Connect with us

Berita

Cegah Kecelakaan Mudik, Pemerintah Kerahkan Tim Pemeriksaan Kesehatan di 6 Kota

Kemnaker menerjunkan Tim Penguji Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan fisik pengemudi bus serta travel.

Logompn

Published

on

Cegah Kecelakaan Mudik, Pemerintah Kerahkan Tim Pemeriksaan Kesehatan di 6 Kota
Cegah Kecelakaan Mudik, Pemerintah Kerahkan Tim Pemeriksaan Kesehatan di 6 Kota | Gambar: Dok. Kemnaker

MPN Indonesia 17 Maret 2026 - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menerjunkan Tim Penguji Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan fisik dan kondisi kelelahan pengemudi bus serta mobil travel selama arus mudik Lebaran Idulfitri 2026.

Langkah ini dilakukan di enam kota utama, yakni Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, Medan, dan Samarinda.

Pemeriksaan dilakukan di terminal, pool bus, serta perusahaan penyelenggara mudik bersama.

Upaya ini ditujukan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas selama musim mudik Idulfitri 2026.

“Penilaian ini bertujuan untuk memastikan pengemudi dalam kondisi prima,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Dirjen Binwasnaker & K3), Ismail Pakaya, dalam siaran pers Kemnaker, Jumat (13/3).

“Hal ini penting karena faktor pengemudi atau human error akibat kelelahan perjalanan jarak jauh dengan durasi kerja panjang menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas,” sambungnya.

Beri Edukasi Manajemen Kelelahan Kerja

Tim Penguji K3 melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada para pengemudi di titik pemantauan mudik.

Proses ini meliputi identifikasi pola kerja dan waktu istirahat, pemeriksaan kesehatan fisik dasar, hingga evaluasi terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan kelelahan selama perjalanan.

Selain pemeriksaan kesehatan, edukasi mengenai manajemen kelelahan kerja juga diberikan kepada pengemudi dan operator transportasi.

Edukasi ini menekankan pentingnya memahami batas fisiologis tubuh dalam mempertahankan kewaspadaan, terutama saat mengemudi dalam durasi panjang dan menghadapi kepadatan lalu lintas selama musim mudik.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan promotif dan preventif dalam penerapan K3 di sektor transportasi darat, dengan menekankan pentingnya pengendalian faktor manusia dalam sistem keselamatan transportasi,” jelas Ismail.

(AKM/NID/RAD)

Baca Juga:  Arus Mudik 2026: 1,1 Juta Kendaraan Telah Tinggalkan Jakarta

Trending