Connect with us

Lifestyle

14 Makanan yang Dilarang untuk Dikonsumsi Ibu Hamil pada Trimester Pertama

Trimester pertama adalah masa penting perkembangan janin. Hindari makanan ini agar kehamilan tetap sehat dan terhindar dari risiko berbahaya.

Logompn

Published

on

14 Makanan yang Dilarang untuk Dikonsumsi Ibu Hamil pada Trimester Pertama
14 Makanan yang Dilarang untuk Dikonsumsi Ibu Hamil pada Trimester Pertama. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 1 April 2026 - Trimester pertama merupakan masa krusial bagi ibu hamil karena organ vital janin sedang berkembang.

Pada masa ini, konsumsi makanan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti keguguran, cacat lahir, infeksi serius, hingga gangguan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui dan menghindari sejumlah makanan tertentu sejak bulan pertama kehamilan.

Beberapa makanan berisiko mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella, Listeria, atau parasit seperti Toxoplasma, yang dapat menimbulkan infeksi serius.

Selain itu, makanan tinggi merkuri, lemak trans, atau zat aditif juga perlu dihindari karena dapat membahayakan kesehatan ibu maupun janin.

Dikutip MPN Indonesia melalui laman Halodoc dan Alodokter pada Rabu (1/4), berikut ini adalah 14 makanan yang perlu dihindari ibu hamil terutama selama trimester pertama.

1. Telur Mentah atau Setengah Matang

Telur yang tidak dimasak hingga matang sepenuhnya, seperti telur setengah matang atau ceplok dengan kuning cair, bisa mengandung Salmonella.

Bakteri ini berisiko menyebabkan muntah, diare, demam tinggi, hingga dehidrasi berat pada ibu hamil.

Dalam kondisi berat, infeksi ini juga dapat mengganggu pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko keguguran. Pastikan telur dimasak hingga putih dan kuningnya padat.

Baca Juga:  Bill Gates akan Buat Suplemen Mikronutrien untuk Ibu Hamil di Indonesia, Apa Manfaatnya?

2. Daging Mentah atau Kurang Matang

Daging yang tidak dimasak sempurna, seperti sate, steak, atau grill dengan bagian merah muda masih terlihat, bisa membawa bakteri E. coli, Salmonella, dan parasit Toxoplasma.

Parasit ini bisa menyebabkan toksoplasmosis yang berdampak pada keguguran atau cacat lahir.

3. Ikan Mentah (Sushi, Sashimi)

Sushi mentah dan ikan kurang matang berisiko membawa Listeria, Salmonella, dan Vibrio.

Infeksi dari bakteri ini bisa menyebabkan mual, muntah, hingga dehidrasi. Dalam kasus berat, dapat menyebabkan infeksi pada janin.

4. Ikan Tinggi Merkuri

Jenis ikan seperti hiu, ikan todak (swordfish), king mackerel, ikan marlin, tuna, dan ikan tenggiri mengandung kadar merkuri tinggi.

Konsumsi berlebih dapat mengganggu perkembangan sistem saraf dan otak janin, bahkan menimbulkan risiko kecacatan.

5. Susu dan Produk Susu yang Tidak Dipasteurisasi

Susu dan produk olahan susu seperti keju lunak (Brie, Feta, Camembert) yang belum dipasteurisasi bisa mengandung bakteri Listeria.

Infeksi ini berisiko menimbulkan keguguran, kelahiran prematur, atau infeksi berat pada janin.

Susu dan produk olahan yang tidak melewati proses pasteurisasi berisiko meningkatkan kemungkinan listeriosis pada ibu hamil.

6. Makanan Cepat Saji

Kentang goreng, burger, pizza, dan hot dog tinggi lemak jenuh, garam, dan gula, namun rendah nutrisi penting seperti protein dan vitamin.

Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, dan diabetes gestasional.

7. Makanan Kalengan dan Instan

Makanan instan seperti mi instan, nugget, dan sosis umumnya mengandung natrium tinggi, MSG, pengawet, dan zat aditif lainnya.

Kandungan ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, retensi cairan, serta gangguan metabolisme jika dikonsumsi berlebihan.

8. Jeroan

Hati, ampela, usus, babat, paru, dan otak mengandung vitamin A dalam jumlah tinggi.

Baca Juga:  DPRD Depok Sidak Puskesmas Tapos usai Bayi Ibu Hamil Meninggal

Kelebihan vitamin A selama kehamilan dapat memicu kelainan kongenital pada janin. Jeroan juga tinggi kolesterol dan purin.

9. Sayuran dan Buah Mentah yang Tidak Dicuci Bersih

Sayuran dan buah yang tidak dicuci bersih dapat mengandung pestisida, bakteri, atau parasit yang berisiko menyebabkan keracunan.

Konsumsi dalam kondisi tidak higienis dapat meningkatkan risiko infeksi pada ibu hamil.

10. Buah Nanas dan Pepaya muda

Buah-buahan seperti nanas dan pepaya muda secara tradisional dianggap dapat memicu kontraksi rahim pada awal kehamilan.

Meskipun belum ada bukti ilmiah kuat, sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas atau dihindari sementara waktu.

11. Makanan Pedas

Makanan pedas dapat memperburuk gejala mual, heartburn, dan gangguan pencernaan lainnya yang umum terjadi pada trimester pertama kehamilan.

Jika ibu hamil sensitif terhadap makanan ini, sebaiknya dikurangi atau dihindari.

12. Pemanis Buatan

Beberapa pemanis buatan seperti sakarin tidak disarankan untuk ibu hamil karena belum terbukti aman sepenuhnya.

Disarankan untuk memilih pemanis alami seperti madu atau stevia dalam jumlah sedang dan konsultasikan ke dokter.

13. Suplemen Herbal yang Tidak Teruji

Beberapa herbal bisa berdampak negatif bagi kehamilan.

Ibu hamil disarankan tidak mengonsumsi suplemen herbal tanpa konsultasi dokter karena efek sampingnya bisa berbahaya.

14. Minuman Beralkohol

Konsumsi alkohol dapat menyebabkan Fetal Alcohol Syndrome (FAS), yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan mental anak.

Tidak ada jumlah alkohol yang aman selama kehamilan. Alkohol harus dihindari sepenuhnya selama hamil.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending