Connect with us

Viral

Viral! Polisi Berlutut demi Hentikan Warga yang Nyaris Bentrok di Manggarai NTT

Ketegangan terjadi di Desa Bula, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin pagi (16/3), ketika dua kelompok warga nyaris bentrok.

Logompn

Published

on

Viral! Polisi Berlutut Demi Hentikan Warga yang Nyaris Bentrok di Manggarai NTT
Viral! Polisi Berlutut demi Hentikan Warga yang Nyaris Bentrok di Manggarai NTT | Gambar: Instagram/@lambe_turah

Nusa Tenggara Timur, MPN Indonesia 17 Maret 2026 - Ketegangan terjadi di Desa Bula, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin pagi (16/3), ketika dua kelompok warga nyaris bentrok.

Dua kubu, yakni masyarakat adat Gendang Bung Kaca dan Gendang Bung Leko, terlibat perselisihan terkait sengketa tanah ulayat.

Mereka sempat berhadapan langsung hanya dalam jarak 2–3 meter di Jalan Trans Flores.

Polri Pakai Pendekatan Humanis untuk Reda Konflik

Dalam rekaman video yang viral di media sosial, seorang anggota Polres Manggarai terlihat berlutut di aspal sambil mengatupkan tangan, memohon kepada kedua kelompok agar menahan diri.

Polisi lainnya berdiri mengelilingi untuk menjaga jarak antar massa yang telah mempersenjatai diri dengan parang, tombak, tongkat panjang, dan batu.

Kehadiran aparat kepolisian dengan pendekatan persuasif dan humanis akhirnya meredakan situasi tanpa adanya korban.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menyatakan bahwa Polri mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani konflik tersebut.

“Dalam situasi yang berpotensi konflik, anggota kami di lapangan selalu mengedepankan pendekatan dialog dan kemanusiaan,” kata Henry, dikutip MPN Indonesia dari laman Tribata News Polda NTT.

“Tujuannya adalah mencegah terjadinya kekerasan dan memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” sambungnya.

Awal Mula Bentrok

Ketegangan bermula saat warga Gendang Bung Kaca pulang dari lahan sengketa menuju kampung.

Melihat hal tersebut, warga Gendang Bung Leko langsung menuju lokasi. Kedua kelompok kemudian bertemu di jalan dan hampir terlibat perang tanding.

“Tidak sempat bentrok, jarak masih sekitar 2–3 meter antara kubu Bung Kaca dan Bung Leko,” kata Kepala Desa Bula, Yuvensianus Hamat, dikutip MPN Indonesia dari detikBali.

“Sebabnya ada sebidang tanah yang disengketakan oleh Gendang Bung Leko dan Bung Kaca, masing-masing klaim atas kepemilikan yang sah atas tanah tersebut,” tambahnya.

Baca Juga:  HP Pedagang Hilang saat Jualan di Depan Gedung DPR, Polisi: Bukan Urusan Saya

(AKM/NID/RAD)

Trending