danā syahru Ramadhāna law ya‘lamul ‘ibādu mā fī Ramadhāna latamannat ummati an yakūna sanatan
Artinya: “Ramadan telah tiba. Seandainya para hamba Allah mengetahui apa yang ada dalam Ramadan, maka umatku pasti berharap agar bulan ini tetap ada selama setahun penuh.” (Syekh Nashr ibn Muhammad as-Samarqandi, Tanbihu-l Ghafilin fi Ahaditsi Sayyidi-l Anbiyai wal Mursalin, h. 186).

Baca Juga:  Apa Itu Haji Mabrur? Ini Pengertian dan Tips Meraihnya

Syarat Puasa yang Diterima Allah SWT

Ditegaskan pula bahwa syarat agar puasa mendatangkan ampunan Allah adalah:

  • Dilakukan dalam keadaan iman: yakin akan janji pahala dari Allah.
  • Dilakukan dalam keadaan ihtisab: semata-mata mengharap ridha Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Man ṣāma Ramadhāna īmānan wa iḥtisāban ghufira lahu mā taqaddama min dzanbih
Artinya: “Barang siapa berpuasa Ramadan dengan iman dan ihtisab, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki, Khashaisu Ummati-l Muhammadiyyah, Hai’atu-sh Shofwati-l Malikiyyah, h. 192)

Sebaliknya, bagi yang tidak menjaga puasa dari perbuatan tercela, Rasulullah ﷺ mengingatkan:

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْعُ وَالْعَطَشُ
Kam min shāim laysa lahu min shiyāmihi illa al-jū‘u wa al-‘aṭasy
Artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapat secuil apapun dari puasanya kecuali hanya lapar dan haus.” (Imam al-Ghazali, Bidayatu-l Hidayah, bab Adabu-sh Shiyam)

Tiga Doa Malaikat Jibril dan Amin Rasulullah ﷺ

Hadirin rahimakumullah,

Ramadan tidak melulu tentang kemuliaan, tapi ada juga ancaman yang ditujukan bagi segelintir orang.

Dikisahkan ketika Nabi menaiki mimbar, pada tangga pertama beliau berucap âmîn. Pada tangga kedua dan ketiga beliau juga berucap âmîn.

Dalam khutbah juga disebutkan kisah ketika Rasulullah ﷺ mengucap “âmîn” atas tiga pernyataan malaikat Jibril:

شَقِيَ عَبْدٌ أَدْرَكَ رَمَضَانَ، فَانْسَلَخَ مِنْهُ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ
Syaqiya ‘abdu adraka Ramadhāna, fansalakha minhu wa lam yughfar lahu
Artinya: “Celaka orang yang menjumpai Ramadan dan melewatinya tetapi dosa-dosanya tidak diampuni.”

شَقِيَ عَبْدٌ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا، فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ
Syaqiya ‘abdu adraka wālidayhi aw aḥadahumā fa lam yudkhilāhu al-jannah
Artinya: “Celaka orang yang menjumpai kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya, tetapi tidak memasukkannya ke surga.”

شَقِيَ عَبْدٌ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ، فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ
Syaqiya ‘abdu dzukirta ‘indahu fa lam yuṣalli ‘alaika
Artinya: “Celaka orang yang ketika disebut namamu, dia tidak bershalawat kepadamu.”

Doa tersebut dipanjatkan oleh malaikat terbaik dan diamini oleh manusia yang juga merupakan makhluk terbaik.

Baca Juga:  Pemkot Tangsel Larang Diskotek dan Bar Beroperasi Selama Ramadan 2025

Maka sangat merugi seorang mukmin yang tidak mendapatkan ampunan dari Allah setelah Ramadan berlalu. Na’udzubillahi min dzalik.

Berdasarkan penjelasan tersebut, para hadirin sekalian, marilah kita sambut bulan Ramadan dengan penuh ketulusan dan kekhusyukan.

Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak ibadah.

Semoga kita semua meraih keridaan Allah, memperoleh keutamaan bulan Ramadan, serta dijauhkan dari perilaku buruk yang dapat menghilangkan pahala puasa. Âmîn yâ rabbal ‘âlamîn.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending