Politik
Purbaya Ungkap Dimaki Netizen Imbas Rupiah Loyo
Nilai tukar rupiah sempat melemah hingga Rp17.000 per dolar AS. Menkeu Purbaya mengaku mendapat kritik dari netizen TikTok.
MPN Indonesia 12 Maret 2026 - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan dirinya menjadi sasaran kemarahan netizen di TikTok setelah nilai tukar rupiah sempat melemah hingga menyentuh angka Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers APBN KITA pada Rabu (11/3).
“Di TikTok saya dimaki-maki orang, katanya ‘Hei Pak Purbaya, Menteri Keuangan kerjanya apa saja lu, tuh rupiah liatin,’” kata Purbaya, menceritakan respons negatif yang diterimanya dari publik saat nilai tukar rupiah melemah, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Kementerian Keuangan pada Kamis, (12/3).
Purbaya menegaskan bahwa pelemahan rupiah tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga dialami oleh banyak negara lain akibat dinamika ekonomi global, termasuk dampak dari konflik yang terjadi di Iran.
Ia menekankan bahwa jika dilihat dari persentase, pelemahan rupiah masih tergolong rendah dibandingkan negara lain di kawasan.
Rupiah Melemah, Namun Lebih Stabil Dibanding Negara Tetangga
Dalam penjelasannya, Purbaya mengungkapkan bahwa depresiasi rupiah terhadap dolar AS hanya sebesar 0,3 persen.
Angka ini lebih rendah dibandingkan depresiasi mata uang negara lain di kawasan seperti Malaysia sebesar 0,5 persen dan Thailand sebesar 1,6 persen.
“Sejak perang kita lihat, kita rupiahnya terdepresiasinya sebesar 0,3 persen. Jauh lebih baik dengan mata uang negara-negara di sekeliling kita, mungkin Malaysia 0,5, Thailand 1,6, dan lain-lain. Jadi kita masih lumayan,” jelas Purbaya.
Ia juga mengingatkan agar evaluasi terhadap kondisi nilai tukar tidak hanya melihat nominal, tetapi juga memperhitungkan seberapa besar dampak dari pelemahan tersebut secara menyeluruh.
“Jadi bukan lihat nilai levelnya aja, tapi kita lihat berapa dampak perlemahannya. Ya di situ sih kita masih lumayan,” ungkapnya.
Purbaya Optimis terhadap Fondasi Ekonomi Indonesia
Lebih lanjut, Purbaya menyatakan bahwa meskipun nilai tukar sempat melemah, Indonesia tetap dinilai mampu menjaga stabilitas kebijakan fiskal dan moneter.
Hal ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi nasional masih berada dalam kondisi yang baik.
“Kalau kita menilai harus dengan fair apa yang terjadi, dibandingkan juga dengan seluruh negara di dunia seperti apa. Kita masih oke. Artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan fondasi ekonomi kita cukup baik,” ujarnya.
Optimisme juga disampaikan terkait pergerakan pasar modal.
Purbaya menyebut bahwa dengan kondisi ekonomi yang terus terjaga, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke depan diperkirakan akan kembali naik ke level yang lebih tinggi.
“Kalau ekonominya, fundamentalnya baik terus, otomatis pelan-pelan saham akan naik lagi ke level yang lebih baik dari sekarang,” tandasnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
