Connect with us

Otomotif

Mengapa Jok Mobil Retak meski Jarang Digunakan? Ternyata Ini Penyebabnya

Meski jarang dipakai, jok kulit mobil tetap bisa retak. Ini faktor penyebab dan tips perawatan yang perlu diketahui.

Logompn

Published

on

Mengapa Jok Mobil Retak meski Jarang Digunakan Ternyata Ini Penyebabnya
Mengapa Jok Mobil Retak meski Jarang Digunakan Ternyata Ini Penyebabnya. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 7 April 2026 - Retaknya jok mobil berbahan kulit sering terjadi meskipun mobil jarang digunakan disebabkan oleh karakteristik material kulit yang sensitif terhadap panas, kelembapan, serta perawatan yang kurang tepat.

Kerusakan berupa retakan pada jok mobil tidak hanya dipengaruhi oleh intensitas penggunaan, tetapi juga oleh faktor lingkungan dan cara perawatan.

Paparan sinar matahari, kualitas bahan, hingga penggunaan produk pembersih yang tidak sesuai dapat mempercepat proses pengeringan kulit.

Secara teknis, suhu kabin kendaraan yang diparkir di area terbuka dapat mencapai 60–70°C, sehingga menyebabkan minyak alami kulit menguap dan memicu retakan.

Fenomena ini dapat terjadi kapan saja dan di berbagai lokasi, terutama ketika mobil diparkir dalam waktu lama di ruang terbuka tanpa perlindungan.

Selain itu, interaksi dengan kotoran, keringat, serta tumpahan cairan juga berkontribusi terhadap kerusakan struktur kulit.

Dikutip MPN Indonesia melalui laman Suzuki dan Toyota, berikuy faktor penyebab kerusakan jok mobil kulit dan tips merawatnya.

Faktor Penyebab Retaknya Jok Kulit Mobil

Terpapar Sinar Matahari

Paparan sinar matahari merupakan penyebab utama retaknya jok mobil.

Panas yang berlebihan membuat lapisan pelindung kulit menjadi kering dan kehilangan kelembapan alaminya.

Selain itu, warna jok juga dapat memudar akibat radiasi ultraviolet yang terus-menerus.

Baca Juga:  Penjualan Mobil Nasional Meningkat 16,7%, Kok Bisa?

Keausan Normal

Seiring waktu, jok kulit mengalami keausan akibat penggunaan dan gesekan, terutama pada bagian samping kursi pengemudi.

Kondisi ini merupakan hal yang wajar dan dapat menyebabkan lapisan pelindung menipis hingga akhirnya muncul retakan.

Minyak Alami Tubuh dan Kotoran

Keringat, garam, minyak tubuh, serta kotoran yang menempel pada permukaan jok dapat menyumbat pori-pori kulit.

Hal ini menyebabkan perubahan warna, pengeringan material, dan meningkatkan risiko retak.

Kualitas Bahan yang Buruk

Tidak semua bahan kulit memiliki kualitas yang sama.

Kulit dengan kualitas rendah atau kesalahan produksi cenderung kurang elastis sehingga mudah tertarik dan akhirnya retak saat digunakan.

Terkena Tumpahan Cairan

Tumpahan cairan seperti minuman dapat memengaruhi warna dan struktur kulit secara permanen.

Jika tidak segera dibersihkan, cairan dapat meresap ke dalam pori-pori kulit dan mempercepat kerusakan.

Penggunaan Produk Pembersih yang Salah

Penggunaan pembersih dengan bahan kimia keras dapat merusak lapisan pelindung kulit serta menghilangkan minyak esensialnya.

Akibatnya, jok menjadi kering, kusam, dan rentan terhadap retakan.

Cara Merawat Jok Kulit Agar Tidak Mudah Retak

Membersihkan Jok Secara Rutin

Perawatan dasar yang perlu dilakukan adalah membersihkan jok mobil secara berkala.

Gunakan vacuum cleaner untuk mengangkat kotoran besar, kemudian bersihkan dengan pembersih khusus kulit yang memiliki pH netral serta lap microfiber agar tidak merusak permukaan material.

Pembersihan ringan idealnya dilakukan setiap satu hingga dua minggu.

Mengaplikasikan Conditioner

Leather conditioner berfungsi menggantikan minyak alami yang hilang dari kulit.

Penggunaan secara berkala, yaitu setiap dua hingga tiga bulan, membantu menjaga elastisitas kulit sehingga tidak mudah kaku atau retak.

Menghindari Paparan Panas Langsung

Panas merupakan faktor utama yang mempercepat kerusakan jok kulit.

Baca Juga:  Apa Bedanya Oli Shell Biru dan Kuning untuk Motor Matic?

Untuk mengatasinya, pemilik mobil disarankan menggunakan sunshade pada kaca depan, memarkir mobil di tempat teduh, atau menggunakan penutup kendaraan dengan pelindung ultraviolet.

Menjaga Kelembapan Udara di Kabin

Kelembapan udara yang seimbang di dalam kabin membantu mencegah pengeringan kulit.

Menyalakan AC saat diperlukan dapat menjaga kondisi tersebut sehingga jok tetap lentur.

Menangani Tumpahan dengan Cepat

Tumpahan cairan harus segera ditangani, idealnya dalam lima menit pertama.

Cairan perlu ditepuk menggunakan kain kering tanpa digeser agar tidak meresap lebih dalam ke pori-pori kulit.

Menghindari Kontak dengan Benda Tajam

Benda tajam seperti kunci, ponsel, atau perhiasan dapat merusak permukaan jok.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan benda-benda tersebut tidak bersentuhan langsung dengan jok kulit.

Dengan memahami berbagai penyebab dan langkah perawatan tersebut, pemilik mobil dapat menjaga kualitas jok mobil berbahan kulit agar tetap awet dan membantu mempertahankan nilai estetika serta kenyamanan interior kendaraan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending