Lifestyle
Apakah Ibu Hamil Boleh Berpuasa? Ini Risiko dan Manfaatnya
Bolehkah ibu hamil berpuasa saat Ramadan? Simak risiko, manfaat, serta syarat aman puasa bagi ibu dan janin.
MPN Indonesia 22 Februari 2026 - Berpuasa saat Ramadan sering menjadi pertanyaan bagi ibu hamil yang ingin tetap menjalankan ibadah namun khawatir akan dampaknya terhadap kehamilan.
Puasa bagi ibu hamil sebenarnya diperbolehkan, dengan catatan jika kondisi ibu dan janin dalam keadaan sehat.
Ibu hamil dengan kondisi tertentu disarankan untuk tidak berpuasa, terutama jika mengalami komplikasi seperti preeklamsia, dehidrasi, gangguan pencernaan, kekurangan cairan ketuban, hingga janin yang tidak berkembang optimal.
Bila dipaksakan, puasa dapat menyebabkan pingsan dan membahayakan janin.
Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum memutuskan untuk berpuasa selama kehamilan mengingat dampak kesehatan bisa bervariasi pada tiap individu.
Risiko Puasa bagi Ibu Hamil
Risiko puasa bagi ibu hamil muncul terutama karena berkurangnya asupan nutrisi dan cairan selama jam-jam puasa.
Hal ini bisa mengganggu tumbuh kembang janin dan menurunkan kondisi kesehatan ibu.
Kekurangan gizi bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah atau prematur, terutama jika puasa dilakukan pada trimester pertama, ketika organ janin masih berkembang.
Kondisi yang berisiko saat ibu hamil menjalani puasa antara lain:
- Tubuh terasa lemas
- Sakit kepala
- Asam lambung naik
- Dehidrasi
- Pusing
- Pingsan
Ibu hamil yang mengidap diabetes melitus, mengalami morning sickness berat, atau memiliki gangguan pencernaan seperti maag, termasuk kelompok yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa.
Trimester Kehamilan yang Aman untuk Puasa
Kehamilan terbagi menjadi tiga trimester dengan risiko dan kebutuhan nutrisi yang berbeda.
Pada trimester pertama (0–12 minggu), janin dalam proses pembentukan organ penting, sehingga kebutuhan nutrisi sangat tinggi.
Pada fase ini, puasa sebaiknya dihindari karena biasanya trimester pertama juga disertai dengan gejala seperti mual dan muntah(morning sickness) yang dapat memperburuk kondisi ibu.
Trimester kedua (13–24 minggu) dinilai relatif lebih stabil karena gejala morning sickness biasanya berkurang.
Bila tidak ada keluhan, ibu hamil bisa mempertimbangkan untuk berpuasa dengan terlebih dahulu berkonsultasi pada dokter.
Sedangkan pada trimester ketiga, bayi umumnya sudah siap lahir dan kebutuhan nutrisi masih tetap tinggi. Puasa diperbolehkan selama kehamilan dalam kondisi sehat.
Manfaat Puasa bagi Ibu Hamil
Manfaat puasa bagi ibu hamil dapat dirasakan bila dilakukan dalam kondisi sehat dan terpantau medis. Di antaranya adalah:
- Membantu mengontrol kenaikan berat badan selama kehamilan.
- Memperbaiki metabolisme tubuh dengan proses pembersihan sel.
- Mengurangi risiko diabetes dengan menurunkan kadar gula darah.
Syarat Puasa bagi Ibu Hamil
Jika ibu hamil dalam kondisi sehat dan memutuskan berpuasa, penting untuk memperhatikan asupan gizi yang mencukupi bagi janin. Kebutuhan gizi ideal meliputi:
- 50% karbohidrat
- 25% protein
- 10–15% lemak sehat
- Asupan vitamin dan mineral
Penting juga untuk menjaga berat badan selama puasa. Penurunan berat badan drastis bisa membahayakan janin.
Saat sahur dan berbuka, dianjurkan mengonsumsi sayuran bergizi seperti brokoli, wortel, dan asparagus, yang menunjang kebutuhan nutrisi ibu dan janin selama Ramadan.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
