Lifestyle
Beras Fortifikasi Apakah Aman? Simak Penjelasannya di Sini
Apa itu beras fortifikasi? Kenali kandungan vitamin, manfaat, proses pembuatannya, perbedaannya dengan biofortifikasi, serta daftar 25 merek yang tak sesuai standar.
MPN Indonesia 16 September 2026 - Beras fortifikasi menjadi salah satu upaya meningkatkan asupan zat gizi mikro melalui makanan pokok masyarakat.
Produk ini merupakan beras yang diperkaya dengan vitamin dan mineral setelah proses penggilingan.
Beras tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Namun, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan sejumlah temuan merek beras fortifikasi yang diklaim tidak memenuhi standar.
Temuan tersebut disampaikan berdasarkan hasil pengujian laboratorium di Jakarta, Selasa (15/9).
“Ada 25 (merek beras fortifikasi palsu),” ujar Amran dalam konferensi pers di kantornya.
Temuan tersebut menegaskan pentingnya memahami apa itu beras fortifikasi, proses pembuatannya, serta perbedaannya dengan produk yang tidak memenuhi standar.
Di sisi lain, fortifikasi tetap menjadi salah satu strategi untuk membantu mengatasi kekurangan zat gizi mikro pada masyarakat dan mendukung kesehatan.
Beras Fortifikasi Memiliki Banyak Kandungan Vitamin
Beras fortifikasi adalah beras yang ditambahkan vitamin dan mineral melalui proses teknologi pangan setelah padi digiling menjadi beras.
Zat gizi yang umumnya ditambahkan dalam beras fortifikasi meliputi zat besi, asam folat, zinc, vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, dan vitamin B12.
Penambahan mikronutrien tersebut dirancang agar tidak mengubah rasa, aroma, warna, maupun tekstur nasi setelah dimasak.
Proses fortifikasi umumnya menggunakan teknologi ekstrusi panas.
Debu beras dicampur dengan vitamin dan mineral, kemudian dicetak kembali menjadi butiran menyerupai beras asli atau kernel.
Kernel tersebut selanjutnya dicampurkan ke dalam beras biasa dengan rasio tertentu sebelum dipasarkan.
Beras Fortifikasi Dikembangkan untuk Perkembangan Gizi
Sebagian besar kandungan vitamin dan mineral alami pada beras berkurang selama proses penggilingan menjadi beras putih.
Akibatnya, seseorang dapat memperoleh energi dari nasi, tetapi kebutuhan mikronutrien belum tentu tercukupi.
Kondisi tersebut dikenal sebagai hidden hunger atau kelaparan tersembunyi.
Fortifikasi dikembangkan untuk membantu meningkatkan asupan mikronutrien yang dibutuhkan tubuh.
Program ini juga berkaitan dengan upaya menekan angka anemia, stunting, dan kekurangan gizi mikro lainnya.
Konsumsi beras fortifikasi secara rutin dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin dan mendukung pertumbuhan anak apabila menjadi bagian dari pemenuhan gizi dan kesehatan.
Perbedaan Beras Fortifikasi dan Beras Biofortifikasi
Selain fortifikasi, terdapat pula beras biofortifikasi yang memiliki tujuan serupa, tetapi menggunakan pendekatan berbeda.
Beras biofortifikasi merupakan beras yang kandungan gizinya ditingkatkan sejak tanaman masih berada di lahan pertanian melalui pemuliaan tanaman atau rekayasa genetik.
Varietas Inpari IR Nutri Zinc dikembangkan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi Kementerian Pertanian.
Varietas ini memiliki kandungan zinc sekitar 34 ppm atau sekitar 25 persen lebih tinggi dibandingkan beras biasa.
Sementara itu, beras fortifikasi memperoleh tambahan vitamin dan mineral setelah proses penggilingan melalui teknologi pangan.
Perbedaan utama biofortifikasi dan fortifikasi terletak pada waktu serta proses peningkatan kandungan gizinya.
Pada biofortifikasi, peningkatan gizi dilakukan sejak tanaman masih tumbuh sehingga tidak memerlukan proses tambahan setelah panen.
Sementara, fortifikasi dilakukan setelah menjadi beras dengan menambahkan vitamin dan mineral melalui teknologi pencampuran sesuai kebutuhan.
Faktor Penyebab Kekurangan Mikronutrien
Kekurangan zat gizi mikro dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Beberapa faktor dapat memengaruhi pemenuhan zat gizi, termasuk pola makan yang terlalu bergantung pada nasi putih tanpa diimbangi sayur, buah, dan sumber protein.
Kebiasaan mencuci beras berulang kali juga dapat menyebabkan sebagian vitamin yang tersisa ikut larut.
Selain itu, konsumsi teh atau kopi bersamaan dengan makanan dapat menghambat penyerapan zat besi.
Sementara masa pertumbuhan anak, kehamilan, dan menstruasi berat dapat meningkatkan kebutuhan tubuh terhadap zat besi dan vitamin.
Karena itu, pemenuhan gizi tidak hanya bergantung pada makanan pokok, tetapi juga dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan untuk menjaga kesehatan.
Cara Membantu Memaksimalkan Penyerapan Nutrisi
Beberapa kebiasaan dapat membantu penyerapan zat gizi dari makanan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain mencuci beras secukupnya, mengonsumsi makanan bersama sumber vitamin C.
Selain itu, memberi jeda satu hingga dua jam sebelum minum teh atau kopi setelah makan.
Selain itu, gunakan takaran air yang sesuai saat memasak nasi agar vitamin yang larut dalam air tidak ikut terbuang bersama air rebusan.
Temuan 25 Merek Beras Fortifikasi Tidak Memenuhi Standar
Pada konferensi pers Selasa (15/9), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan hasil pengujian terhadap produk yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi.
Menurut Amran, dari 27 merek yang mengklaim sebagai beras fortifikasi, sebanyak 25 merek tidak memenuhi standar.
“Kita sudah hitung dengan cermat, 90 persen tidak sesuai standar (sebagai beras fortifikasi). Nah, ini (dijual) Rp57.000, harusnya Rp13.000 harganya. Untungnya Rp44.100 per kilo,” ujar Amran dalam keterangan resmi.
Ia juga menyampaikan, produk tersebut diperuntukkan bagi kelompok rentan sehingga pemerintah memberikan subsidi.
Daftar 25 merek yang disebut tidak memenuhi standar berdasarkan hasil laboratorium, yaitu:
- Idola Fortifikasi
- Idola High Quality Whole Grain Rice
- Idola Long Grain Rice
- Ikan Mas Cupang
- AAA Wijaya Kusuma
- Cantik Manis
- Penari Bangkok
- Topi Koki Short Grain
- Topi Koki Setra Royale
- Topi Koki Long Grain Crystal
- HOK-1 Gohan
- Maknyuss Pulen Gizi
- Anak Raja Fortifikasi
- Anak Raja Nusantara
- Top Anak Raja
- PMS Induk Ayam
- Sumo
- Rasvit
- FS Nutri Rice
- Pelikan
- Rice Rojolele
- Super Kepala Beras Premium 111
- 111 Golden Number
- Putri Koki
- Wellfarm Beras Diabet
(RAD/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
