Berita
Suhu Capai 464 Derajat Celcius, Pendakian Gunung Slamet Ditutup
Pendakian Gunung Slamet ditutup setelah mendapat peningkatan suhu kawah dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Jawa Tengah, MPN Indonesia 7 April 2026 - Pendakian Gunung Slamet di Jawa Tengah resmi ditutup mulai Minggu (5/4) menyusul lonjakan suhu kawah yang mencapai 464 derajat Celsius dan dinilai berpotensi memicu erupsi.
Penutupan dilakukan di seluruh jalur pendakian yang mengelilingi gunung slamet sebagai langkah mitigasi keselamatan pendaki setelah terjadi peningkatan suhu signifikan dalam dua hari terakhir.
Keputusan ini diambil oleh pengelola setempat berdasarkan hasil pemantauan aktivitas termal kawah serta informasi dari otoritas terkait.
Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, menyampaikan bahwa kebijakan penutupan dilakukan demi keamanan para pendaki.
Lonjakan suhu kawah yang tidak biasa menjadi pertimbangan utama penghentian seluruh aktivitas pendakian di kawasan gunung slamet yang berada di jawa tengah tersebut.
Penutupan juga dilakukan karena adanya perluasan radius aman hingga tiga kilometer dari kawah.
Selain itu, hasil analisis citra termal menunjukkan peningkatan aktivitas panas yang berkembang lebih luas di sekitar kawah.
Lonjakan Suhu Kawah dan Status Level II
Sugeng menjelaskan bahwa peningkatan suhu kawah terjadi secara signifikan sejak Kamis (2/4).
Berdasarkan data pemantauan, pada 2 April 2026 suhu kawah tercatat mencapai 411,2 derajat Celsius. Sehari kemudian, 3 April 2026, suhu kembali meningkat menjadi 464 derajat Celsius.
“Karena ada peningkatan suhu di kawah yang signifikan, jadi itu berpotensi untuk erupsi. Demi keamanan pendaki, kami memutuskan untuk penutupan pendakian,” kata Sugeng dalam keterangannya, Minggu (5/4).
Ia menambahkan, kenaikan suhu tersebut tergolong tidak normal karena biasanya suhu kawah berada di bawah 200 derajat Celsius dan cenderung stagnan.
“Statusnya masih di Level II. Yang lainnya normal, tapi memang suhunya yang naik,” kata Sugeng.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Lana Saria, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil analisis citra termal, terjadi peningkatan suhu maksimum dari sekitar 247,4 derajat Celsius pada 13 September 2024 menjadi 411,2 derajat Celsius pada 2 April 2026 dan kembali meningkat menjadi 463 derajat Celsius pada 3 April 2026.
Kenaikan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas termal kawah.
Menurut Lana, sebaran anomali panas pada tahun 2024 masih terlokalisir di bagian pusat kawah.
Namun pada tahun 2026, sebaran tersebut berkembang lebih luas dan membentuk pola melingkar di sekitar dinding kawah.
Perubahan pola sebaran suhu ini mengindikasikan berkembangnya sistem rekahan serta peningkatan intensitas proses degassing atau pelepasan gas magmatik dari magma ke permukaan melalui kawah.
“Potensi ancaman bahaya saat ini adalah erupsi yang menghasilkan abu dan hujan lumpur serta lontaran material pijar yang melanda di daerah sekitar puncak dalam radius 3 kilometer atau hembusan gas vulkanik konsentrasi tinggi yang sebarannya terbatas di sekitar kawah puncak,” kata Lana dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4).
Selain itu, ancaman hujan abu juga berpotensi terjadi di sekitar kawah maupun di wilayah yang terdampak sesuai arah dan kecepatan angin.
Penutupan Seluruh Jalur Pendakian
Penutupan pendakian diberlakukan menyeluruh di semua jalur yang mengelilingi Gunung Slamet.
Sugeng memastikan tidak ada jalur yang tetap dibuka, termasuk jalur via Kaliwadas yang sebelumnya masih beroperasi.
“Seluruhnya lingkar Slamet ditutup. Kemarin ada yang via Kaliwadas juga sudah tutup. Tadinya mereka mau tetap buka, tapi akhirnya ikut ditutup,” jelasnya.
Sebelum kebijakan ini diberlakukan, sempat terdapat pendaki yang telah mencapai Pos 5. Namun dengan adanya perluasan radius aman hingga tiga kilometer dari kawah, seluruh aktivitas pendakian dihentikan.
Di Kabupaten Banyumas, jalur pendakian via Baturraden Lestari di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, juga ditutup sementara sejak Minggu (5/4).
Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa Wanakarya Lestari, Daryono, mengatakan penutupan dilakukan setelah menerima informasi peningkatan suhu kawah dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
“Kami menerima informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi terjadi peningkatan suhu kawah. Kami sebagai pengelola menutup sementara jalur pendakian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Daryono dalam keterangannya di Basecamp Baturraden Lestari, Senin (6/4).
Daryono memastikan seluruh pendaki yang naik melalui jalur tersebut telah kembali dengan selamat.
“Pendaki yang lewat jalur Baturraden Lestari tadi malam sudah turun dalam keadaan sehat semua. Ada 11 pendaki, yaitu 5 orang dari Mapal Unsoed Purwokerto dan 6 orang dari Jakarta,” ujar Daryono.
Hingga Minggu pagi, kepulan asap putih masih terlihat dari kawah.
Pihak pengelola menyatakan akan menunggu perkembangan suhu sebelum membuka kembali jalur pendakian.
“Kita ambil amannya, kalau sudah di bawah 200 derajat Celsius nanti baru dibuka kembali. Sambil menunggu informasi resmi,” jelasnya.
Pengelola juga mengimbau calon pendaki untuk menunda rencana pendakian dan tidak mencari jalur alternatif yang tidak resmi.
“Untuk calon pendaki, sebaiknya di-cancel dulu sambil menunggu perkembangan penurunan suhu. Jangan nekat mencari jalur tidak resmi,” pungkasnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
